Wahdan’s Weblog


Download Novel Ayat-ayat Cinta Gratis
Februari 23, 2008, 6:06 pm
Filed under: buku gratis

Ayat-ayat cinta adalah sebuah novel 411 halaman yang ditulis oleh seorang novelis muda Indonesia kelahiran 30 September 1976 yang bernama Habiburrahman El-Shirazy. Ia adalah seorang sarjana lulusan Mesir dan sekarang sudah kembali ke tanah air. Sepintas lalu, novel ini seperti novel-novel Islami kebanyakan yang mencoba menebarkan dakwah melalui sebuah karya seni, namun setelah ditelaah lebih lanjut ternyata novel ini merupakan gabungan dari novel Islami,
budaya dan juga novel cinta yang banyak disukai anak muda. Dengan kata lain, novel ini merupakan sarana yang tepat sebagai media penyaluran dakwah kepada siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam, khususnya buat para kawula muda yang kelak akan menjadi penerus bangsa
Keprihatinan akan adanya sesuatu yang lebih baik menjadi motivasi tersendiri bagi saya untuk memberikan novel ini, karena realitas yang terjadi sekarang adalah bahwa banyak adegan percintaan dikalangan kita (anak muda) sudah jauh dari norma-norma yang berlaku di bumi nusantara ini. Maka dari itu, bukan berlagak sok pahlawan ataupun yang lainnya, cuma sekedar berbagi cerita tentang indahnya cinta ketika menemukan arti cinta yang sesungguhnya.
Anda-anda semua bisa mendownloadnya di blog ini secara gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Download



PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA
Februari 22, 2008, 6:06 pm
Filed under: AGAMA

PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA
1. Tri Ratna

Seorang telah menjadi umat Buddha bila ia menerima dan mengucapkan
Tri Ratna (Skt) atau Tiga Mustika (Ind) yang berarti Buddha, Dharma,
Sangha.
Pada Saat sembahyang atau kebaktian di depan altar Hyang
Buddha. Tri Ratna secara lengkap diucapkan dengan tenang dan khusuk
sampai tiga kali atau disebut Trisarana. Trisarana adalah sebagai
berikut:

Bahasa Sansekerta :

Buddhang Saranang Gacchami
Dharmang Saranang Gacchami
Sanghang Saranang Gacchami

Dwipanang Buddhang Saranang Gacchami
Dwipanang Dharmang Saranang Gacchami
Dwipanang Sanghang Saranang Gacchami

Tripanang Buddhang Saranang Gacchami
Tripanang Dharmang Saranang Gacchami
Tripanang Sanghang Saranang Gacchami

Bahasa Indonesia :

Aku Berlindung kepada Buddha
Aku Berlindung kepada Dharma
Aku Berlindung kepada sangha

Kedua kali Aku Berlindung kepada Buddha
Kedua kali Aku Berlindung kepada Dharma
Kedua kali Aku Berlindung kepada sangha

Ketiga kali Aku Berlindung kepada Buddha
Ketiga kali Aku Berlindung kepada Dharma
Ketiga kali Aku Berlindung kepada sangha

1.1. Buddha

Berasal dari bahasa Sansekerta budh berarti menjadi sadar,
kesadaraan sepenuhnya; bijaksana, dikenal, diketahui, mengamati,
mematuhi. (Arthur Antony Macdonell, Practical Sanskrit Dictionary,
Oxford University Press, London, 1965).

Tegasnya, Buddha berarti seorang yang telah mencapai Penerangan atau
Pencerahan Sempurna dan Sadar akan Kebenaran Kosmos serta Alam
Semesta. “Hyang Buddha” adalah seorang yang telah mencapai Penerangan
Luhur, cakap dan bijak menuaikan karya-karya kebijakan dan memperoleh
Kebijaksanaan Kebenaraan mengenai Nirvana serta mengumumkan doktrin
sejati tentang kebebasan atau keselamatan kepada dunia semesta
sebelum parinirvana.

Hyang Buddha yang berdasarkan Sejarah bernama Shakyamuni pendiri
Agama buddha. Hyang Buddha yang berdasarkan waktu kosmik 1) ada
banyak sekali dimulai dari Dipankara Buddha.

1.2. Dharma

Hukum Kebenaran, Agama, hal, hal-hal apa saja yang berhubungan dengan
ajaran agama Buddha sebagai agama yang sempurna.

Dharma mengandung 4 (empat) makna utama :
1. Doktrin
2. Hak, keadilan, kebenaran
3. Kondisi
4. Barang yang kelihatan atau phenomena.

Buddha Dharma adalah suatu ajaran yang menguraikan hakekat kehidupan
berdasarkan Pandangan Terang yang dapat membebaskan manusia dari
kesesatan atau kegelapan batin dan penderitaan disebabkan
ketidakpuasan. Buddha Dharma meliputi unsur-unsur agama, kebaktian,
filosofi, psikologi, falsafah, kebatinan, metafisika, tata susila,
etika, dan sebagainya.

1.3. Sangha

Persaudaraan para bhiksu, bhiksuni (pada waktu permulaan terbentuk).
Kemudian, ketika agama Buddha Mahayana berkembang para anggotanya
selain para bhiksu, bhiksuni, dan juga para umat awam yang telah
upasaka dan upasika dengan bertekad pada kenyataan tidak-tanduknya
untuk menjadi seorang Bodhisattva, menerima dan mempraktekkan
Pancasila Buddhis ataukah Bodhisattva Sila.

Bhiksu (sebutan untuk lelaki) dan bhiksuni (sebutan untuk perempuan)
adalah seseorang yang kehidupanya sudah tidak lagi mencampuri urusan
duniawi, telah menjalankan kehidupan suci, dan patuh serta setia
menghayati dan mengamalkan Buddha Dharma



Kelahiran Sidharta Gautama
Februari 22, 2008, 6:05 pm
Filed under: AGAMA

Kelahiran Sidharta Gautama

Di Jambudvipa (sekarang India), dinegara Shakya di India Utara bernama kerajaan Kapilavastu, terletak di utara sungai Rapti (sungai rohini), di daerah dekat pegunungan Hilamaya, diperintah oleh seorang Raja bernama Suddhodana dengan permaisurinya Ratu Maya Dewi (Dewi Mahamaya).
Setelah duapuluh tahun perkawinan, mereka belum juga dikaruniai seorang Putra.

Pada suatu malam, Ratu Maya Dewi bermimpi aneh sekali.
Dalam mimpi itu, Ratu Maya Dewi melihat seekor gajah putih turun dari langit memiliki enam gading dan sekuntum bunga teratai di mulutnya memasuki rahim Ratu Maya Dewi melalui tubuhnya sebelah kanan.
Sejak mimpi itu Ratu Maya mengandung, Dia mengandung seorang bodhisattva dalam kandungannya selama sepuluh bulan.

Selama ia mengandung bodhisattva banyak kejadian ajaib terjadi.
Misalnya, di mana saja ia pergi di Kapilavastu didampingi suaminya, Raja Suddhodana, Singa duduk dengan jinaknya di depan gerbang-gerbang, gajah-gajah menghormati raja, burung-burung diangkasa sangat bersuka cita mengiringi mereka.
Ratu Maya dewi mendadak dapat mengobati orang sakit, banyak sekali orang sakit yang dapat diobati hingga sembuh. Dia sangat dermawan.
Para dewa tidak menampakkan diri mendampingi permaisuri kemana dia pergi.
Untuk tidak mengecewakan para dewa, Sang Bodhisattva membuat supaya Ratu Maya Dewi terlihat bersamaan di semua surga.
Bila waktu malam, dia, memasuki ruang kamar tidurnya, tiga kamarnya mendapat pantulan cahaya dari tubuh permaisuri secara merata. Dan masih banyak lagi kejadian yang menakjubkan semua perbuatannya penuh welas asih.

Ketika waktunya telah tiba untuk melahirkan, Ratu Maya pergi ke Taman Lumbini dengan para dayangnya. Ratu juga meminta suaminya, Raja Suddhodana, ikut.
Sudah tentu dipenuhi dengan segala senang hati.
Juga para dewa yang tidak menampakkan diri ikut mendampinginya. Di saat bulan purnama sidhi (menurut aliran Utara atau Mahayana, beliau lahir tanggal 8 bulan 4, lunar tahun 566 S.M.; menurut aliran Selatan atau Hinayana, tanggal 6 May, tahun 623 S.M.), di Taman Lumbini ini (dekat perbatasan India-Nepal), Ratu Maya melahirkan seorang bodhisattva tanpa kesulitan dan para dayang yang mendampingi Ratu, menyaksikan dengan penuh kesenangan. Begitu pula Raja Suddhodana dan para dewa dan dewi yang mendampingi ratu.

Saat ia dilahirkan, bumi menjadi terang benderang, seberkas sinar sangat terang mengelilingi bodhisattva yang baru lahir itu.
Sesaat ia dilahirkan, bodhisattva berjalan tujuh langkah dengan jari telunjuk tangan kanan menunjuk ke langit, dan jari telunjuk tangan kiri menunjuk ke bumi, yang artinya Akulah teragung, pemimpin alam semesta, guru para dewa dan manusia.
Para dewa yang mendampingi menjatuhkan bunga dan air suci untuk memandikannya.
Pada saat ia akan menapakkan kakinya ke bumi, timbullah seketika itu tujuh kuntum bunga padma yang besar dibawah setiap langkahnya.
Setiap ia melangkah ia menghadap ke sepuluh penjuru. Juga bersamaan waktu lahirnya, tumbuhlah pohon Bodhi.

Seisi alam menyambutnya dengan suka cita karena telah lahir seorang bodhisattva yang pada nantinya dia akan menjadi pemimpin alam semesta, gurunya para dewa dan manusia, mencapai Samyak Sam Buddha untuk mengakhiri penderitaan manusia di alam samsara ini.



Bahasa Dosa (Lughatul Khati’ah)
Februari 21, 2008, 3:09 pm
Filed under: budaya

Adonis

Bahasa Dosa (Lughatul Khati’ah)


Aku bakar seluruh warisanku

kukatakan: bumiku

masih perawan, tak ada makam di masa mudaku
aku melintas di atas Allah dan setan
jalurku lebih jauh dari jalur
tuhan dan setan


Aku menyebrang melalui kitabku
beriringan dengan badai yang terang benderang
beriringan dengan badai yang hijau kemilau

Aku berseru: tak ada lagi Sorga, tak ada Kejatuhan setelahku
kuhapus bahasa dosa

Terjemahan: Mohamad Guntur Romli



Air Bersih: Sumber Daya yang Rawan
Februari 6, 2008, 4:22 am
Filed under: lingkungan

Green Papers SeriesSumber Daya yang Rawan

Oleh Richard Middleton

Daftar Isi

*Ketersediaan dan Kelangkaan Air
*
Penggunaan — dan Penyalahgunaan — Sumber Air
Keuntungan-keuntungan Konservasi di Boston, Massachusetts
*
Bergerak ke Depan
Penyediaan Air Alternatif yang dikelola oleh Masyarakat di Tegucigalpa, Honduras
Sanitasi di tempat (On-site Sanitation) untuk Abad ke-20: VIP dan PF
*
Contoh-contoh Praktis
Pengolahan Limbah yang Menghasilkan: Budidaya Air dengan Rumput Bebek
*
Pengumpulan Sanitasi
*
Kesimpulan
Daftar Pustaka
Kontak

Air merupakan unsur utama bagi hidup kita di planet ini. Kita mampu bertahan hidup tanpa makan dalam beberapa minggu, namun tanpa air kita akan mati dalam beberapa hari saja. Dalam bidang kehidupan ekonomi modern kita, air juga merupakan hal utama untuk budidaya pertanian, industri, pembangkit tenaga listrik, dan transportasi.

Semua orang berharap bahwa seharusnya air diperlakukan sebagai bahan yang sangat bernilai, dimanfaatkan secara bijak, dan dijaga terhadap cemaran. Namun kenyataannya air selalu dihamburkan, dicemari, dan disia-siakan. Hampir separo penduduk dunia, hampir seluruhnya di negara-negara berkembang, menderita berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan air, atau oleh air yang tercemar. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, 2 miliar orang kini menyandang risiko menderita penyakit murus yang disebabkan oleh air dan makanan. Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian lebih dari 5 juta anak-anak setiap tahun.

Sumber-sumber air semakin dicemari oleh limbah industri yang tidak diolah atau tercemar karena penggunaanya yang melebihi kapasitasnya untuk dapat diperbaharui. Kalau kita tidak mengadakan perubahan radikal dalam cara kita memanfaatkan air, mungkin saja suatu ketika air tidak lagi dapat digunakan tanpa pengolahan khusus yang biayanya melewati jangkauan sumber daya ekonomi bagi kebanyakan negara.

Banyak orang memang memahami masalah-masalah pencemaran dan lingkungan yang biasanya merupakan akibat perindustrian, tetapi tetap saja tidak menyadari implikasi penting yang dapat terjadi. Sebagian besar penduduk bumi berada di negara-negara berkembang; kalau orang-orang ini harus mendapatkan sumber air yang layak, dan kalau mereka menginginkan ekonomi mereka berkembang dan berindustrialisasi, maka masalah-masalah yang kini ada harus disembuhkan. Namun bagaimanapun masalah persediaan air tidak dapat ditangani secara terpisah dari masalah lain. Buangan air yang tak layak dapat mencemari sumber air, dan sering kali tak teratasi. Ketidaksempurnaan dalam layanan pokok sistem saluran hujan yang kurang baik, pembuangan limbah padat yang jelek juga dapat menyebabkan hidup orang sengsara. Oleh karena itu, meskipun makalah ini memusatkan diri terutama pada air dan sanitasi, dalam jangka panjang akan sangat penting memikirkannya dari segi pengintegrasian layanan-layanan lingkungan ke dalam suatu paket pengelolaan air, sanitasi, saluran, dan limbah padat yang komprehensif.

***Ketersediaan dan Kelangkaan Air

Air merupakan elemen yang paling melimpah di atas Bumi, yang meliputi 70% permukaannya dan berjumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik. Apabila dituang merata di seluruh permukaan bumi akan terbentuk lapisan dengan kedalaman rata-rata 3 kilometer. Namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.

Dalam satu tahun, rata-rata jumlah tersebut tersisa lebih dari 40.000 kilometer kubik air segar yang dapat diperoleh dari sungai-sungai di dunia. Bandingkan dengan jumlah penyedotan yang kini hanya ada sedikit di atas 3.000 kilometer kubik tiap tahun. Ketersediaan ini (sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap orang) sepintas kelihatannya cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap penduduk, tetapi kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di tempat-tempat yang tidak tepat. Misalnya, lembah sungai Amazon memiliki sumber yang cukup tetapi mengekspor air dari sini ke tempat-tempat yang memerlukan adalah tidak ekonomis.

Selain itu, angka curah hujan sering sangat kurang dapat dipercaya, sehingga persediaan air yang nyata sering jauh di bawah angka rata-rata yang ditunjukkan. Pada musim penghujan, hujan sangat hebat, namun biasanya hanya terjadi beberapa bulan setiap tahun; bendungan dan tandon air yang mahal diperlukan untuk menyimpan air untuk bulan-bulan musim kering dan untuk menekan kerusakan musibah banjir. Bahkan di kawasan-kawasan “basah” ini angka yang turun-naik dari tahun ke tahun dapat mengurangi persediaan air yang akan terasa secara nyata. Sedangkan di kawasan kering seperti Sahel di Afrika, masa kekeringan yang berkepanjangan dapat berakibat kegagalan panen, kematian ternak dan merajalelanya kesengsaraan dan kelaparan.

Pembagian dan pemanfaatan air selalu merupakan isu yang menyebabkan pertengkaran, dan sering juga emosi. Keributan masalah air bisa terjadi dalam suatu negara, kawasan, ataupun berdampak ke benua luas. Di Afrika, misalnya, lebih dari 57 sungai besar atau lembah danau digunakan bersama oleh dua negara atau lebih; Sungai Nil oleh sembilan, dan Sungai Niger oleh 10 negara. Sedangkan di seluruh dunia, lebih dari 200 sungai, yang meliputi lebih dari separo permukaan bumi, digunakan bersama oleh dua negara atau lebih. Selain itu, banyak lapisan sumber air bawah tanah membentang melintasi batas-batas negara, dan penyedotan oleh suatu negara dapat menyebabkan ketegangan politik dengan negara tetangganya.

Karena air yang dapat diperoleh dan bermutu bagus semakin langka, maka percekcokan dapat semakin memanas. Di seluruh dunia, kira-kira 20 negara, hampir semuanya di kawasan negara berkembang, memiliki sumber air yang dapat diperbarui hanya di bawah 1.000 meter kubik untuk setiap orang, suatu tingkat yang biasanya dianggap kendala yang sangat mengkhawatirkan bagi pembangunan, dan 18 negara lainnya memiliki di bawah 2.000 meter kubik untuk tiap orang.

Lebih parah lagi, penduduk dunia yang kini berjumlah 5,3 miliar mungkin akan meningkat menjadi 8,5 miliar pada tahun 2025. Beberapa ahli memperkirakan bahwa tingkat itu akan menjadi stabil pada angka 16 miliar orang. Apapun angka terakhirnya, yang jelas ialah bahwa tekanan yang sangat berat akan diderita oleh sumber-sumber bumi yang terbatas. Dan laju angka kelahiran yang tertinggi justru terjadi tepat di daerah yang sumber-sumber airnya mengalami tekanan paling berat, yaitu di negara-negara berkembang.

Dalam tahun-tahun belakangan ini, sebagian besar angka pertumbuhan penduduk terpusat pada kawasan perkotaan. Pertumbuhan penduduk secara menyeluruh di negara-negara berkembang kira-kira 2,1 persen setahun, tetapi di kawasan perkotaan lebih dari 3,5%. Daerah kumuh perkotaan atau hunian yang lebih padat di kota yang menyedot pemukim baru termiskin tumbuh dengan laju sekitar 7% setahun.

Hunian pinggiran yang lebih padat sering dibangun secara membahayakan di atas tanah yang tak dapat digunakan untuk apapun, seperti bukit-bukit terjal yang labil atau daerah-daerah rendah yang rawan banjir. Kawasan semacam itu tidak sesuai dengan perencanaan kota yang manapun, dipandang dari segi tata-letak ataupun kebakuan. Karena kawasan semacam itu dianggap sah secara hukum dan bersifat “darurat”, pemerintah kota biasanya tidak cepat melengkapinya dengan prasarana seperti jalan, gedung sekolah, klinik kesehatan, pasokan air, dan sanitasi. Namun sebenarnya hunian semacam ini tak pelak akan menjadi pola bagi kota yang harus dilayani dengan prasarana modern; hal ini mempunyai implikasi-implikasi baik untuk pemecahan secara teknis maupun secara lembaga yang akan diperlukan sebagai syarat supaya segala layanan mencapai semua orang dan berkesinambungan.

Di sementara negara, masalah terbesar mengenai persediaan air berkembang bukan hanya dari masalah kelangkaan air dibanding dengan jumlah penduduk, melainkan dari kekeliruan menentukan kebijakan tentang air, dan baru menyadari masalah-masalah tersebut lama setelah akibat yang tak dikehendaki menjadi kenyataan. Jadi meskipun penambahan investasi dalam sektor ini diperlukan, penambahan itu perlu disertai dengan perubahan: Prioritas utama haruslah pada cara pemanfaatan paling bijak terhadap investasi besar yang telah ditanam dalam sektor ini setiap tahun.

Penggunaan — dan Penyalahgunaan — Sumber Air | Daftar Isi

 
 
     
* * *   Seri Makalah Hijau
Redaktur: Rick Marshall, Kathleen E. Hug
Penerjemah: Tim Penerjemah IKIP Malang


Mutu Udara Kota
Februari 6, 2008, 4:11 am
Filed under: lingkungan

Mutu Udara Kota

Daftar Isi

*Keberhasilan yang tidak Tampak
Sumber Pencemaran Udara
Bahan Pencemaran Udara Khusus
*Program Pengendalian Polusi
*Cara Lain Menangani Polusi Akibat Kendaraan Bermotor
Pengelolaan Permintaan
*Kesimpulan
Kamus Istilah
Daftar Pustaka

Hampir tidak ada kota di dunia ini yang dapat menghindar dari bencana modern pencemaran udara. Bahkan kota-kota yang dulu terkenal dengan udaranya yang murni, tak tercemar misalnya Buenos Aires, Denver, dan Madrid sekarang selalu dikepung oleh udara yang begitu tercemarnya sehingga dapat membunuh dan membuat orang baik yang sehat maupun sakit masuk rumah sakit. Tapi hal itu tak perlu terjadi, karena kota-kota dan bangsa-bangsa di seluruh dunia mulai menerapkan berbagai strategi yang dapat mengatasi masalah pencemaran udara dengan baik. Strateg itu mulai dari larangan parkir dan hari tanpa mengemudi sampai program ketat dan berkekuatan hukum untuk memasang kendali pencemaran yang canggih di pusat-pusat pembangkit tenaga. Hanya sedikit usaha ini yang mencapai keberhasilan sempurna, tetapi banyak juga yang cukup berhasil bahkan begitu berhasilnya sampai terkadang tidak mendapat perhatian.

Keberhasilan yang tidak Tampak

Di Amerika, misalnya, para pengemudi telah meninggalkan bensin yang mengandung timah penyebab kebanyakan polusi udara bermuatan timah begitu sempurnanya mereka menjauhi bensin itu sehingga sebagian besar pompa bensin tidak lagi menjualnya. Karena timah hampir hilang sebagai zat aditif bensin di Amerika Serikat, maka konsentrasi rata-rata zat ini dalam darah anak-anak menurun hampir setengahnya. Walaupun para pembuat bensin bermuatan timah dan zat aditif timah memperingatkan bahwa harga bahan bakar akan meningkat dan persediaan berkurang, ternyata kedua hal tersebut tidak terjadi. Para pengemudi di Amerika Serikat sekarang hampir tidak merasakan tiadanya zat bahan bakar beracun ini, walaupun mereka tahu zat tersebut pernah ada. Penurunan tingkat konsentrasi timah di atmosfer merupakan “suatu keberhasilan lingkungan terbesar”, kata Michael Walsh, seorang konsultan pemerintah Cina, Swedia, Swis dan negara-negara lain.

Sesungguhnyalah, menghilangnya bensin bermuatan timah telah membantu lahirnya suatu generasi baru bahan bakar berwawasan lingkungan yang lebih bersih lagi di pasaran. Bensin jenis-jenis baru ini telah diformulasi ulang untuk menghilangkan sampai 90% zat benzene dan kandungan yang beracun lainnya, sehingga tingkat pencemaran udara di banyak kota di AS menurun sampai 15 persen dalam kurun waktu satu tahun setelah diberlakukan penjualan yang dianjurkan. Tapi keberhasilan ini tidak terbatas pada program-program penggantian jenis bahan bakar saja.

Di Jepang, teknologi pengurangan polusi seperti “penggosok”cerobong asap yaitu perangkat yang dapat menghilangkan sampai 95% pencemaran gas sulfur dari gas cerobong asap dipasang pada pembangkit tenaga listrik di seluruh negeri. Perangkat ini mengurangi pengeluaran sulfur dioksida suatu polutan yang tercipta ketika terjadi pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur seperti batubara dan minyak sampai hampir 40 persen antara tahun 1974 dan 1983, walaupun pada saat itu terjadi peningkatan ekonomi yang tajam. Di Prancis, emisi sulfur dioksida secara nasional turun sampai kira-kira 75 persen setelah jenis-jenis bahan bakar itu digantikan oleh tenaga nuklir.

Tentu saja tidak semua negara mau menggunakan pembangkit tenaga nuklir, seperti juga banyak negara tidak mau menambahkan pemasangan perangkat pengendali polusi. Apa yang sesuai bagi satu kota atau negara mungkin tidak sesuai bagi yang lain. Walaupun demikian, semakin lama semakin beragam jalan keluar yang tersedia bagi bermacam-macam masalah, yang berhasil baik di bidang-bidang tertentu, walau tidak semua.

Sumber Pencemaran Udara

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 70 persen penduduk kota di dunia pernah sesekali menghirup udara yang tidak sehat, sedangkan 10 persen lain menghirup udara yang bersifat “marjinal”. Tetapi bahkan di AS, yang tingkat pencemaran udaranya cenderung jauh lebih rendah daripada di kota-kota di negara berkembang, studi oleh para peneliti di Universitas Harvard menunjukkan bahwa kematian akibat pencemaran udara berjumlah antara 50.000 dan 100.000 per tahun.

Pencemaran lebih mempengaruhi anak-anak daripada orang dewasa, dan anak-anak miskin yang terpajan pada lebih banyak jenis polutan dan tingkat pencemaran yang lebih tinggi adalah yang paling terpengaruh. Studi telah membuktikan bahwa anak-anak yang tinggal di kota dengan tingkat pencemaran udara lebih tinggi mempunyai paru-paru lebih kecil, lebih sering tidak bersekolah karena sakit, dan lebih sering dirawat di rumah sakit. Rendahnya berat badan anak-anak dan kecilnya organ-organ pertumbuhan mereka memberi risiko yang lebih tinggi pula bagi mereka. Demikian pula kebiasaan mereka; bayi menghisap sembarang benda yang tercemar, anak-anak yang lebih besar bermain-main di jalanan yang dipenuhi asap kendaraan dan buangan hasil pembakaran bermuatan timah.

Pada 1980, misalnya, kota industri Cubatao, Brasilia, melaporkan bahwa sebagai akibat pencemaran udara, 40 dari setiap 1000 bayi yang lahir di kota itu meninggal saat dilahirkan, 40 yang lain kebanyakan cacat, meninggal pada minggu pertama hidupnya. Pada tahun yang sama, dengan 80.000 penduduk,Cubatao mengalami sekitar 10.000 kasus medis darurat yang meliputi TBC, pneumonia, bronkitis, emphysema, asma, dan penyakit-penyakit pernapasan lain.

Di kota metropolitan Athena, Yunani, tingkat kematian melonjak 500 persen di hari-hari yang paling tercemari. Bahkan di daerah-daerah yang jauh dari fasilitas industri, pencemaran udara juga dapat menyebabkan kerusakan. Di daerah-daerah hutan tropis di Afrika, misalnya, para ilmuwan melaporkan adanya tingkat hujan asam dan kabut asap yang sama tingginya dengan di Eropa Tengah, kemungkinan karena pembakaran rutin padang rumput untuk melapangkan tanah.

Contoh-contoh nyata seperti ini telah mempercepat usaha di seluruh dunia untuk mengatasi pencemaran udara perkotaan.

Bahan Pencemar Udara Khusus

Sejak tahun 1970-an, kebijakan pencemaran udara AS cenderung berpusat pada pengendalian beberapa jenis polutan perkotaan yang serius: partikulat zat yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), karbon monoksida dan timah.

Karbon monoksida. WHO telah membuktikan bahwa karbon monoksida yang secara rutin mencapai tingkat tak sehat di banyak kota dapat mengakibatkan kecilnya berat badan janin, meningkatnya kematian bayi dan kerusakan otak, bergantung pada lamanya seorang wanita hamil terpajan, dan bergantung pada kekentalan polutan di udara.

Asap kendaraan merupakan sumber hampir seluruh karbon monoksida yang dikeluarkan di banyak daerah perkotaan. Karena itu strategi penurunan kadar karbon monoksida yang berhasil bergantung terutama pada pengendalian emisi otomatis seperti pengubah kalitis, yang mengubah sebagian besar karbon monoksida menjadi karbon dioksida. Kendali semacam itu secara nyata telah menurunkan emisi dan kadar konsentrasi karbon monoksida yang menyelimuti kota-kota di seluruh dunia industri: di Jepang, tingkat kadar karbon monoksida di udara menurun sampai 50 persen antara tahun 1973 dan 1984, sementara di AS tingkat karbon monoksida turun 28 persen antara tahun 1980 dan 1989, walaupun terdapat kenaikan 39 persen untuk jarak kilometer yang ditempuh. Namun kebanyakan dunia negara berkembang mengalami kenaikan tingkat karbon monoksida, seiring dengan pertambahan jumlah kendaraan dan kepadatan lalu lintas. Perkiraan kasar dari WHO menunjukkan bahwa konsentrasi karbon monoksida yang tidak sehat mungkin terdapat pada paling tidak separo kota di dunia.

Nitrogen Oksida. Nitrogen oksida yang terjadi ketika panas pembakaran menyebabkan bersatunya oksigen dan nitrogen yang terdapat di udara memberikan berbagai ancaman bahaya. Zat nitrogen oksida ini sendiri menyebabkan kerusakan paru-paru. Setelah bereaksi di atmosfer, zat ini membentuk partikel-partikel nitrat amat halus yang menembus bagian terdalam paru-paru. Partikel-partikel nitrat ini pula, jika bergabung dengan air baik air di paru-paru atau uap air di awan akan membentuk asam. Akhirnya zat-zat oksida ini bereaksi dengan asap bensin yang tidak terbakar dan zat-zat hidrokarbon lain di sinar matahari dan membentuk ozon rendah atau “smog” kabut berwarna coklat kemerahan yang menyelimuti sebagian besar kota di dunia.

Sulfur Dioksida. Emisi sulfur dioksida terutama timbul dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur terutama batubara yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik atau pemanasan rumah tangga. Sistem pemantauan lingkungan global yang disponsori PBB memperkirakan bahwa pada 1987 dua pertiga penduduk kota hidup di kota-kota yang konsentrasi sulfur dioksida di udara sekitarnya di atas atau tepat pada ambang batas yang ditetapkan WHO. Gas yang berbau tajam tapi tak bewarna ini dapat menimbulkan serangan asma dan, karena gas ini menetap di udara, bereaksi dan membentuk partikel-partikel halus dan zat asam.

Benda Partikulat. Zat ini sering disebut sebagai asap atau jelaga; benda-benda partikulat ini sering merupakan pencemar udara yang paling kentara, dan biasanya juga paling berbahaya. Sistem Pemantauan Lingkungan global yang disponsori PBB memperkirakan pada 1987 bahwa 70 persen penduduk kota di dunia hidup di kota-kota dengan partikel yang mengambang di udara melebihi ambang batas yang ditetapkan WHO.

Sebagian benda partikulat keluar dari cerobong pabrik sebagai asap hitam tebal, tetapi yang paling berbahaya adalah “partikel-partikel halus” butiran-butiran yang begitu kecil sehingga dapat menembus bagian terdalam paru-paru. Sebagian besar partikel halus ini terbentuk dengan polutan lain, terutama sulfur dioksida dan oksida nitrogen, dan secara kimiawi berubah dan membentuk zat-zat nitrat dan sulfat. Di beberapa kota, sampai separo jumlah benda partikulat yang disebabkan ulah manusia terbentuk dari perubahan sulfur dioksida menjadi partikel sulfat di atmosfer. Di kota-kota lain, zat-zat nitrat yang terbentuk dari proses yang sama dari oksida-oksida nitrogen dapat membentuk sepertiga atau lebih benda partikulat.

REVOLUSI PENGENDALIAN EMISI

Dua pulah tahun yang lalu alat konversi berkatalis belum ada di pasaran. Bahkan saat pertama kali para pemimpin di A.S. mengusulkan standar emisi yang menyebabkan kemajuan mereka, president General Motor, pembnat kendaraan bermotor terbesar di dunia, berkata, “Sepanjang pengetahuan kami, tujuan ini secara teknologis tidak bakal tercapai.” Namun sejak akhir tahun 1980-an, boleh dikata setiap sedan, mobil wagon, pikup, dan trak baru yang terjual di A.S. dilengkapi dengan alat konversi berkatalis, sehingga pengurangan emisi senyawa-senyawa organik dan karbon monoksida yang mudah menguap sampai 85 persen, dan oksida nitrogen sampai 60 persen dari umur mobil menjadi mungkin.

Pemakaian secara luas pengendalian emisi yang canggih itu untuk mobil dan truk pada 1980-an dimulai oleh Amerika Serikat dan Jepang sendiri sebagai dua negara yang mempunyai program pengendalian polusi paling maju untuk mobil. Namun pada 1993, terjadi pembalikan 180 derajat; setiap kelompok besar negara (meskipun tidak setiap negara dalam kelompok itu) telah menerapkan pengendalian atas knalpot termasuk beberapa negara bekas UniSoviet.

Perkembangan pesat alat pengendali model A.S. dimulai di Eropa Barat ketika Jerman, Swis, Austria dan Swedia cemas melihat meningkatnya kerusakan lingkungan akibat polusi udara. Jerman mulai mengusulkan diterapkannya standar yang lebih ketat di Pasar Bersama Eropa, sedang ketiga negara lainnya—semua bukan anggota Masyarakat Ekonomi Eropa—menegaskan bahwa mereka akan secara sepihak menetapkan pengendalian polusi dengan katalis. Gabungan tekanan dari dalam dan luar negeri memuncak pada suatu keputusan tahun 1989 yang mewajibkan pemakaian standar A.S. pada semua mobil di Pasar Bersama, dimulai dengan mobil model tahun 1992.

Perubahan ini tidak terjadi begitu saja, karena pada 1988 jumlah mobil di selurah dunia pertama kali melampaui 400 juta dalam sejarah. Sementara pertumbuhan terjadi paling pesat di berbagai kawasan Asia yang mulai berindustrializasi, target penjualan mobil baru juga sudah ditetaplan, bahkan di kawasan yang sudah sangat maju seperti Eropa Barat. Termasuk kendaraan niaga, jumlah kendaraan di jalan-jalan mencapai 500 juta pada 1989—peningkatan sepuluh kali lipat sejak 1950.

Tampaknya tidak ada tanda-tanda akan berakhirnya pertumbuhan luar biasa pada jumlah sedan dan truk. Penduduk dunia diperkirakan akan berlipat dua pada tahun 2000 dibandingkan tahun 1960, didorong oleh peningkatan lipat dua di Asia dan 150 persen di Amerika Latin.

Sementara polusi udara makin merajalela di kota-kota besar negara berkembang, negara seperti Meksiko, Brasil dan Taiwan sudah meneraphan pengendali polusi berkatalis. Maka pada akhir dasawarsa ini, negara-negara di seluruh dunia sudah akan menerapkannya pula: Jepang, Taiwan dan Korea Selatan di Asia; Brasil di Amerika Selatan; dan negara-negara Pasar Bersama plus Austria, Swedia, Swis di Eropa Barat. Sekarang, empat dari setiap lima mobil baru memenahi standar berdasarkan katalis modern atau sejenisnya.

Sementara itu, di California, setelah dengar pendapat berlarut-larut, pemerintah negara bagian pada 1991 menetaplan suatu persyaratan penjualan “Kendaraan Beremisi Nol ” (ZEV) dimulai dengan model tahun 1989.

ZEVsekedar suatu bagian dari suatu matriks rumit standar-standar yang makin ketat yang akan diterapkan secara bertahap. ZEV pertama harus sudah beredar di jalan pada 1998, yang jumlahnya harus mencapai 2 persen dari penjualan mobil baru, meningkat menjadi 10 persen pada tahun 2003. Gerakan untuk mencegah polusi dari mesin diesel, yang tanpa pengendali emisi akan memancarkan 30 sampai 70 kali benda partikulat dibanding mesin bensin yang dilengkapi alat konversi berkatalis, juga sudah mulai mendapat momentum.

Sampai belakangan ini, mesin diesel boleh dikata tidak diatur di seluruh dunia, tapi standar baru yang dipakai di A.S. dan Eropa telah merangsang perkembangan teknologi yang menjanjikan peningkatan perbaikan emisi diesel secara besar-besaran. Perangkap, atau alat untuk menangkap jelaga diesel untuk dihancurkan, telah dikembangkan, begitu juga alat konversi berkatalis yang sudah dimodifikasi secara khusus. Di Jepang, pemerintah tengah mengatur bahan bakar serta mesin, menerapkan apa yang selama ini digambarkan sebagai persyaratan mutu bahan bakar terketat di dunia.

Hanya standar yang makin ketat saja yang memungkinkan polusi mobil dapat dikendalikan karena jumlah kendaraan di jalan-jalan—dan paling penting panjang jarak yang ditempah—meningkat pesat. Bagaimana nantinya masih belum jelas. Tak pelak emisi knalpot harus mulai mendekati nol atau pertumbuhan harus dikendalikan, atau kedua-keduanya, jika kota-kota besar ingin mempunyai udara yang sehat untuk dihirup.

Hidrokarbon. Zat ini kadang-kadang disebut sebagai senyawa organik yang mudah menguap (“volatile organic compounds/VOC”), dan juga sebagai gas organic reaktif (“reactive organic gases/ROG”). Hidrokarbon merupakan uap bensin yang tidak terbakar dan produk samping dari pembakaran tak sempurna. Jenis-jenis hidrokarbon lain, yang sebagian menyebabkan leukemia, kanker, atau penyakit-penyakit serius lain, berbentuk cairan untuk cuci-kering pakaian sampai zat penghilang lemak untuk industri.

Laju Pelaksanaan untuk Kendaraan Beremisi Nol atau Mendekati Nol (TLEV, LEV, ULEV dan ZEV)

Bagan di bawah menunjukkan laju yang harus diterapkan pabrik mobil dalam memulai penjualan kendaraan baru yang kurang berpolusi sebagaimana disyaratkan oleh California dengan menggunakan emisi hidrokarbon sebagai contoh. Misalnya, pada 1998; 48 persen penjualan mobil baru harus memenuhi suatu batas emisi sebesar 0,25 gram per kilometer; 48 persen lagi harus memenuhi standar kendaraan beremisi rendah (LEV) setinggi 0,075 gram per kilometer; 2 persen harus memenuhi standar kendaraan beremisi ultra rendah (ULEV) setinggi 0,040; dan 2 persen lagi harus berupa kendaraan beremisi nol (ZEV). Rata-rata bagi semua mobil adalah 0,115 gram per kilometer.

Model
Tahun

0,39

0,25
TLEV
0,125
LEV
0,075
ULEV
0,040
ZEV
0,00
Standar
Rata-Rata
Mobil
1994 10% 80% 10%       0,250
1995   85% 15%       0,231
1996   89% 20%       0,225
1997   73%   2% 25%   0,202
1998   48%   2% 48% 2% 0,157
1999   23%   2% 73% 2% 0,113
2000       2% 96% 2% 0,073
2001       5% 90% 5% 0,070
2002       10% 85% 5% 0,068
2003       15% 75% 10% 0,062

Ozon atau Asap Kabut Fotokimiawi. Ozon, terdiri dari beratus-ratus zat kimiawi yang terdapat dalam asap kabut, terbentuk ketika hidrokarbon pekat di perkotaan bereaksi dengan oksida nitrogen. Tetapi, karena salah satu zat kimiawi itu, yaitu ozon, adalah yang paling dominan, pemerintah menggunakannya sebagai tolok ukur untuk menetapkan konsentrasi oksidan secara umum. Ozon merupakan zat oksidan yang begitu kuat (selain klor) sehingga beberapa kota menggunakannya sebagai disinfektan pasokan air minum. Banyak ilmuwan menganggapnya sebagai polutan udara yang paling beracun; begitu berbahayanya sehingga pada eksperimen laboratorium untuk menguji dampak ozon, satu dari setiap sepuluh sukarelawan harus dipindahkan dari bilik pajanan yang digunakan dalam eksperimen itu karena gangguan pernapasan. Pada hewan percobaan laboratorium, ozon menyebabkan luka dan kerusakan sel yang mirip dengan yang diderita para perokok. Karena emisi oksida nitrogen dan hidrokarbon semakin meningkat, tingkat ozon bahkan di pedesaan telah berlipat dua, dan kini mendekati tingkat membahayakan bagi banyak spesies.

Timah. Logam berwarna kelabu keperakan yang amat beracun dalam setiap bentuknya ini merupakan ancaman yang amat berbahaya bagi anak di bawah usia 6 tahun, yang biasanya mereka telan dalam bentuk serpihan cat pada dinding rumah. Logam berat ini merusak kecerdasan, menghambat pertumbuhan, mengurangi kemampuan untuk mendengar dan memahami bahasa, dan menghilangkan konsentrasi. Bahkan pajanan dengan tingkat yang amat rendah sekalipun tampaknya selalu diasosiasikan dengan rendahnya kecerdasan. Karena sumber utama timah adalah asap kendaraan berbahan bakar bensin yang mengandung timah, maka polutan ini dapat ditemui di mana ada mobil, truk, dan bus. Bahkan di negara-negara yang telah berhasil menghapuskan penggunaan bensin yang mengandung timah, debu di udara tetap tercemar karena penggunaan bahan bakar ini selama puluhan tahun. Di Kota Meksiko City, misalnya, tujuh dari 10 bayi yang baru lahir memiliki kadar timah dalam darah lebih tinggi daripada standar yang diizinkan WHO.

Di samping timah, banyak sekali zat beracun lain menambah beban kandungan polutan di daerah perkotaan. Zat-zat ini mulai dari asbes dan logam berat (seperti kadmium, arsenik, mangan, nikel dan zink) sampai bermacam-macam senyawa organik (seperti benzene dan hidrokarbon lain dan aldehida). Perusahaan-perusahaan di AS mengeluarkan sedikitnya 1,2 juta metrik ton zat beracun ke udara pada tahun 1987. Badan Perlindungan Lingkungan AS memperkirakan bahwa pajanan terhadap polutan-polutan tersebut mengakibatkan antara 1.700 sampai 2.700 jenis kanker per tahun.

Program Pengendalian Polusi | Daftar Isi

 
 
     
***   Seri Makalah Hijau
Redaktur: Howard Cincotta
Penerjemah: Tim Penerjemah IKIP Malang


Revolusi Hijau:
Februari 6, 2008, 4:09 am
Filed under: lingkungan
   
 

Revolusi Hijau:
Sebuah Tinjauan Historis-Kritis Gerakan Lingkungan Hidup di Amerika Serikat
(The Green Revolution, The American Environmental Movement, 1962-1992)

oleh Kirkpatrick Sale
Kata Pengantar: Koesnadi Hardjasoemantri

Bab 1
Asal Muasal

Pada akhir musim panas tahun 1962, seorang ahli biologi kelautan bernama Rachel Carson, yang pada waktu itu buku-bukunya tentang kehidupan laut masuk kategori sangat laris, menyuarakan peringatan ini kepada dunia:

Ketika manusia beranjak maju guna mencapai tujuannya yakni menaklukkan alam, ia telah menoreh catatan-catatan mengenai kerusakan mengerikan yang mengarah bukan saja pada bumi tempat ia tinggal, tapi juga pada sesama makhluk hidup lainnya. Sejarah abad-abad belakangan ini, memiliki lembaran-lembaran gelap—pembantaian bison besar-besaran di wilayah barat Amerika, pembunuhan dalam jumlah besar burung-pantai oleh para pemburu lantaran permintaan pasar, dan hampir punahnya jenis-jenis burung tertentu yang diburu karena bulunya yang indah. Saat ini, kepada pelbagai jenis hewan langka seperti itu, kita menambahi lagi sebuah babak baru yakni cara pemusnahan jenis baru—pembunuhan secara langsung burung-burung, binatang mamalia, ikan-ikan, dan semua jenis hewan liar dengan penyemprotan bahan kimia secara serampangan pada permukaan tanah
.…Pertanyaan kita adalah: apakah ada peradaban yang dapat melancarkan perang semacam itu terhadap kehidupan tanpa menghancurkan dirinya sendiri, dan tanpa kehilangan hak untuk disebut beradab?

Dengan ungkapan kemarahan dan tanpa kompromi seperti di atas, dapat dikatakan bahwa gerakan lingkungan modern dimulai.

Buku Silent Spring* sangat menonjol dan didaftar sebagai salah satu buku paling laris oleh harian The New York Times selama 31 minggu dan terjual sebanyak lebih dari 500.000 copy. Sesuatu fenomena yang sangat jarang bagi sebuah buku non-fiksi yang serius. Kutukannya yang keras dan tuntas terhadap industri pestisida Amerika, terutama kasusnya yang mengejutkan melawan DDT, mencapai sebuah rekor—yang memang telah menanti untuk dicapai — dengan jelas menguraikan semakin meningkatnya kecemasan terhadap teknologi pasca-perang dunia dan juga semakin tingginya kesadaran akan pentingnya kenyamanan-kenyamanan non-materi dalam kehidupan. Segera buku itu mendapat serangan balik dari dunia industri, khususnya industri kimia yang sampai mengeluarkan dana kampanye sebesar US$ 250.000 untuk membuktikan bahwa Carson adalah “seorang histeris yang dungu”. Namun sebaliknya buku tersebut bahkan memperoleh penghargaan dari National Wildlife Federation dan Audubon Society, karena itu malah membuatnya semakin terkenal, dan mengakibatkan semakin kerasnya perlawanan terhadap penggunaan pestisida yang berlebihan; dan secara langsung menyebabkan masalah ini—pada tahun 1963— dimasukkan ke dalam agenda laporan Presidential Scientific Advisory Committee (Komisi Penasihat Ilmiah Presiden) yang justru mendukung hasil karya Carson dan kritik-kritiknya; dan pada akhirnya buku itu memainkan peranan penting dalam perolehan dukungan atas ditetapkannya Pesticide Control Act tahun 1972, dan Toxic Substance Control Act tahun 1976.

Tetapi lebih dari itu: buku Carson telah merangsang dinamika kelompok-kelompok lingkungan, yang sebelumnya tidak diperhatikan kehadirannya, dan membangkitkan semangat kelompok-kelompok konversi tradisional dan juga kelompok lainnya yang sebelumnya tidak pernah memikirkan kepentingan lingkungan dan kehidupan alam. Max Nicholson, kepala British Nature Conservancy dan seorang tokoh internasional yang kesohor menyebutnya, “mungkin merupakan sumbangan paling besar dan paling efektif dalam membangkitkan opini umum dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ekologi.” Sejarawan Amerika, Stephen Fox, bahkan mengungkapkannya secara lebih tegas: “Buku tersebut adalah Uncle Tom’s Cabin bagi gerakan pencinta lingkungan modern.”

Pada tahun 1960, Rachel Carson mendapati bahwa benjolan kecil di dadanya ternyata sebuah kanker ganas, dan operasi yang dijalaninya tidak mampu mengangkat seluruh kanker itu. Bahkan pada saat ia menulis buku itu, kesehatannya terus memburuk, sekalipun mendapat pengobatan—”tubuhku terus gemetar”, tulisnya kepada seorang sahabat, “dan sekarang hanya singkat saja waktu yang tertinggal”—dan di musim semi tahun 1964, pada usia 56 tahun, sebagai seorang korban dari suatu zat yang sangat beracun yang ia analisis sendiri dengan sangat teliti, Carson meninggal. “Hanya manusia saja, dari antara segala makhluk hidup, dapat menghasilkan zat-zat penyebab timbulnya kanker… dan keterbukaan manusia pada zat-zat itu sudah tidak terkontrol, bahkan zat-zat berbahaya itu jumlahnya semakin berlipat ganda”, tulisnya dalam salah satu bab yang membahas lingkungan berzat kanker. Dan secara profetis lanjutnya: “Kita menerima bahan-bahan penyebab kanker dalam lingkungan kita, dan menerima pula semua akibatnya.”

Ditinjau dari satu segi, tentu saja keliru bila kita menentukan bahwa gerakan lingkungan di Amerika Serikat baru dimulai pada musim semi tahun 1962, karena keprihatinan pada pelbagai bahaya lingkungan telah tampak secara aktif mulai dari abad ke-19 (bahkan, dari sejak zaman tokoh seperti Thomas Jefferson) sampai, dengan abad ke-20 ini. Para seniman dan penulis dari gerakan Romantik dan gerakan Transendental pada paruh pertama abad ke-19 meletakkan dasar apresiasi yang kuat untuk pandangan spektakuler Amerika; suatu kepekaan yang dibentuk selama paruh kedua abad ke-l9 oleh aktivis dan para pemerhati lingkungan terkemuka seperti John Muir (pendiri Sierra Club pada tahun 1892) dan Gifford Pinchot (Kepala Pengawasan Hutan Amerika yang pertama pada tahun 1905). Sekalipun berhadapan dengan dampak pada sistem alam dengan berkembangnya industri dan perdagangan, termasuk badan-badan seperti Pemerintah Federa Korps Zeni Angkatan Darat, dan Badan Pengawas Kehutanan abad ke-20 melahirkan pelbagai organisasi pecinta lingkungan (Audubon Society tahun 1905; Izaak Walton League tahun 1922; Wilderness Society tahun 1935; National Wildlife Federation tahun 1936) dan sejumlah pelopor lingkungan yang heroik: Aldo Leopold, Joseph Wood Krutch, Rosalie Edge, dan William O. Douglas yang terkenal di antara mereka. Kemudian sesudah itu seusai Perang Dunia II para tokoh pejuang lingkungan seperti Howard Zahniser dari organisasi Wilderness Society dan David Brower dan Ansel Adams dari organisasi Sierra Club menjadi terkenal karena kegigihan mereka menolak bendungan bendungan – bendungan baru di sungai-sungai kawasan barat Amerika. Buku-buku yang ditulis oleh Fairfield Osborn Our Plundered Planet dan karya William Vogt Road to Survival menjadi buku-buku laris pada tahun 1940-an, dan menjelang tahun 196O jumlah anggota organisasi-organisasi lingkungan mencapai lebih dari 300.00 orang.

Namun, dilihat dari sudut lain, dapat dikatakan bahwa memang gerakan seperti gerakan lingkungan—dalam arti yang aktif, vokal, merakyat, dan berpengaruh—tidak ada sebelum Silent Spring terbit. Bahkan sampai dengan tahun 1959, seorang pembicara pada North American Wildlife Conference masih berpendapat bahwa “kesadaran lingkungan” tidak akan pernah tumbuh pada mayoritas penduduk Amerika; tiga dekade kemudian suatu pengumpulan pendapat menunjukkan bahwa 80 persen rakyat Amerika mendukung tujuan organisasi lingkungan. Recenderungan sekarang terlihat sebagai suatu pasang naik; organisasi-organisasi lama mulai mengambil cara-cara baru dalam bergerak dan beroperasi, sementara organisasi baru bermunculan di mana-mana; lahir suatu kesadaran dan pemahaman baru. Pangeran Phillip dari Inggris, yang sudah sejak lama menjadi pemerhati masalah lingkungan menyebut kecenderungan ini sebagai”revolusi lingkungan”.

Tentu saja revolusi seperti itu tidak mungkin timbul hanya karena pengaruh sebuah buku. Kekuatan-kekuatan di belakang gerakan lingkungan adalah bermacam-macam dan kompleks. Lima belas tahun setelah PD II Amerika mulai memandang dengan kagum munculnya suatu “masyarakat makmur” dan berapa harga yang harus dibayar untuk itu. Di sekililing masyarakat itu terlihat buah-buah dari apa yang disebut “revolusi sintetis”, plastik, bahan kimia, pestisida, detergen, pusat tenaga nuklir, dan semacamnya—dan juga tampak bertebaran daerah atau kawasan pinggiran kota serta merebaknya gedung-gedung pencakar langit. Sekalipun demikian tidak muncul ketenangan dan kedamaian serta kehidupan harmonis seperti yang dijanjikannya. Bukan saja segmen penduduk (pada umumnya kulit berwarna) yang tidak tersentuh oleh kemanfaatan kehidupan dalam masyarakat kelas tinggi yang fleksibel—kemenangan John Kennedy pada tahun 1960 setidak-tidaknya sebagian disebabkan karena keprihatinan bahwa “seperempat dari anak-anak Amerika pergi tidur dengan perut lapar—tapi juga mereka yang merasakan pelbagai kemanfaatan itu masih menyimpan suat krisis dengan lapisan masyarakat yang semakin menegang dan penyakit modern yang disebut “affluenza”—dengan semakin meningkatnya ketergantungan pada alkohol, obat bius kecenderungan bunuh diri, kegilaan, dan kekerasan serta perpecahan keluarga. Yang lebih gawat lagi, bahwa semua kemanfaatan materi itu tampaknya harus dibayar mahal—penuh sesaknya kawasan perkotaan, semakin meluasnya kawasan suburban, polusi udara dan kabut campur asap, sungai-sungai yang dibendung penyakit kanker dan abu radioaktif yang berasal dari peledakan nuklir (suatu harga yang semakin sering masuk tayangan televisi ke seluruh negeri)—dan semua itu berlangsung makin gila saja (ini disebut “future shock”) yang tampaknya sudah di luar pengawasan yang efektif baik oleh organisasi bisnis sendiri yang mengambil keuntungan darinya, maupun oleh pemerintah yang seharusnya mengaturnya. Ringkasnya, ketidak senangan keterpisahan, dan konflik-konflik yang menjadi masalah pada tahun 1960-an, semakin merebak.

Pada saat yang sama, suasana “boom materi” pasca perang telah menghasilkan semakin tingginya jumlah tamatan universitas karyawan kelas menengah yang tumbuh cepat menempati kawasan pinggiran kota agar mereka dapat lagi mendengarkan kicau burung di pagi hari dan menatap bintang di malam hari. Mereka ini menginginkan—dan dapat membiayai—apa yang disebut oleh para ahli sosiologi “kualitas hidup” dan bukan “standar hidup” dalam arti tradisional: tambahan-tambahan yang membuat hidup lebih nikmat setelah kebutuhan pokok, termasuk waktu senggang hiburan di luar rumah, air dan udara yang bersih, keamanan dan kesehatan pribadi dan kebutuhan yang lebih besar akan lingkungan yang alami, setidak-tidaknya menyerupai taman, kawasan hutan lindung, kebun raya, dan jalan raya berpemandangan.

Dengan demikian, ketika Silent Spring muncul, ternyata para pembaca sudah siap dan dengan demikian siap pula dasar dan motivasi untuk gerakan lingkungan. Bahwa pembaca atau pemerhati lingkungan terus bertambah jumlahnya dalam masa 30 tahun berikut, memang tidak dapat diramalkan, apalagi kalau melihat sedemikian banyak masalah sosial yang menarik perhatian masyarakat Amerika pada suatu ketika dan dengan cepat hilang atau dilupakan. Akan tetapi gerakan lingkungan, yang dalam waktu singkat menjadi terkenal, tidak hanya berlangsung selama Silent Spring hangat dibaca orang dan selama masalah ancaman DDT dibahas oleh pelbagai kalangan, tetapi berkelanjutan terus memperluas cakupannya, meningkatkan keprihatinannya, juga semakin banyak jumlahnya, dengan berlalunya tahun demi tahun, dengan munculnya malapetaka-malapetaka lingkungan. Pada saat ini, setelah tiga puluh tahun, gerakan lingkungan telah menjadi faktor yang sangat menentukan dalam segala hal, mulai dari kampanye politik sampai agenda rapat legislatif, membentuk nilai tambah atau kode etik bagi pemasaran barang dimasukkannya dalam kurikulum sekolah; singkatnya, masalah lingkungan telah menjadi bagian permanen dalam kehidupan Amerika. Apa pun yang membentuk gerakan lingkungan dalam dekade berikut, ataupun abad mendatang gerakan selama 30 tahun terakhir ini telah mengubah kesadaran dan sikap orang Amerika sedalam perubahan akibat kesadaran terhadap masalah perbudakan pada abad ke-l9. Jarang sekali ada suatu gerakan yang dalam tempo sesingkat itu memperoleh dukungan luas masyarakat, dan memberikan dampak regulatoris dan legislatif, menghasilkan sedemikian banyak organisasi aktif, atau menjadi terpatri dalam suatu kebudayaan: benar-benar suatu REVOLUSI HIJAU!

Buku ini merupakan kisah dari tiga dasawarsa gerakan-gerakan lingkungan di Amerilca Serikat: faktor-faktor yang menyebabkan kemunculannya, kampanye-kampanye yang dilakukan, jatuh bangunnya, lawan dan kawannya, serta kegagalan dan, keberhasilannya. Tiga dasawarsa ini dapat kita bagi menjadi empa periode yang saling berkaitan:

Periode pertama, berlangsung dari tahun 1962 sampai dengan Hari Bumi yang pertama pada tahun 1970, yakni ketika gerakan lingkungan pada awalnya dipaksa masuk dalam agenda nasional, dan dengan demikian mengubah keprihatinan tradisionalnya terhadap wilayah hutan belantara ke fokus yang baru mengenai ancaman terhadap pemukiman manusia.

Periode kedua, berlangsung selama dasawarsa 1970-an sampai masa kepresidenan Reagan, saat pemerintahan Washington menjadi panglima medan perang dan pelopor utama pembaruan hukum, yang diarahkan oleh suatu persepsi baru mengenai hari kiamat yang sedang mendekat, dan umat manusia sebagai makhluk yang terancam di buminya sendiri.

Periode ketiga, tahun-tahun saat Reagan memberikan tanggapan, yakni ketika gerakan lingkungan dibagi menjadi tendensi yang semakin profesional, dan kelompok akar-rumput, kelompok bawah yang semakin radikal, yang ditandai oleh semakin tingginya pemahaman akan bumi yang terancam ini.

Periode keempat, masa pemerintahan Presiden Bush, ketika gerakan-gerakan lingkungan semakin matang baik dalam metode dan aksi serta tumbuh dengan semakin banyak anggota dan semakin banyak pula dananya, dan dengan semakin gigihnya perlawanan dan juga semakin getirnya frustrasi di hadapan kesadaran akan tekanan dan krisis pada biosfer dari satu-satunya planet yang berisi kehidupan di seluruh alam semesta ini.

Tiga dasawarsa dalam eksperimen yang luar biasa, unik dalam dunia yang modern ini, umat manusia harus berupaya menjadi nakhoda yang berhasil dalam mengemudikan bahtera suci, planet bumi.

* Sudah diterbitkan dalam edisi bahasa Indonesia oleh Yayasan Obor Indonesia, Jakarta 1990, dengan judul Musim Bunga yang Bisu, (redaksi.)

   
 

Judul asli:
The Green Revolution: The American Environmental Movement, 1962-1992
By Kirkpatrick Sale, originally published in the United States by Hill and Wang, New York

Penerjemah: Natheos Naller
Hak penerbitan dalam edisi bahasa Indonesia pada yayasan Obor Indonesia (Anggota IKAPI) Bandung, 1996.



Serat Jayabaya
Februari 4, 2008, 1:50 am
Filed under: budaya

Serat Jayabaya

Ramalan iki ora usah dipercaya. Yen percaya kuwi tegese nglangkahi takdire sing maha kuwasa. Dadi, di waca wae nanging ora usah dipercaya.

Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.

Tanah Jawa kalungan wesi.

Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.

Kali ilang kedhunge.

Pasar ilang kumandhang.

Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.

Bumi saya suwe saya mengkeret.

Sekilan bumi dipajeki.

Jaran doyan mangan sambel.

Wong wadon nganggo pakeyan lanang.

Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.

Akeh janji ora ditetepi.

Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe.

Manungsa padha seneng nyalah.

Ora ngendahake hukum Allah.

Barang jahat diangkat-angkat.

Barang suci dibenci.

Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.

Lali kamanungsan.

Lali kabecikan.

Lali sanak lali kadang.

Akeh bapa lali anak.

Akeh anak wani nglawan ibu.

Nantang bapa.

Sedulur padha cidra.

Kulawarga padha curiga.

Kanca dadi mungsuh.

Akeh manungsa lali asale.

Ukuman Ratu ora adil.

Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.

Akeh kelakuan sing ganjil.

Wong apik-apik padha kapencil.

Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin.

Luwih utama ngapusi.

Wegah nyambut gawe.

Kepingin urip mewah.

Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.

Wong bener thenger-thenger.

Wong salah bungah.

Wong apik ditampik-tampik.

Wong jahat munggah pangkat.

Wong agung kasinggung.

Wong ala kapuja.

Wong wadon ilang kawirangane.

Wong lanang ilang kaprawirane.

Akeh wong lanang ora duwe bojo.

Akeh wong wadon ora setya marang bojone.

Akeh ibu padha ngedol anake.

Akeh wong wadon ngedol awake.

Akeh wong ijol bebojo.

Wong wadon nunggang jaran.

Wong lanang linggih plangki.

Randha seuang loro.

Prawan seaga lima.

Dhudha pincang laku sembilan uang.

Akeh wong ngedol ngelmu.

Akeh wong ngaku-aku.

Njabane putih njerone dhadhu.

Ngakune suci, nanging sucine palsu.

Akeh bujuk akeh lojo.

Akeh udan salah mangsa.

Akeh prawan tuwa.

Akeh randha nglairake anak.

Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.

Agama akeh sing nantang.

Prikamanungsan saya ilang.

Omah suci dibenci.

Omah ala saya dipuja.

Wong wadon lacur ing ngendi-endi.

Akeh laknat.

Akeh pengkianat.

Anak mangan bapak.

Sedulur mangan sedulur.

Kanca dadi mungsuh.

Guru disatru.

Tangga padha curiga.

Kana-kene saya angkara murka.

Sing weruh kebubuhan.

Sing ora weruh ketutuh.

Besuk yen ana peperangan.

Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.

Akeh wong becik saya sengsara.

Wong jahat saya seneng.

Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul.

Wong salah dianggep bener.

Pengkhianat nikmat.

Durjana saya sempurna.

Wong jahat munggah pangkat.

Wong lugu kebelenggu.

Wong mulya dikunjara.

Sing curang garang.

Sing jujur kojur.

Pedagang akeh sing keplarang.

Wong main akeh sing ndadi.

Akeh barang haram.

Akeh anak haram.

Wong wadon nglamar wong lanang.

Wong lanang ngasorake drajate dhewe.

Akeh barang-barang mlebu luang.

Akeh wong kaliren lan wuda.

Wong tuku ngglenik sing dodol.

Sing dodol akal okol.

Wong golek pangan kaya gabah diinteri.

Sing kebat kliwat.

Sing telah sambat.

Sing gedhe kesasar.

Sing cilik kepleset.

Sing anggak ketunggak.

Sing wedi mati.

Sing nekat mbrekat.

Sing jerih ketindhih.

Sing ngawur makmur.

Sing ngati-ati ngrintih.

Sing ngedan keduman.

Sing waras nggagas.

Wong tani ditaleni.

Wong dora ura-ura.

Ratu ora netepi janji, musna panguwasane.

Bupati dadi rakyat.

Wong cilik dadi priyayi.

Sing mendele dadi gedhe.

Sing jujur kojur.

Akeh omah ing ndhuwur jaran.

Wong mangan wong.

Anak lali bapak.

Wong tuwa lali tuwane.

Pedagang adol barang saya laris.

Bandhane saya ludhes.

Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.

Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara.

Sing edan bisa dandan.

Sing bengkong bisa nggalang gedhong.

Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.

Ana peperangan ing njero.

Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham.

Durjana saya ngambra-ambra.

Penjahat saya tambah.

Wong apik saya sengsara.

Akeh wong mati jalaran saka peperangan.

Kebingungan lan kobongan.

Wong bener saya thenger-thenger.

Wong salah saya bungah-bungah.

Akeh bandha musna ora karuan lungane. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe

Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram.

Bejane sing lali, bejane sing eling.

Nanging sauntung-untunge sing lali.

Isih untung sing waspada.

Angkara murka saya ndadi.

Kana-kene saya bingung.

Pedagang akeh alangane.

Akeh buruh nantang juragan.

Juragan dadi umpan.

Sing suwarane seru oleh pengaruh.

Wong pinter diingar-ingar.

Wong ala diuja.

Wong ngerti mangan ati.

Bandha dadi memala.

Pangkat dadi pemikat.

Sing sawenang-wenang rumangsa menang.

Sing ngalah rumangsa kabeh salah.

Ana Bupati saka wong sing asor imane.

Patihe kepala judhi.

Wong sing atine suci dibenci.

Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat.

Pemerasan saya ndadra.

Maling lungguh wetenge mblenduk.

Pitik angrem saduwure pikulan.

Maling wani nantang sing duwe omah.

Begal pada ndhugal.

Rampok padha keplok-keplok.

Wong momong mitenah sing diemong.

Wong jaga nyolong sing dijaga.

Wong njamin njaluk dijamin.

Akeh wong mendem donga.

Kana-kene rebutan unggul.

Angkara murka ngombro-ombro.

Agama ditantang.

Akeh wong angkara murka.

Nggedhekake duraka.

Ukum agama dilanggar.

Prikamanungsan di-iles-iles.

Kasusilan ditinggal.

Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi.

Wong cilik akeh sing kepencil.

Amarga dadi korbane si jahat sing jajil.

Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit.

Lan duwe prajurit.

Negarane ambane saprawolon.

Tukang mangan suap saya ndadra.

Wong jahat ditampa.

Wong suci dibenci.

Timah dianggep perak.

Emas diarani tembaga.

Dandang dikandakake kuntul.

Wong dosa sentosa.

Wong cilik disalahake.

Wong nganggur kesungkur.

Wong sregep krungkep.

Wong nyengit kesengit.

Buruh mangluh.

Wong sugih krasa wedi.

Wong wedi dadi priyayi.

Senenge wong jahat.

Susahe wong cilik.

Akeh wong dakwa dinakwa.

Tindake manungsa saya kuciwa.

Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.

Hore! Hore!

Wong Jawa kari separo.

Landa-Cina kari sejodho.

Akeh wong ijir, akeh wong cethil.

Sing eman ora keduman.

Sing keduman ora eman.

Akeh wong mbambung.

Akeh wong limbung.

Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka.

Banyak Orang percaya pada ramalan di atas, bahkan sampai rela menghabiskan waktu kantor hanya untuk baca ramalan ini.




daftar beberapa buku yang layak dibaca
Februari 3, 2008, 8:37 am
Filed under: data

1. A. Denny J. Jatuhnya Soeharto dan Transisi ke Demokrasi
2. Adjie, Bayu. Desain Web dengan Flash, Fireworks, dan Dreamweaver
3. Adolf, Huala. Aspek-Aspek Negara dalam Hukum Internasional
4. Agung, Gregorius. Belajar Sendiri Macromedia Dreamweaver MX
5. Atmadilaga, Didi. Buku Pintar Panduan Penulisan Skripsi, Tesis, Disertasi (Buku Pertama)
6. Bahar, Ahmad. Amien Rais: Gagasan dan Pemikiran Menggapai Masa Depan Indonesia Baru
7. Barret, Jim, Geoff Williams. Tes Bakat Anda
8. Beetham, David, and Kevin Boyle. Demokrasi: 80 Tanya-Jawab
9. Bhakti, Ikrar Nusa, Irine H. Gayatri (eds). Unitary State Versus Federal State: Searching for an Ideal Form of the Future Indonesia State
10. Boyle, Francis. Bohong Besar: Palestina dan Hukum Internasional
11. Brouwer, M.A.W. Studi Budaya Dasar
12. Budiardjo, Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik,
13. Chandra. Beranimasi Ria dengan Flash MX
14. Christie, Agatha. Poirot Melacak
15. Cini, Michelle (ed). European Union Politics
16. Clinton, Cathryn. Stone in My Hand
17. Daliyo, J.B. Pengantar Hukum Indonesia: Buku Panduan Mahasiswa
18. de Rover, C. To Serve and to Protect: Acuan Universal Penegakan HAM
19. Deaver, Jeffery. The Blue Nowhere
20. Deaver, Jeffery. The Devil’s Teardrop
21. Deedat, Ahmed. The Choice: Dialog Islam – Kristen
22. Diamond, Larry, Marc F. Plattner (eds). Nasionalisme, Konflik Etnik, dan Demokrasi
23. Dijkink, Gertjan. National Identity and Geopolitical Visions: Maps of Pride and Pain
24. Doyle, Arthur Conan. A Study in Scarlet
25. Doyle, Arthur Conan. The Sign of Four
26. Doyle, Arthur Conan. The Valley of Fear
27. Doyle, Arthur Conan. The Hound of Baskervilles
28. Doyle, Arthur Conan. Petualangan Sherlock Holmes
29. Doyle, Arthur Conan. Memoar Sherlock Holmes
30. Doyle, Arthur Conan. Kembalinya Sherlock Holmes
31. Doyle, Arthur Conan. Salam Terakhir Sherlock Holmes
32. Doyle, Arthur Conan. Koleksi Kasus Sherlock Holmes
33. Ecip, S. Sinansari. Kronologi Situasi Penggulingan Soeharto
34. Ecke, Wolfgang. Saksi yang Tak Nampak
35. Ecke, Wolfgang. Teka-Teki 13 Butir Intan
36. Effendy, Yudy. Bahasa Jerman Itu Mudah
37. Effendy, Yudy. Tata Bahasa Perancis Praktis
38. Fatah, Eep Saefulloh. Bangsa Saya yang Menyebalkan: Catatan tentang Kekuasaan yang Pongah
39. Geiss, Imanuel. The Question of German Unification 1806-1996
40. Giddens, Anthony. The Third Way: Jalan Ketiga Pembaruan Demokrasi Sosial
41. Green, Gerald. The Magic of Public Speaking
42. Gunawan, Bondan S. Apa Itu Demokrasi
43. Gunawan, Ilham. Kamus Politik Internasional
44. Hakim, Lukmanul, Siti Mutmainah. Membuat Grafik Web yang Menarik dengan Photoshop
45. Hamzah, Alfian, Musa Kazamu, Muhammad Ikhsan (eds). Suara Mahasiswa Suara Rakyat: Wahana Intelektual di Balik Gerakan Moral Mahasiswa
46. Haning, Peter (ed). The Final Adventures of Sherlock Holmes
47. Hasanuddin, Fiftin Noviyanto. Pemrograman Actionscript dengan Flash 5 dan Aplikasinya
48. Hata. Aspek-Aspek Hukum dan Non-Hukum Perdagangan Internasional dalam Sistem GATT dan WTO
49. Henshall, Peter, dan David Ingram. Menjadi Jurnalis
50. Hitchcock, Alfred. Misteri Cermin Berhantu
51. Holsti, K.J. Politik Internasional: Suatu Kerangka Analisis
52. Istanta, F. Sugeng. Hukum Internasional
53. Jatmika, Sidik. AS Penghambat Demokrasi: Membongkar Politik Standar Ganda Amerika Serikat
54. Jews for Justice in the Middle East. Manipulasi dan Kejahatan Zionis dalam Konflik Israel-Palestina
55. Kansil, CST., dan Christine Kansil. Ilmu Negara (Umum dan Indonesia)
56. Kirkpatrick, Betty (ed). Roget’s Thesaurus of English Words and Phrases (concise edition)
57. Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi
58. Kru Hotgame. Gamesiklopedi
59. Kusnardi, Bintan R. Saragih. Ilmu Negara
60. Kusrianto, Adi dan Nurcahyo B. W. Membuat Efek Teks Menggunakan Corel Draw dan Photoshop
61. Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, Asia Foundation, USAID. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (Panduan Bagi Jurnalis)
62. Lines, June. 30 Menit Sebelum Wawancara Kerja
63. Locke, John. Kuasa Itu Milik Rakyat: Esai Mengenai Asal Mula Sesungguhnya, Ruang Lingkup, dan Maksud Tujuan Pemerintahan Sipil
64. Luttwak, Edward. Kudeta: Teori dan Praktek Penggulingan Kekuasaan
65. Manan, Abdul. Rahasia Shalat Sunat :Bimbingan Lengkap dan Praktis
66. Marhiyanto, Bambang, Rudy Maryono. Langkah Mudah Mencari Kerja: Kiat-Kiat Mendapatkan dan Melamar Pekerjaan
67. Maryam, Siti (eds). Sejarah Peradaban Islam: Dari Masa Klasik hingga Modern
68. Marzuki. Metodologi Riset
69. Masdar, Umaruddin. Mengasah Naluri Publik Memahami Nalar Politik
70. Mas’oed, Mohtar. Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin dan Metodologi
71. Mas’oed, Mohtar, Colin MacAndrews. Perbandingan Sistem Politik
72. Masters, M. Seri Hawkeye Collins dan Amy Adams (1-14)
73. McClintock, Norah. Misteri Kematian Peter Flosnick
74. McClintock, Norah. Melacak Pembunuh Mary Shackleton
75. McClintock, Norah. Dosa Sang Narapidana
76. McClintock, Norah. Pembunuhan di Taman Kota
77. McClintock, Norah. Jebakan Pembunuhan
78. Mead, Alice. Girl of Kosovo: Antara Cinta dan Perang
79. Moravcsik, Andrew. The Choice for Europe: Social Purpose and State Power from Messina to Maastricht
80. Mortier, Shamms. Flash 5: Weekend Crash Course
81. Najib, Muhammad, et.al. Suara Amien Rais Suara Rakyat
82. Noer, Deliar. Pemikiran Politik di Negeri Barat
83. Paine, Thomas. Daulat Manusia
84. Perdana, Teguh Iman. Ngefriend Sama Islam: Track #1
85. Perdana, Teguh Iman. Ngefriend Sama Islam: Track #2
86. Perdana, Teguh Iman. Ngefriend Sama Islam: Track #3
87. Poesponegoro, Marwati Djoened. Sejarah Singkat Jerman
88. Pratama, Bagas. Pedoman Menulis Surat Lamaran Kerja – Application Letters (Inggris-Indonesia)
89. Prodjodikoro, Wirjono. Asas-Asas Ilmu Negara dan Politik
90. Ramly, Andi Muawiyah. Peta Pemikiran Karl Marx: Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis
91. Rodee, Carlton Clymer, et.al. Pengantar Ilmu Politik
92. Rodriguez-Pose, Andres. The European Union: Economy, Society, and Polity
93. Rogers, Natalie. Berani Bicara di Depan Publik: Cara Cepat Berpidato dengan Efektif dan Efisien
94. Romli, Asep Syamsul M. Romli. Jurnalistik Praktis: Untuk Pemula
95. Rowe, Christopher, dan Malcom Schofield. Sejarah Pemikiran Politik Yunani dan Romawi
96. Rudy, T. May. Studi Strategis: Dalam Transformasi Sistem Internasional Pasca Perang Dingin
97. Rudy, Teuku May. Pengantar Ilmu Politik: Wawasan Pemikiran dan Kegunaannya
98. S., Syahda Guruh L. Menimbang Otonomi Vs Federal: Mengembangkan Wacana Federalisme dan Otonomi Luas Menuju Masyarakat Madani Indonesia
99. Sakwa, Richard, Anne Stevens (eds). Contemporary Europe
100. Santoso, Topo, Eva Achjani Zulfa. Kriminologi
101. Senja, Pipit (ed). Kado untuk Mujahid
102. Siedentop, Larry. Democracy in Europe
103. Silalahi, Ulbert. Pemahaman Praktis Asas-Asas Manajemen
104. Silvia. Kamus Saku Empat Bahasa :Inggris-Indonesia-Spanyol-Portugis
105. Soekanto, Soerjono. Sosiologi: Suatu Pengantar
106. Soenanto, Hardi, et.al. Memahami Psikotes
107. Steine, R.L. Goosebumps (1-15)
108. Steine, R.L. Goosebumps: Seri Petualangan Maut (3-4)
109. Suciadi, Andreas Andi. Membuat Animasi Flash tanpa Flash dengan Swish
110. Sukarna. Pengantar Ilmu Politik
111. Sulaeman, Munandar. Ilmu Budaya Dasar: Suatu Pengantar
112. Surayin, et.al. Kamus Pemula Perancis-Indonesia, Indonesia Prancis
113. Suryadinata, Leo. Politik Luar Negeri Indonesia di Bawah Soeharto
114. Sutrisno, Mudji. Demokrasi Semudah Ucapankah
115. Syafiie, Inu Kencana. Ilmu Politik
116. T., Tony H., Rudi L. Belajar Cepat Macromedia Flash 5 dalam 8 Hari
117. Tanpa Nama. Buku Praktek: Latihan Persiapan Test Psikologi
118. Tanpa Nama. Bahasa Jerman untuk Pemula
119. Tanpa Nama. Cinta di Tengah-Tengah Kengeria Perang: Surat-Surat Penghabisan dari Stalingrad
120. Tanpa Nama. Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia: Panduan Bagi Jurnalis
121. Tanpa Nama. Kumpulan Kisah Seru: Detektif-Kriminal-Misteri (Jilid 1)
122. Tanpa Nama. Oxford Mini School German Dictionary
123. Tierney, Elizabeth. 30 Menit Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi
124. Tierney, Elizabeth. 101 Cara Berkomunikasi Lebih Baik
125. Tunggal, Hadi Setia. Tanya-Jawab Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Hak-Hak Asasi Manusia
126. Tutang. Petunjuk Praktis Belajar HTML bagi Pemula
127. Varma, S.P. Teori Politik Modern
128. Viotti, Paul R., Mark V. Kauppi. International Relations Theory: Realism, Pluralism, Globalism, and Beyond
129. Wahyudi, Ribut. Public Speaking: Cepat Mahir Berpidato Bahasa Inggris
130. Weber, Ken. Misteri 5 Menit (Buku 1)
131. Wiarda, Howard J. European Politics in the Age of Globalization
132. Winardi. Pengantar Ilmu Ekonomi (Buku I)
133. Wujec, Tom. Akal Berbintang Lima



Simak Beberapa Kiat dan Tips Menulis Berikut . . .
Februari 3, 2008, 7:30 am
Filed under: keterampilan

Simak Beberapa Kiat dan Tips Menulis Berikut . . .

Tips menulis bagi pemula
Oleh :  Haryo Bagus Handoko


Bagi Anda yang ingin memulai menulis sebagai karir utama atau sekedar hobi untuk mengisi waktu luang, berikut ini beberapa tips yang mungkin akan membantu Anda.  Tulisan ini dibuat bukan untuk maksud sok menggurui, tapi dibuat sekedar untuk berbagi pengalaman dengan para pembaca yang berkeinginan untuk menekuni dunia tulis menulis.  Penulis artikel ini yakin bahwa banyak di antara pembaca yang mungkin membaca artikel ini jauh lebih mahir dan lebih mumpuni pengetahuan dan keahliannya dalam bidang tulis menulis.  Baiklah berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dan bisa dijadikan pedoman untuk memulai sebuah tulisan.

1.       Tetapkanlah suatu ide dasar / tema dari tulisan Anda.  Kembangkan ide tersebut dalam suatu kerangka pemikiran / kerangka tulisan, yaitu buatlah semacam skema / bagan alur mengenai tulisan yang hendak dibuat.  Banyak orang yang menyebut skema ini dengan “PARADIGMA TULISAN”.

2.       Setelah membuat skema / paradigma tulisan, mulailah lakukan sedikit riset (banyak juga akan semakin bagus).  Riset bisa berawal dari tulisan di buku-buku, berita di televisi, artikel-artikel yang menunjang baik di koran maupun dari internet.  Riset juga bisa pula didukung dengan informasi dari narasumber, yaitu orang yang berkompeten di bidang kajian yang akan menjadi bahan penulisan kita. Pengambilan data dari narasumber bisa dengan metode random sampling (metode pemilihan narasumber/responden secara acak), snowball sampling (metode pemilihan narasumber/responden dari mulut ke mulut, dimana jumlah responden akan bertambah banyak ; misal kita datangi si A, lalu kita wawancara, kita mintai pendapatnya tentang topik yang akan menjadi bahan tulisan kita, lalu kita tanyai si A, siapa lagi yang bisa kita datangi untuk kita mintai informasi.  Misalnya si A menyebutkan nama teman-temannya yang juga ahli di bidang itu, misalnya si B, si C dan si D.  Maka selanjutnya kita datangi si B, si C dan si D untuk mengorek keterangan lebih lanjut, demikian seterusnya hingga jumlah responden semakin lama semakin banyak dan data/keterangan serta informasi yang kita butuhkan semakin valid dan teruji kebenarannya).  Bisa juga kita melakukan survei, seluruh responden/narasumber yang berkompeten dalam bidang tersebut (100% semuanya kita wawancarai) kita minta keterangan tentang topik yang akan menjadi bahan tulisan kita.  Metode survei ini meskipun bisa menghasilkan data awal yang cukup valid, namun membutuhkan biaya yang tidak sedikit.  Dari ketiga metode pengumpulan data di atas, terserah kepada pembaca untuk memilih mana yang terbaik.

3.       Dari hasil riset dan wawancara dengan nara sumber, mulailah untuk memilah-milah dan melakukan penggolongan informasi tersebut dalam beberapa kategori.  Tiap versi yang berbeda dari hasil riset belum tentu salah 100%, namun perlu kita telaah lebih jauh dan kita lakukan analisa berdasarkan cara berpikir secara sistematis dan logis.  Mungkin saja potongan-potongan informasi tersebut merupakan secuil saja dari sejumlah besar informasi yang bila kita gabung-gabungkan dan kita analisa secara mendalam akan menghasilkan suatu gambaran global (the big picture) dari suatu masalah / topik yang akan kita bahas.  Bahasa sederhananya, yaitu kita ibaratnya mencari potongan-potongan informasi seperti halnya kalau kita mengumpulkan potongan kepingan gambar dalam permainan puzzle, lalu kita akan satukan potongan-potongan kecil itu pelan-pelan (gak usah terburu-buru, karena hasilnya tentu kurang bagus dan bisa saja analisa kita menjadi salah dan tulisan kita tidak valid), hingga akhirnya kita akan memperoleh hasil akhir yaitu gambar utuh yang bisa kita pahami.  Ooo ternyata ini gambar sapi toh ?  Kalau kita melihat sesuatu hanya sepotong sepotong lalu buru-buru kita lakukan analisa tentu analisa kita bisa saja salah bukan ?

4.       Dalam melakukan pembahasan dalam tulisan kita (memulai menulis), bisa saja kita membahas mulai dari hal-hal yang global dulu, baru kemudian sampai ke hal-hal yang kecil/detil.  Namun bisa juga kita mulai dari hal-hal yang kecil (potongan-potongan informasi yang berhasil kita kumpulkan) baru kita satukan dan kita bahas hingga kita bisa menyimpulkan gambaran global / keseluruhan pandangan dari suatu masalah (misalnya, dari pembahasan mengenai, buntut, kaki, perut, kepala, telinga, mulut, mata dan hidung, akhirnya kita sampai pada pembahasan mengenai makhluk apa yang kita bahas tadi.  Ooo ternyata ini sapi !).  Metode pembahasan dan penulisan mulai dari hal-hal kecil / potongan-potongan informasi yang kemudian disatukan dalam suatu kesimpulan akhir tentang sesuatu itu,  biasa kita temui dalam tulisan-tulisan novel atau bahkan film misteri yang kita tontong di bioskop atau televisi.

5.       Mengenai alur waktu kita bercerita (misal dalam penulisan cerpen atau novel), bisa kita menggunakan alur runtut (dari awal sampai akhir waktunya urut dan runtut/berkesinambungan), flash back (penceritaan dimulai dari bagian akhir dulu, kemudian baru diceritakan dari awal asal mula kok bisa terjadi seperti yang di bagian akhir itu), atau bahkan alur cerita gabungan antara alur cerita yang urut dengan alur cerita yang flash back.  Namun alur cerita gabungan, bila kita tidak pandai-pandai mengolah kata dalam tulisan kita, bisa-bisa kita malah membingungkan para pembaca (ingat tidak semua pembaca yang membaca tulisan yang kita buat adalah orang dengan kecerdasan yang mencukupi, karena mungkin saja ada beberapa dari mereka yang agak telmi/telat mikir.  Oleh sebab itu lebih baik tulisan dan gaya bercerita atau penyajian tulisan kita seharusnya dibuat sesederhana mungkin dan bisa dimengerti oleh semua orang.  Hindari bahasa-bahasa para pejabat yang pakai istilah-istilah adaptasi dari bahasa asing yang sok keren, pakailah istilah dalam bahasa Indonesia yang mudah dimengerti).

6.       Mengenai gaya bercerita, sebaiknya kita memakai gaya bercerita kita sendiri, dengan kata-kata yang sederhana, mudah dimengerti, pembahasan jangan terlalu berbelit-belit, pakailah perumpamaan-perumpamaan yang mudah untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin sedikit rumit, sehingga dengan adanya perumpamaan itu para pembaca bisa terbantu untuk memahami apa yang kita maksud.  Dalam menulis, sebaiknya kita tidak perlu terlalu kaku dalam hal pemilihan diksi (pemilihan kosa kata), bisa saja kita pakai bahasa gado-gado (Indonesia-Jawa), walaupun tidak selalu disarankan.  Pendek kata, kita menjadi diri sendiri saat kita menulis sesuatu.  Jangan pernah berusaha meniru gaya bercerita orang lain dari tulisan tertentu yang pernah kita baca.  Tiap orang adalah pribadi yang unik, yang memiliki ciri khas dan tentu saja cara bercerita dan cara penyampaian isi pikirannya tentu akan berbeda-beda.  Justru dengan ciri khas gaya penulisan dan cara bercerita kita yang unik itulah, maka akan menjadi semacam kekhasan kita (bahasa kerennya “trade mark kita”).  Seperti halnya dalam dunia musik, setiap penyanyi tentu punya style/gaya dan penampilan serta genre (tema musik) yang tersendiri.

7.       Tema apa yang bisa kita sajikan dalam tulisan kita ? Mulai saja dengan menulis sesuatu yang sederhana yang ada di sekeliling kita.  Para penulis bisa saja mengambil topik mengenai pengetahuan ilmiah, pengetahuan umum, hobi dan ketrampilan, tutorial perbengkelan/otomotif, keagamaan, pengalaman hidup yang membawa hikmah, tutorial memasak, tutorial komputer, tutorial HP, tutorial bercocok tanam/tanaman hias, tutorial desain atau bahkan tentang tips dan tutorial mengenai tata rias kecantikan, berbagai macam humor seputar dunia sekolah, kekonyolan teman, kehidupan di rumah, diri kita sendiri, atau bahkan obyek benda mati yang paling remeh sekalipun (sebagai obyek penderita yang kemudian dianggap seakan-akan sebagai makhluk hidup yang mempunyai perasaan dan emosi.  Di situlah kemampuan kita untuk menceritakan segala hal maupun kejadian yang terjadi di sekitar obyek benda mati tersebut, sehingga seakan-akan obyek benda mati tersebut sebagai saksi hidup yang bisa menceritakan segala hal yang terjadi dari sudut pandang si benda mati itu. Dengan kata-kata dan diksi yang tepat dan berkesan lugu dan polos, untuk menggambarkan setiap kejadian dan berbagai hal yang terjadi maka semua gambaran ilustrasi dalam bentuk cerita itu sudah bisa disebut sebuah karya cerita pendek yang cukup unik).  Baiklah, misalnya saja kita tetapkan saja kertas tissue toilet sebagai obyek yang akan kita bahas.  Kita pura-puranya memposisikan diri kita sebagai kertas tissue toilet tersebut, lalu kita bisa berangan-angan/membayangkan dan tentu saja berimajinasi  apa saja yang akan dilakukan orang dengan kertas tissue toilet tersebut.  Tentu saja akan muncul berbagai “versi” cara orang menggunakan kertas tissue toilet tersebut, dan bahkan mungkin ada orang yang tidak menggunakan kertas tissue toilet itu sebagaimana fungsinya.  Kita bisa juga membayangkan dan membahas tentang berbagai tipe orang yang masuk ke kamar kecil / toilet (tempat kertas tissue itu berada), mulai dari orang yang lemah lembut, grusa-grusu, sampai orang yang jorok sekalipun. Semakin unik dan semakin polos kita menggambarkan sesuatu yang berhubungan dengan kertas tissue dengan orang-orang yang menjadi pengunjung toilet, serta semakin kita bisa membawa pembaca untuk lebih “menghayati” akan “penderitaan” si kertas tissue, berarti tulisan kita sudah cukup komunikatif dengan para pembaca.

8.       Bagi penulis yang tema tulisannya lebih banyak ke masalah teknis atau tutorial mengenai suatu topik tertentu, misalnya tentang Hand Phone atau komputer, tulisan tentang resep masakan, atau yang lainnya, sangat disarankan agar tulisan sebaiknya diberi ilustrasi/gambar pendukung baik gambar buatan tangan ataupun mungkin foto-foto pendukung yang “bisa memberikan gambaran” kepada para pembaca agar tulisan kita lebih komunikatif dan interaktif dengan para pembaca yang mungkin masih awam.

9.       Jangan terlalu tegang dan takut salah, santai saja saat kita akan memulai menulis tentang sesuatu.  Biasakan membawa buku/notes kecil atau bahkan beberapa helai potongan kertas dan bolpoin kemanapun kita pergi.  Atau bahkan mungkin flash disk bagi yang mampu membelinya,  Siapa tahu kita bertemu dengan hal-hal yang bisa menjadi ide untuk bahan tulisan kita, maka kita akan dengan mudah membuat poin-poin penting yang bisa dicatat di selembar kertas yang kita bawa tadi.  Atau bahkan orang / kenalan yang membawa laptop yang berisi data-data/bahan-bahan yang bisa mendukung isi tulisan kita, jadi kalau kita membawa flash disk, kita bisa meminta ijin untuk mengcopy file-file data pendukung yang mungkin dimiliki orang/teman kita di komputer laptopnya. Saat menulis jangan pernah membatasi sampai berapa halaman isi tulisan kita, karena biasanya para editor di koran, majalah atau penerbit pasti akan selalu mengedit tulisan kita.  Dalam banyak kasus, tulisan kita yang semula pendek bisa disulap oleh penerbit menjadi tulisan yang sangat panjang dan detil, atau bahkan sebaliknya.  Ini sesuai dengan pengalaman penulis artikel ini yang pernah mengirimkan naskah tulisan ke majalah HAI dan majalah INFO KOMPUTER.  Di majalah HAI, artikel humor penulis yang saat itu panjangnya satu setengah halaman, bisa disulap oleh editor majalah HAI menjadi cukup dua alinea saja tanpa mengurangi makna isinya.  Di majalah INFO KOMPUTER, naskah artikel penulis yang semula hanya tiga perempat halaman bisa disulap oleh redaksi/editor majalah INFO KOMPUTER menjadi dua halaman penuh yang dilengkapi pula dengan ilustrasi foto capture dari layar desktop komputer.

10.    Jangan pernah memperkirakan atau mematok harga mati berapa honor yang seharusnya kita terima, karena tiap media cetak atau penerbit memiliki patokan harga yang berbeda-beda.  Ada yang memberikan patokan honor berdasarkan jumlah artikel / topik artikel yang dimuat (dimana per artikel dihargai  mulai dari Rp 80.000,- s/d Rp 100.000,- ; ini untuk media dalam negeri/Indonesia.  Media asing seperti beberapa majalah di Australia dan Amerika bahkan bisa memberikan honor yang lebih tinggi yaitu antara Rp 500.000,- hingga Rp 1.000.000,- per artikel yang dimuat ; nominal mata uang sebenarnya dalam dolar dan tentu saja setelah ditransfer ke rekening kita akan berubah menjadi rupiah).  Ada pula beberapa media majalah yang memberikan patokan honor berdasarkan jumlah halaman cetak jadi yang dimuat di majalah tersebut dimana per halaman untuk tulisan yang dimuat dihargai antara Rp 70.000,- s/d Rp 100.000,-.  Jadi kalau tulisan artikel kita yang tadinya pendek karena diketik dalam 1 spasi atau satu setengah spasi dengan total halaman 2 lembar misalnya, bisa jadi setelah diedit dan dilayout oleh tim redaksi majalah, tulisan kita bisa disulap menjadi 4 hingga 6 halaman atau bahkan mungkin dipersingkat menjadi kurang dari naskah aslinya.  Jadi semuanya tergantung dari kebijakan tim redaksi majalah yang kita kirimi naskah artikel kita.  Biasanya, bila naskah artikel kita dimuat di suatu majalah kita akan diberikan edisi majalah yang memuat tentang tulisan kita secara gratis (disamping honor yang kita terima).  Namun jangan terlalu banyak berharap karena tidak semua media cetak mempunyai kebijakan seperti itu.  Bila tujuan kita menulis bukan untuk dimuat di majalah atau koran, melainkan untuk diterbitkan dalam bentuk buku, dari hasil obrolan dengan para penerbit, biasanya para penerbit memberikan royalti (hak cipta) yang dinilai dalam bentuk uang yang nominalnya biasanya sebesar 6% – 10% dari total penjualan / cetakan yang biasa dibayarkan setiap penerbit mencetak dan menerbitkan buku tulisan kita.  Ada penerbit yang sekali cetak bisa berani mencetak ratusan buku atau bahkan ada yang sekali cetak bisa sampai 1000 buku atau bahkan lebih.  Semua tergantung ke masing-masing penerbit.  Dalam komunikasi dengan penerbit, kita bisa berkomunikasi dengan telepon (untuk penerbit luar kota) atau mendatangi langsung ke alamat penerbit.  Sedangkan untuk pengiriman naskah karya tulis kita bisa lewat pos, lewat e-mail atau bahkan diserahkan langsung dengan dibawa sendiri ke penerbit.  Ada penerbit yang hanya meminta versi digital tulisan kita (dalam bentuk file Ms-Word atau RTF) yang disimpan di disket atau CD atau dikirim lewat e-mail, dan ada pula yang bahkan meminta baik versi digital tulisan kita (dalam bentuk file Ms-Word atau RTF yang disimpan di disket atau CD) maupun versi cetaknya (yang dicetak/di-print di kertas folio atau A4).  Semuanya tergantung dari kebijakan masing-masing penerbit.  Untuk itulah sebaiknya kita melakukan konfirmasi dan negosiasi dulu dengan penerbit tentang bentuk dan format naskah tulisan kita serta cara pengirimannya.

*  *  *


Tips Mengirim Naskah Artikel ke Media Massa


Sebagai penulis tentunya kita dituntut untuk selalu produktif dalam menghasilkan berbagai karya tulisan, baik itu yang berupa cerita fiksi, atau bahkan tulisan yang sifatnya informatif, seperti artikel mengenai cara berkebun, artikel resep masakan, maupun artikel mengenai segala hal yang berhubungan dengan teknologi, misalnya saja artikel tentang berbagai tips dan pembahasan mengenai software komputer terkini.  Ingatlah bahwa tulisan kita bisa “dijual” dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas.  Tentu kita tidak ingin bahwa tulisan dan naskah karya kita hanya menumpuk begitu saja di rumah, atau bahkan di hard disk komputer kita tanpa berdaya guna apa-apa.  Buat apa produktif kalau kita tidak bisa menghasilkan “uang”, sesuatu yang bisa sekedar menjadi insentif bagi kita untuk terus berkarya.  Memang segala kegiatan tulis menulis tidak sepenuhnya harus melulu bersangkut paut dengan uang, namun tentunya sebagai penulis kita juga membutuhkan penghasilan untuk dapat terus “hidup” dan “eksis” melalui tulisan-tulisan kita.  Honor yang kita dapat dari menulis selanjutnya bisa kita gunakan untuk berbagai keperluan riset, misalnya, atau paling tidak untuk membiayai pengeluaran “perangko” atau  untuk membiayai “ongkos mengirim artikel melalui internet di warnet”.  Oleh karena itulah, sedapat mungkin setiap naskah tulisan kita hendaknya berbobot, berkualitas dan bernilai “jual” sehingga bisa layak dimuat di berbagai media massa baik lingkup nasional maupun internasional.

Karena dewasa ini dunia internet sudah begitu akrab di kalangan para penulis dan banyak membantu dalam pengiriman naskah artikel dengan biaya yang lebih murah, cepat dan efisien, maka dalam artikel tips kali ini akan dimuat beberapa alamat e-mail redaksi media massa mulai dari surat kabar, tabloid hingga majalah.  Semoga alamat-alamat e-mail ini cukup berguna bagi para penulis yang ingin “mengadu nasib” mengirimkan naskah-naskah artikelnya.  Naskah artikel bisa dilampirkan sebagai file attachment (file lampiran) dalam e-mail yang kita kirim ke redaksi media massa.  Tentunya di e-mail yang kita kirim tersebut, sebaiknya kita berikan surat pengantar yang berisikan mengenai data pribadi kita, seperti nama, alamat, pendidikan terakhir penulis, minat dan spesialisasi penulis,  nomor telepon, alamat e-mail hingga nomor rekening bank untuk menampung honor dari media massa bila tulisan kita dimuat.  Biasanya kita baru akan menerima respon atau konfirmasi dimuat tidaknya karya tulis kita antara 1 hingga 2 bulan semenjak tanggal pengiriman naskah artikel.

Berikut ini disajikan beberapa alamat e-mail redaksi media massa (surat kabar, tabloid dan majalah baik dalam maupun luar negeri), semoga bisa membantu Anda yang ingin mengirimkan naskah karya tulisan  demi mengais rupiah atau bahkan dolar dan euro :

Surat Kabar “Berita Sore” (Indonesia) redaksi@beritasore.com
Surat Kabar “Medan Bisnis” (Indonesia) mdnbisnis@nusa.net.id
Surat Kabar “Mediator” (Indonesia) mediator@indosat.net.id
Surat Kabar “Portibi” (Indonesia) portibidnp@yahoo.com
Surat Kabar “Realitas” (Indonesia) info@realitasonline.com
Surat Kabar “Sinar Indonesia Baru” (Indonesia) redaksi@hariansib.com
Surat Kabar “Waspada” (Indonesia) waspada@indosat.net.id
Surat Kabar “Haluan” (Indonesia) ptranah@indosat.net.id
Surat Kabar “Singgalang” (Indonesia) tanbaro@indosat.net.id
Surat Kabar “Riau Mandiri” (Indonesia) mnnet@indosat.net.id
Surat Kabar “Sumatera Ekspres” (Indonesia) sumeks@plg.mega.net.id
Surat Kabar “Berita Kota” (Indonesia) berikot@vision.net.id
Surat Kabar “Bisnis Indonesia” (Indonesia) bisnis@bisnis.co.id
Surat Kabar “Seputar Indonesia” (Indonesia) redaksi@seputar-indonesia.com
Surat Kabar “Guojiri Bao” (Indonesia) Idnews@cbn.net.id
Surat Kabar “Harian Perdamaian / He Ping Ribao” (Indonesia) ynshibao@cbn.net.id
Surat Kabar “Indonesia Shang Bao” (Indonesia) indshangbao@shangbao.co.id
Surat Kabar “Lampu Merah” (Indonesia) redaksi-lamer@yahoo.com
Surat Kabar “Media Indonesia” (Indonesia) redaksi@mediaindonesia.co.id
Surat Kabar “Modal” (Indonesia) redaksi@modalonline.com
Surat Kabar “Pantura” (Indonesia) pantura@indosat.net.id
Surat Kabar “Pantau” (Indonesia) pantau@isai.or.id
Surat Kabar “Prospektif” (Indonesia) prospek@indosat.net.id
Surat Kabar “Republika” (Indonesia) sekredrep@hotmail.com
Surat Kabar “Suara Karya” (Indonesia) redaksi@suarakarya-online.com
Surat Kabar “Terbit” (Indonesia) terbit@indosat.net.id
Surat Kabar “The Jakarta Post” (Indonesia) jktpost2@cbn.net.id  ;  editorial@thejakartapost.com
Surat Kabar “Warta Kota” (Indonesia) warkot@indonesia.com
Surat Kabar “Metro Bandung” (Indonesia) metrobdg@rad.net.id
Surat Kabar “Pikiran Rakyat” (Indonesia) redaksi@pikiran-rakyat.com
Surat Kabar “Harian Banten” (Indonesia) hrnbtn@indo.net.id
Surat Kabar “Solo Pos” (Indonesia) solopos@bumi.net.id
Surat Kabar “Suara Merdeka” (Indonesia) redaksi@suaramer.famili.com ; kukrit@suaramerdeka.com
Surat Kabar “Wawasan” (Indonesia) wwsp10@indosat.net.id
Surat Kabar “Kedaulatan Rakyat” (Indonesia) redaksi@kr.co.id
Surat Kabar “Malang Pos” (Indonesia)   mpost03@yahoo.com
Surat Kabar “Jawa Pos” (Indonesia)  editor@jawapos.co.id  ;   indopos@jawapos.co.id
Surat Kabar “Radar Bogor” (Indonesia) radar@bogor.indo.net.id
Surat Kabar “Radar Cirebon” (Indonesia) radarcbn@indosat.net.id
Surat Kabar “Radar Semarang” (Indonesia) radarsemarang@jawapos.co.id
Surat Kabar “Radar Sorong” (Indonesia) Pono_Srg@yahoo.com
Surat Kabar “Seputar Indonesia” (Indonesia) redaksi@seputar-indonesia.com ;
marcomm@seputar-indonesia.com  ;  sindo_jatim@yahoo.co.id  ;  seputarindonesia@gmail.com
Surat Kabar “Suara Pembaruan” (Indonesia)  koransp@suarapembaruan.com
Surat Kabar “Kompas” (Indonesia)  kompas@kompas.com  ; opini@kompas.com  ; opini@kompas.co.id
Surat Kabar “Koran Tempo” (Indonesia) ktminggu@tempo.co.id  ;  koran@tempo.co.id
Surat Kabar “Pikiran Rakyat” (Indonesia) redaksi@pikiran-rakyat.com
Tabloid “Senior” (Indonesia)  redaksi@seniornews.co.id
Surat Kabar “Nusa” (Indonesia) nusain@indo.net.id
Surat Kabar “Kupang Pos” (Indonesia) poskpg@kupang.wasantara.net
Surat Kabar “Banjarmasin Post” (Indonesia) bpost@indomedia.com
Surat Kabar “Indonesia Merdeka” (Indonesia) redakim@telkom.net
Surat Kabar “Pedoman Rakyat” (Indonesia) pedoman_rakyat@yahoo.com
Surat Kabar “Nyiur Post” (Indonesia) nyiur_post@yahoo.com
Surat Kabar “Cendrawasih Post” (Indonesia) cepos_jpr@yahoo.com
Surat Kabar “Sun Herald” (Australia)  sheditorial@mail.fairfax.com.au  ;  shletters@mail.fairfax.com.au
Majalah Teknologi (USA) letters@technologyreview.com
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi “Science” (USA)    http://www.submit2science.org
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi “NewScientist” (UK) enquiries@newscientist.com ;
opinion@newscientist.com   ;   news@newscientist.com  ;   emma.young@newscientist.com ;
features@newscientist.com  ;  feedback@newscientist.com
Majalah Ilmu Pengetahuan & Teknologi “Scientific American” (USA) info@sciam.com ; editor@sciam.com ;
letters@sciam.com
Majalah teknologi komputer tablet (USA)  editor@PocketPCmag.com
Majalah Komputer “PC World” (USA)  letters@pcworld.com
Majalah Komputer “Mac World” (USA)  letters@macworld.com
Majalah Komputer “Mac World” (UK) davidf@macworld.co.uk
Majalah Komputer “Maximum PC” (USA) input@maximumpc.com   ;  editor@maximumpc.com
Majalah Komputer “PC Gamer” (USA) editor@pcgamer.com
Majalah Komputer “CPU Magazine” (USA)  editor@cpumag.com
Majalah Komputer “PC Magazine” (USA)  pcmag@ziffdavis.com
Majalah Komputer “PC Today” (USA)  editor@pctoday.com
Majalah Komputer “Smart Computing” (USA)  editor@smartcomputing.com
Majalah Komputer “Windows IT Pro” (USA)  letters@windowsitpro.com
Majalah Komputer “Web-User” (UK)  letters@web-user.co.uk
Majalah Komputer “PC World Australia” (Australia)  amanda_conroy@idg.com.au
Majalah Komputer “Mobile Magazine” (USA)  editor@mobilemg.com  ;  editors@mobilemagazine.com
Majalah Komputer “PC Media” (Indonesia)  redaksi@pcmedia.co.id
Majalah Komputer “CHIP” (Indonesia)  redaksi@chip.co.id
Majalah Komputer “Komputer Aktif” (Indonesia) komputeraktif@gramedia-majalah.com ;
surat-aktif@gramedia-majalah.com
Majalah Komputer “Info Komputer” (Indonesia)  redaksi@infokomputer.com
Majalah /  Tabloid Komputer “Tabloid PC Plus”  redaksi@tabloidpcplus.com  ;  naskah@tabloidpcplus.com
Tabloid Komputer “PC Mild” (Indonesia)  pcmild@pcmedia.co.id
Majalah Komputer “E Indonesia” (Indonesia) redaksi@majalaheindonesia.com
Majalah Televisi Satelit dan Antena Parabola “Tele-Satellite International” (Jerman)
alex@TELE-satellite.com ; Wiesealex@TELE-satellite.com
Majalah Teknologi Satelit dan Telekomunikasi “Sat Magazine” (USA)   design@satnews.com
Majalah Fotografi “Popular Photo” (USA)  PopEditor@hfmus.com
Majalah Otomotif Mobil Balap “Race Car”  (USA)  racecar@ipcmedia.com
Majalah Sound Sistem Audio Video “Sound And Vision” (USA)  soundandvision@hfmus.com
Majalah HP dan Telekomunikasi “Australian Telecom” (Australia)   telecom@charlton.com.au
Tabloid Komputer “Komputek” (Indonesia)  komputek_redaksi@telkom.net
Majalah Telepon Genggam dan Elektronik “T3″ (Indonesia)  t3@t3ind.com
Majalah Komputer, HP, dan Elektronik “Hardware Magazine” (Indonesia)  info@id.hardwaremag.com
Majalah HP “MnS” (Indonesia)  MnS@jagatmedia.com  ; redaksi@jagatmedia.com
Majalah HP “Sinyal” (Indonesia) redaksi@majalahsinyal.com
Majalah Komputer dan Playstation “Hot Game”  (Indonesia)  hotgame@gramedia-majalah.com
Majalah Komputer dan Playstation “Game Station”  (Indonesia)  gamestation@megindo.net
Majalah Komputer dan Playstation “Digicom” (Indonesia)  redaksi@majalahdigicom.com
Majalah Animasi “Anima” (Indonesia)  anima@ultima-network.com
Majalah Komik “Sequen” (Indonesia)  sequen@cbn.net.id
Majalah Komik Bali “Bog Bog” (Indonesia)  bogbog@dps.centrin.net.id
Majalah Resensi Film “Cine Mags” (Indonesia)  cinemags@bdg.centrin.net.id
Majalah Remaja “Hai” (Indonesia)  hai_magazine@gramedia-majalah.com
Majalah Remaja “Kawanku” (Indonesia) http://www.kawanku-online.com
Majalah Remaja “Lisa” (Indonesia) redaksilisa@lisa.co.id
Majalah Remaja “Gadis” (Indonesia) info@gadis-online.com ; surat-surat@gadis-online.com
Majalah Cerpen Remaja “Cerita Kita” (Indonesia)  ceritakita@indosat.net.id
Majalah Sastra “Horison” (Indonesia) horisonpuisi@centrin.net.id  ;  horisoncerpen@centrin.net.id  ;
horisonesai@centrin.net.id  ;  kakilangit@centrin.net.id  ;  horison@centrin.net.id
Majalah Sepak Bola “Soccer” (Indonesia) soccer@gramedia-majalah.com
Majalah Pendakian Gunung “Climber” (UK)  climbercomments@warnersgroup.co.uk
Majalah Pendakian Gunung (Italia) vivalda@vivalda.com   ;  redazione@vivalda.com
Majalah Sepeda “Cycling” (Indonesia)  cycling@jagatmedia.com
Majalah Mobil “Car And Driver” (USA) editors@caranddriver.com
Majalah Wisata Bali “My Bali Magazine” (Indonesia)  info@mybalimagazine.com
Majalah Wisata Bali “Bali Bite”  (Indonesia)  info@balibite.com
Tabloid Flora Fauna “Agrobis” (Indonesia) agro_komplek@yahoo.com ;  agro_redaksi@yahoo.com
Majalah  Flora Fauna “Flona” (Indonesia)  flona@gramedia-majalah.com
Majalah Flora Fauna “Trubus” (Indonesia) redaksi@trubus-online.com
Tabloid  “Agrina” (Indonesia)  tabloid_agrina@yahoo.com
Tabloid Wanita “Nurani” (Indonesia)  redaksinurani@yahoo.com
Majalah Wanita “Femina” (Indonesia)  kontak@femina-online.com  ;  redaksi@feminagroup.com
Veronica.Wahyuningsi@feminagroup.com ; Sitta.Sarmawati@feminagroup.com
Majalah “Gratina” (Indonesia)  gratina@indosat.net.id
Tabloid Wanita “Nova” (Indonesia) nova@gramedia-majalah.com ;  klubnova@gramedia-majalah.com
Tabloid Wanita “Nyata” (Indonesia) redaksi_nyata@yahoo.com
Majalah Wanita “Alia” (Indonesia)   majalah_alia@yahoo.com
Majalah Wanita “Chic” (Indonesia)  chic@gramedia-majalah.com
Majalah Wanita “Ayah Bunda” (Indonesia)  info@ayahbunda-online.com
Majalah Wanita “Noor” (Indonesia)  redaksi@noor.co.id
Majalah Wanita “Kartini” (Indonesia)  redaksi@kartinionline.com
Majalah Wanita “Cosmopolitan” (Indonesia)   redaksi@cosmopolitan.co.id
Majalah Wanita “Her World” (Indonesia) herworldind@cbn.net.id
Majalah Wanita “Editor’s Choice” (Indonesia) redaksi_ec@erlangga.net  ;  maggie@erlangga.net
Majalah Wanita “Better Homes and Garden” (USA)   1716Locust@meredith.com
Majalah Wanita “Womans Day”  (USA)   womansday@hfmus.com
Majalah Kuliner “Menu Sehat” (Indonesia)  menusehat@gramedia-majalah.com
Majalah Kuliner “Sedap Sekejap” (Indonesia)  sedap-sekejap@gramedia-majalah.com
Majalah Alam Semesta “Nature” (USA)  editor@nature.com  ;  info@nature.com
Majalah Flora Fauna dan Pelestarian Alam  “Natur”  (Jerman)    redaktion@natur.de
Majalah Anjing “Your Dog” (UK)  sarahbpgroup@talk21.com  ;  emmabpgroup@talk21.com  ;
cat.dog@talk21.com
Majalah Kucing “Your Cat” (UK)  suebpgroup@talk21.com  ;  elizabethbpgroup@talk21.com
Majalah Kucing “Cats” (USA)  info@catsmag.com
Majalah Anjing “Chiens Sans Laisse” (Perancis)  alain@sanslaisse.com  ;  isabelle@sanslaisse.com
Majalah Anjing, Kucing dan Hewan Peliharaan “Pets Vets and People” (Australia)
http://www.petsandvets.com.au
petsvets-editorial@powerup.com.au  ;  petsvets@powerup.com.au
Majalah Berita “Tempo” (Indonesia)  red@tempo.co.id
Majalah Berita “Berita Indonesia” (Indonesia)  redaksi@berindo.com
Majalah Berita “Garda” (Indonesia) garda@centrin.net.id
Majalah Berita “Gatra” (Indonesia) redaksi@gatra.com
Majalah Berita “Gamma” (Indonesia) gamma@gamma.co.id
Majalah Berita “Der Spiegel” (Jerman)  spiegel@spiegel.de
Majalah “Readers Digest Nederland” (Belanda)  sgroot@readersdigest.nl
Majalah “Readers Digest Denmark” (Denmark) redaktionen@detbedste.dk
Majalah “Readers Digest Kanada” (Kanada) editor@readersdigest.ca
Majalah “Readers Digest Amerika” (USA) editor@readersdigest.com  ; letters@readersdigest.com
Majalah “Readers Digest Asia” (Singapura) editor@readersdigest.com.sg ; letters@readersdigest.com.sg
Majalah “Readers Digest Indonesia” (Indonesia) editor.rd@feminagroup.com
Majalah “Intisari” (Indonesia) intisari@gramedia-majalah.com
Majalah Astronomi “Centaurus” (Indonesia) redaksi@centaurusonline.com  ;
centaurus@centaurusonline.com  ;  info@centaurusonline.com
Majalah Desain Grafis “Concept” (Indonesia)   concept@indosat.net.id
Majalah Bisnis dan Ekonomi Asia “Singapore Business Review” (Singapura)  sbreditorial@charltonmedia.com  ;  liyana@charltonmedia.com

Sebenarnya masih banyak lagi alamat e-mail berbagai media massa yang bisa dijumpai di internet, dan bila Anda masih kurang puas dan ingin mencari lebih banyak lagi alamat e-mail berbagai media massa di seluruh dunia, Anda bisa mencarinya melalui http://www.google.com atau http://www.yahoo.com .

DAFTAR ALAMAT PERUSAHAAN PENERBIT DI INDONESIA


Sebagai seorang penulis, Anda tentu ingin agar karya tulis Anda bisa diterbitkan oleh perusahaan penerbit dan buku karya tulis Anda beredar secara luas dan dibaca oleh banyak orang.  Untuk itulah Anda memerlukan bantuan dari perusahaan penerbitan yang akan membantu Anda dalam hal mendanai, mencetak dan mendistribusikan karya tulis Anda dalam bentuk buku ke berbagai pelosok di tanah air.  Berikut ini adalah daftar alamat beberapa perusahaan penerbit buku di Indonesia :

Djambatan
Pogung Baru B/13 Yogyakarta
Telp. 0274-544168
Jl. Wijaya I/39 Jakarta
Telp. 021-7227989

The Critique
Jl. H Najihun No. 6 Gandaria Utara Kebayoran Baru
Telp. (021)7393685

Pustaka Zahra
Jl. Batu Ampar III No. 14 Condet Jakarta Timur
Telp. 021-8092269, 80871671

UI Press
Jl. Salemba Raya No. 4 Jakarta
Telp. 021-31935373, 31930172

PPM
Jl. Menteng Raya No.9 Jakarta
Telp. 021-2303247, 2302047

AL I’tishom Cahaya Umat
Jl. Pemuda III No. 10 Rt03/02 Rawamangun
Jakarta
Telp. 021-4701795

Balai Pustaka
Jl. Gunung Sahari Raya No.4
Jakarta
Telp. 021-3451616, 3804439

Bhuana Ilmu Populer
Jl. Kebahagiaan 11-11A
Jakarta
Telp. 021-2601234 ext 4441, 6340757

Bina Kasih, YK
Jl. Letjend Suprapto28 Cempaka Putih
Jakarta
Telp. 021-4209586, 4250357

Bumi Aksara
Jl. Sawo Raya 18
Jakarta
Telp. 021-4700988, 4700989

CSIS
Jl. Tanah Abang III/23-27
Jakarta
Telp. 021-3865532-35, 3847517,3809641

PT Dinastindo Adiperkasa Int’l
Jl. Kemiri Raya 68 Pd.Cabe Ciputat
Tangerang, Jakarta
Telp. 021-7496733, 7407078

EGC-Arcan
Jl. Agung Timur 4 Blok o/1 No.39
Jakarta
Telp. 021-65306283,65306712, 6518178

Gaya Favorit Press
Jl. H.R. Rasuna Said Kav.B32-33
Jakarta Selatan
Telp. 021-5253916,5209370,5266566, 5201080

Gema Insani
Jl. Ir.H. Djuanda (Jl.Baru ) Depok
Jakarta
Telp. 021-7708891, 7708894

Grasindo
Jl. Palmerah Selatan 22
Jakarta
Telp. 021-5483008,5480888 ext 3262, 5491412

Ichtiar Baru Van Hoeve
Jl. Raya Ps.Jum’at No.38D-E Pd.Pinang
Jakarta Selatan
Telp. 021-7511901, 7511855

Java Books Indonesia
Jl. Kelapa Gading Kirana I Blok A14 No.17
Jakarta
Telp. 021-4515351, 4534987

PT One Earth Media
Jl. Raya Fatmawati No.15,Komp.Ruko Golden Fatmawati Blok J-35
Jakarta Selatan
Telp. 021-75915813

PT Kesaint Blanc Indah
Jl. Lentong No.9 Narogong Raya, km 6,8 Bekasi
Telp. 021-8207554, 8207555

Rosda
Jl. Kembang Raya No.4
Jakarta
Telp. 021-3904984-5, 3901703

Samudra Buku
Jl. Kampung Baru Rt3/5 No.2 Pd.Pinang
Jakarta Selatan
Telp. 021-7509673

PT Sarana Panca Karya Nusa
Jl. Terusan Kopo No. 641 km 13,5 Katapang
Bandung
Telp. 022-5891519, 5891319

CV Aneka Ilmu Semarang
Jl. Raya Semarang Demak km 8,5
Semarang

PT Pustaka Rizki Putra
Jl. Hayam Wuruk No.24 G
Semarang

Grahadi Group
Jl. Merak VI No.2-3 Gumunggung
Solo

Era Intermedia
Jl. Slamet Riyadi 485 H, Ngendroprasto, Pajang, Laweyan
Solo

Absolut
Jl. Ibu Ruswo 10, Yogyakarta 55121.
Telp. (0274) 372039

ADICITA GROUP
Jl. Sisingamangaraja No.27 Yogyakarta 55153.
Website : http://www.adicita.net
E-mail : akn@adicita.net
Telp. 0274-377067, 379250, 372893, 448371

Aditya Media
Kantor Pusat : Jl. Bimasakti GK I/19, Yogyakarta 55221
Telp. (0274) 520612, 520613
Kantor Cabang: Unit Satu Demangan GK I/7, Yogyakarta 55221
Telp. (0274) 566678

AK Group
AK Group, Fajar Pustaka, Madani, Pustaka Hikmah, Tiga Lentera Utama, Benteng Press, Izzan Pustaka, Al-Manar, Al-Farqon
Jl. Purbayan Mutihan 154 RT 04 RW 18, Wirokerten, Banguntapan, Bantul 55194.
Telp (0274) 380714

AKY Press
Blimbingsari CT IV/38, Yogyakarta 55281
Website : http://www.onoff.or.id  dan http://www.insist.or.id
Telp. (0274) 377623, 373631

Alenia Press
Jl. Kapten Hariyadi No.19 Ngentak, Ngaglik, Sleman
Yogyakarta
Telp. (0274) 7442238

Alfa Media
Jl. Monjali 75 A Yogyakarta
Telp. 0274-584780

Andi Offset
Jl. Beo No.38-40 Yogyakarta
Telp. 0274-561881

Amara Books
Puri Arsita A6
Jl. Kalimantan, Purwosari, Mlati, Sleman, Yogyakarta
E-mail : amara_books@yahoo.com
Telp. (0274) 7470601

Analisa (Anggota IKAPI)
Jl. Djazuli Karangkajen MG III 918 A, Yogyakarta
Telp. (0274) 379250

Ar-Ruzz Media Group
Ar-Ruzz, Saujana, Prismasophie, Mediawacana, Ad-Dawa’, Waqtu, Ar-Ro’I, Indiebooks
Ringinsari No. 123, RT 02/49, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
E-mail : arruzzmedia@yahoo.com
Telp. (0274) 7482086, 8164772234
Jl. Sambilegi Baru No. 119 Yogyakarta
Telp. 0274-7482086

Bentang Pustaka (Group Mizan)
Jl. Pandega Marta 19, Yogyakarta

Bentara Budaya
Jl. Suroto 2, Kota Baru, Yogyakarta
Telp. (0274) 560404

Bigraf Publishing (Anggota IKAPI)
Jl. Sisingamangaraja 93, Yogyakarta 55153
Website : http://www.bigraf.com
E-mail : corporate@bigraf.com
Telp. (0274) 373019

Bola Party City
Jl.Kyai Mojo 45 YK/Jl. Gejayan 35, Yogyakarta
Telp. 0274-561320, 588080. Faks. (0274) 515794

Bumi Aksara
Jl. Ringroad Barat No.25D, Nogosaren, Yogyakarta
Telp. 0274-622330

BPFE Press
Jl. Gambiran 37, Yogyakarta 55161
Telp. (0274) 373760

BP Kedaulatan Rakyat
Jl. P. Mangkubumi 40-42, Yogyakarta 55232
Telp. (0274) 565685

Buku Baik
Tukangan DN II/467, Yogyakarta
Telp. 08156865768

Buku Laela
Perum Wirosaban Barat Indah No. 66, Umbulharjo, Yogyakarta 55162
Telp. 08562862256

Cindelaras
Gang Pangkur No. 19, Ganjuran, Manukan, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta
Telp. (0274) 523563, 889611, 889612

Cupid Group
Cupid, Belukar, Hijrah, Manyar Media
Gowok, Komplek Polri Blok A1 No.2, Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 489718
Jl. Babaran UH IV/1133 YK Yogyakarta
Telp. 081802627919

Dana Bhakti Primayasa
Jl. KH. Jawat Faqih Karangkajen MG II 858, Yogyakarta 55152
Telp. (0274) 373308

Diandra Primamitra
Jl. Gejayan gang Merak 263
Yogyakarta

Diva Press
Jl. Nogorojo 208C Gowok Yogyakarta
Telp. 0274-7418727

Dunia Kata
Jl. Kimpulan 04B, Desa Kimpulan, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta

Dunia Wacana University Press (Anggota IKAPI)
Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 6-19, Yogyakarta 55224
Telp. (0274) 563929

Ekonisia
Kampus Fakultas Ekonomi UII
Condong Catur, Sleman, Yogyakarta 55283
E-mail : ekonisia_feuii@hotmail.com

Elex Media
Jl. Kembang Baru I/4 Yogyakarta
Telp. 0274-484542

Erlangga
Jl. Beo No.9-10 Demangan Baru Yogyakarta
Telp. 0274-552261, 563349

PT Etno Mitra Pustaka
Jl. Garuda KD II/376 Jaranan, Banguntapan, Bantul
Yogyakarta
Telp. 0274-451138

Festival Kesenian Yogyakarta
Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 561914

Galang Press
Galang, Pustaka Marwa, Pustaka Anggrek, Indonesia Cerdas
Jl. Anggrek 3/34 Baciro Baru, Yogyakarta
Website : http://www.galangpress.com
E-mail : glgpress@indosat.net.id  ; galangpress2002@yahoo.com
Telp. (0274) 554985, 554986, 545609

Gajah Mada University Press
Jl. Grafika No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 561037

PT Gloria Usaha Mulia
Jl. Supadi No. 2 Yogyakarta
Telp. 0274-580009

PT Gramedia Pustaka Utama (cabang  Yogyakarta)
Jl. Sudarsancakra 197 Maguwoharjo, Yogyakarta
Telp. 0274-885030, 08888003114

Gama Media
Jl. Lowanu 55, Sorosutan, Yogyakarta 55162
Telp. (0274) 384830

Gava Media
Klitren Lor GK III/15, Yogyakarta
E-mail : infogavamedia@yahoo.com
Telp. (0274) 558502, 488771

Gema Insani Press
Jl. Pandega Insani, Pogung lor, Ringroad Utara, Yogyakarta
Telp. 0274-557562

Graha Ilmu
Candi Gerbang Permai Blok R No.6, Yogyakarta 55511
E-mail : info@grahailmu.com
Telp. (0274) 882474, 882262

Grasindo
Ndalem Tedjokusuman MG II/525
Yogyakarta

Hidayat, PO
Jl. Tentara Rakyat Mataram 9, Yogyakarta 55231
Telp. (0274) 563767

IAIN Sunan Kalijaga Press
Jl. Laksda Adisutjipto, Yogyakarta

Idea Press
Jl. Kaliurang, Gg. Tedomoyo CT III/3, Yogyakarta
Telp. (0274) 583900

Indonesia Tera
Jl. Mayjend Bambang Soegeng No. 262A, Magelang 56172
Website : http://www.indonesiatera.or.id
Bumi Prayudan blok BB-8 Magelang
Telp. 0293-327290

Dunia Tera
Jl. Suroto 10, Kotabaru, Yogyakarta
E-mail : duniatera@yahoo.com
Telp. (0274) 520138

Insist Press
Blimbingsari CT IV/38, Yogyakarta 55281
Website : http://www.press.insist.or.id
Telp. (0274) 544505

InterFidei
Jl. Banteng Utama No. 59 Sinduharjo Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581
E-mail : dianinterfidei@yahoo.com
Telp. (0274) 880149

IRCiSod
Ircisod, Diva Press
Jl. Nogorojo No. 208 C Gowok, Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 7418727, 0818462244

IRE Press
Jl. Kaliurang Km 5,5 Blok B No. 9A, Karangwuni, Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 581068

Jalasutra
Jl. Mangunegaran Kidul 25 Yogyakarta
Telp. (0274) 370445

Jendela Group
Jl. Gejayan Gg. Buntu II No. 5A, Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 518886

Kalika
Jl. Wahid Hasyim No. 99, Yogyakarta 55262
Telp. (0274) 418312

CV Kaliwangi (Anggota IKAPI)
Jl. Monumen Yogya Kembali 93, Yogyakarta 55284
Telp. (0274)566307

Kanisius
Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 588783, 565996, 563349

Karang Press
Jl. Krasak Barat 14, Kotabaru Yogyakarta
E-mail : karang_press@publicist.com
Telp. 0818731044

Kepel Press
Parwanggan PA I/551 Yogyakarta 55112
Telp. (0274) 516714

Kota Kembang
Jl. Bantul 130, Yogyakarta 55262
Telp. 0274-372939

Kreasi Wacana
Kadipaten Kulon KP I/73, Yogyakarta 55132
Telp. (0274) 381682

Kurnia Kalam Semesta
Jl. Lempongsari 3A Monjali, Ringroad Utara, Yogyakarta
Telp (0274) 884011

Kutub
Minggiran MJ II/1482, Yogyakarta
Jl. Ringroad Utara
Yogyakarta
Telp. (0274) 379406

Lapera Pustaka Utama
Jl. Minggiran No. 61 A Lt1
Yogyakarta 55141
Telp. (0274) 375416

Lesfi
Jl. Solo Km 8 Nayan No. 108A, Maguwoharjo
Yogyakarta 55282
E-mail : lesfi-jogja@telkom.net
Telp. (0274) 377542, 486872

L Kis
Jl. Parangtritis km.4,4 Salakan Baru No 1 Sewon, Bantul
Yogyakarta
Telp. 0274-7472110

Liberty (Anggota IKAPI)
Jl. Jayengprawiran 21-23, Yogyakarta 55112
Telp. (0274) 512908, 515692

LKIS Pelangi Aksara
Jl. Parangtritis Km 4,4 Salakan Baru Sewon, Bantul, Yogyakarta
E-mail : elkis@indosat.net.id
Telp. (0274) 419924

Logung Pustaka, Logung Media
Ringinsari No. 61 RT 01 RW 49, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 55282
Telp. 08562883155, 0274-7491576, 488404

Lukman Offset (Anggota IKAPI)
Jl. H. Agus Salim 50, Yogyakarta 55262
Telp. (0274) 374649

Media Abadi
Jl. Pugeran Timur 38B, Kumendaman, Yogyakarta
Telp. 0274-4018058

Media Pressindo
Jl. Godean Km 5 Guyangan GP IV/288, Yogyakarta
Telp. (0274) 620879
Jl. Jawa No. D-10 Perum Nogotirto II, Yogyakarta

Mitra Gama Widya (Anggota IKAPI)
Jl. Sisingamangaraja 27, Yogyakarta 55163

Mitsaq
Wisma PPJS Jogonalan Kidul RT 05 RW 21
Gg Malewa, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul
Yogyakarta 55181

PT Mizan Dian Semesta
Jl. Gedongan No.8 Yogyakarta
Telp. 0274-382800

Multi Karya Grafika
Jl. KH. Ali Maksum Krapyak Kulon Panggungharjo
Sewon, Bantul, Yogyakarta

CV Nada Nurani
Jl. Prof. Herman Yohanes, 103 E Sagan Yogyakarta
Telp. 0274-558010

Navila
Jl. Pakelmulyo UH V / 411, Golo, Yogyakarta
Telp (0274) 377034

Neo Santri
Mergangsari Kidul NG II/1233, Yogyakarta
E-mail : mustadhafin@lycos.com
Telp. 081328771999

PT Niaga Swadaya
Perum Sendok Indah KG II/360 Yogyakarta
Telp. 0274-376084

Ombak
Jl. Jatimulyo TR I/273 RT 04 RW 02
Yogyakarta 55242
Telp. (0274) 589243
Perum. Nogotirto III, Jl. Progo B-15 Yogyakarta
Telp. 0274-620606

Oracle
Pandega Buku Utama, Mata Bangsa
Sambilegi Baru No. 35 RT01 RW 53, Yogyakarta 55282
E-mail : matabangsa@hotmail.com

Persatuan
Jl. KH A Dahlan 107, Yogyakarta 55262
Telp. (0274) 376627, 381772

Phanta Rhei Books
Jl. Magelang Km 10 Ngancar, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511
Telp. 08156884239

Pilar Media
Jl. Ori I/2 Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta
Telp. 0274-541888

Pondok Edukasi
Puri Sewon Asri Blok D No. 23, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 7481634, 7497421

Prisma Media
Prisma Media, Qonun Al-Ghiyats
Stan RT 04 RW 44 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 55282
Jl. Cangkringan Km 3 Kalimati Tirtomartani Kalasan Sleman, Yogyakarta
Telp. (0274) 881229

Prisma Media Utama
Griya Karanganyar Asri, blok G-15 Yogyakarta
Telp. 0274-376236

Pro-U Media
Jl. Jogokaryan 35, Yogyakarta 55143
E-mail : pro-u@eramuslim.com
Telp. (0274) 380215

Pustaka Cendekia
Jl. Parangtritis Km 7, Yogyakarta
Telp. (0274) 7482495

Pustaka Dian
Babadan RT 04 RW 02 Purwomartani, Kalasan, Yogyakarta

Pustaka Gondhosuli
Jl. Sendang Mulyo 4 Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta 55673
Telp. (0274) 621752

Yayasan Pustaka Nusatama (Anggota IKAPI)
Jl. Sawit 21 Sawitsari, Yogyakarta 55283
Telp. (0274) 885471

Pustaka Pelajar
Pustaka Pelajar, Mitra Pustaka, Pustaka Semesta Press
Celeban Timur UH III/548
Yogyakarta 55167
Telp. (0274) 381542

Putera Langit
Minomartani, Jl. Blanak II/8
Yogyakarta 55581
Telp. 08156851792

Qalam
Qalam, Tinta, Qirtas
Jl. Kaliurang Km 7,5 Kayen Gg. Anggrek 57A
Yogyakarta 55283
Website : http://www.qalam-online.com
Telp. (0274) 7474039

PT Remaja Rosdakarya
Jl. Langenastran Kidul 28A Yogyakarta
Telp. 0274-340817

Resist Book
Jl. Magelang Km 5 Gg. Bima No. 39 Kutu Dukuh, Yogyakarta 55284
E-mail : resistbook@gmail.com  ; resistinfo@gmail.com  ; ippibook@yahoo.com
Telp/Faks. (0274) 580439

Sadasiva
Sadasiva, Mikraj, Tirai
Jl. Tamansiswa Gg. Permadi 1591, Yogyakarta
E-mail : penerbit_sadasiva@hotmail.com  ; tiraipenerbit@yahoo.com
Telp. 08157959060

Safiria Insania Press
Jl. Ringroad Timur No. 39 Nanggulan RT 01 RW 19, Maguwoharjo, Yogyakarta
Telp. (0274) 484584, 523637

Sajadah Press
Jl. Mangkuyudan MJ III/216, Yogyakarta
Telp. (0274) 380228

PT Salemba Emban Patria
Jl. Magelang km.2 Kricak kidul TR1/1216 Yogyakarta
Telp. 0274-521860

Sanata Dharma Press (Anggota IKAPI)
Jl. Gejayan Mrican, Yogyakarta
Telp. (0274) 513301, 515352

CV Sasmita Utama (Anggota IKAPI)
Tromol Pos 29 Yogyakarta 550022
Telp. (0274) 377067

Yayasan Seni Cemeti
Jl. Djazuli Karangkajen MG III/918A, Yogyakarta

Sumbangsih Offset
Jl. Ori 1/2 Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman
Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514718

Talenta
Jl. Veteran No. 99
Yogyakarta
Telp. 0818279640

Taman Budaya/Purna Budaya
Taman Budaya “Purna Budaya” Bulaksumur
Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 561914

Taman Pustaka Kristen (Anggota IKAPI)
Jl. Dr. Wahidin No. 38A
Yogyakarta 55222
Telp. (0274) 512449

Tiga Raksa Optima Perkasa
Jln. Gedong Kuning JG/III 149 Jogjakarta 55198
0274-382775, Faks. (0274) 414388

Yayasan Tamansiswa
Jl. Taman Siswa No. 25
Yogyakarta 55151
Telp. (0274) 377120, 373934

Wijayanto Press
Gesikan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 7420483

Tiara Wacana Yogya
Jl. Kaliurang Km 7,8 Kopen Utama 15,Banteng
Yogyakarta 55581
Website : http://www.tiarawacana.co.id
E-mail : yogya@tiarawacana.co.id
Telp. (0274) 880683

Torrent Books
Jl. Sorowajan 136-X Lt.2
Yogyakarta
Telp. (0274) 7481390

Tri-DE
Krapyak Wetan No. 165, Yogyakarta
Telp. (0274) 417434, 0818270719

UII Press
Jl. Cik Di Tiro No. 1
Yogyakarta 55223
E-mail : uiipress@mailcity.com
Telp. (0274) 513091, 547865, 547864, 08122958220

UPP-AMP YKPN
Jl. Langensari 45 Balapan, Yogyakarta 55222
Jl. Palagan Tentara Pelajar Km 7, Yogyakarta
Telp. (0274) 586115, 885805, 885700

Venus Corporation
Gowok Kompleks Polri Blok A1, No.2
Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 489718

Victory Jaya Abadi
Jl. Gowongan Kidul 18, Yogyakarta 55232
Telp. (0274) 566277

Widya Dara
Jl. Petung No. 13 A Yogyakarta

Wihdah Press
Jl. Suryodiningratan MJ II/721
Telp. (0274) 381204

Yayasan Obor Indonesia
Perum Jombor Baru, Blok 2 No.21 Yogyakarta

E-mail :  yayasan_obor@cbn.net.id

Telp. 0274-865557

Yayasan Untuk Indonesia
Jl. Karangmiri 17
Yogyakarta
Telp. (0274) 415757

Yudhistira
Jl. Sugeng Jeroni No.8, Yogyakarta
Telp. 0274-373961

Pustaka Elba
Ruko Galaxy Bumi Permai G-6/16 Surabaya
Telp. 031-70595271

PT Grafindo Media Pratama
Jl. Kutisari Indah Utara IV No.17
Surabaya

Penerbit Mizan
Kantor Pusat : Jl. Cinambo No. 135, Cisaranten Wetan Ujungberung, Bandung 40294. Telp. (022) 7834310 Faks. (022) 7834311 Email : info@mizan.com
Distribusi : Jl. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np. 146 Ujungberung, Bandung 40294. Telp. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg.centrin.net.id

Penerbit Read (Kelompok Mizan)
Kantor Pusat : Jl. Cinambo No. 137, Cisaranten Wetan Ujungberung, Bandung 40294. Telp. (022) 7834315 Faks. (022) 7834316 Email : info@dar-mizan.com
Distribusi : Jl. Cinambo (Cisaranten Wetan) Np. 146 Ujungberung, Bandung 40294. Telp. (022) 7815500 Faks (022) 7802288 Email : mizanmu@bdg.centrin.net.id

Penerbit GalangPress
Kantor Pusat : Jl. Anggrek 3/34 Baciro Baru – Yogyakarta 55225 Telp/Faks. (0274) 554985 Email : glgpress@indosat.net.id  website : http://www.galangpress.com

Penerbit QultumMedia (Kelompok Agromedia)
Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AK No. 18 Depok 16411 Telp/Faks (021) 7705606 Email : redaksi@qultummedia.com  , qultummedia@yahoo.com
Distribusi : Jl.Rajawali IV Blok HD X No. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. Telp. (021) 7451644, 74863334 Faks. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn.net.id

Penerbit MediaKita (Kelompok Agromedia)
Kantor Pusat : Pesona Depok II Estate Blok AR No. 9 Depok 16411 Telp. (021) 7707129 Faks. (021) 7701295 Email : info@mediakita.com
Distribusi : Jl.Rajawali IV Blok HD X No. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. Telp. (021) 7451644, 74863334 Faks. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn.net.id

Penerbit TransMedia
Kantor Pusat : Jl. Sultan Iskandar Muda No. 100 A-B Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12420 Telp/Faks. (021) 7292310, 7238342 Email : redaksi@transmediapustaka.com
Distribusi : Jl.Rajawali IV Blok HD X No. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. Telp. (021) 7451644, 74863334 Faks. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn.net.id

Kelompok Penerbit AR-RUZZ
Kantor Pusat : Jl. Anggrek 97 A Sambilegi Lor RT04/RW57 Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta. Telp. (0274) 4332044 Email : arruzzwacana@yahoo.com
Kantor Perwakilan Wilayah Timur : Jl. Joyosuko 54 Merjosari Lowokwaru, Malang 65100. Telp. (0341) 7771289 HP. 081334166888

Penerbit AL-I’TISHOM CAHAYA UMAT
Kantor Pusat : Jl.Pemuda III No. 10, Rawamangun Jakarta Timur. Telp. (021) 4702683-84 Faks. (021) 4701795

Penerbit BayuMedia
Kantor Pusat : Jl. Puncak Yamin No. 20 Malang 65100. Telp/Faks. (0341) 580638 Email : bayumedia@telkom.net

Penerbit Media Pressindo
Kantor Pusat : Jl. Irian Jaya D-24 Perum Nogotirto Elok II, Yogyakarta 55292. Telp. (0274) 7103084 Faks. (0274) 620879 Email : medpress@plasa.com  , masjali@yahoo.com
Distribusi : Jl.Rajawali IV Blok HD X No. 3 Bintaro Jaya Sektor IX Tangerang 15226. Telp. (021) 7451644, 74863334 Faks. (021) 74863332 Email : agromarketing@cbn.net.id

Penerbit ResistBook
Kantor Pusat : Jl. Magelang Km 5 Gang Bima No. 39 Kutu Dukuh, Yogyakarta 55284. Telp/Faks. (0274) 580439 , (0274) 7422761, 08157926208 (Mas Aan – Resist Book cabang Malang) Email : resistbook@gmail.com  website: http://www.resistbook.or.id

Penerbit Jalasutra
Kantor Jalasutra Yogyakarta : Jl. Mangunnegaran Kidul No. 22-25, Yogyakarta 55131. Telp. (0274) 370445 Email : pemasaran@jalasutra.com
Kantor Jalasutra Bandung : Jl. Sapujagat blok E-4 No. 137, Bandung 40123. Telp. (022) 2502261 Email : apuy@jalasutra.com

Penerbit UMM Press
Kantor Pusat : Jl. Raya Tlogomas 246 Malang. Telp/Faks. (0341) 7059981, 464318 pswt 140 Email : ummpress@yahoo.com  Website : http://ummpress.umm.ac.id

Penerbit Castle Books
Kantor Pusat :Jl. Sorowajan 136x Lantai 2 Banguntapan, Yogyakarta 55198. Telp. (0274) 7481390, 7473004 Email : hanggar_kreator742001@yahoo.com

Penerbit Navila Group
Kantor Pusat : Jl. Kaliurang Km 12 No. 34 Candi 2 RT03/RW06 Sardonoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta. Telp. (0274) 886866 Email : navila_book@yahoo.com
Kantor Pemasaran : Jl. Paketmulyo UH V/411 Golo Umbulharjo Yogyakarta. Telp/Faks. (0274) 377034, 886866
Kantor cabang Malang : Jl. Sidodadi 07 Kebon agung, Malang. Telp. (0341) 800528 HP. 08123315198

Penerbit SmartBooks
Kantor Pusat : Jl. Musi Raya No. 9 Semarang. Telp/Faks. (024) 3550069 Email : smartbooks@lycos.com
Kantor Perwakilan Yogyakarta : Ringroad Utara Km 1.6 Tobongsari RT 04 / RW 68 No. 3 Maguwoharjo Depok Sleman, Yogyakarta 55282. Telp HP. 08175482295 Email : ribut1@lycos.com

Penerbit PT. Elex Media Komputindo
Kantor Pusat : Jl. Palmerah Selatan 22, Jakarta 10270. Telp. (021) 5483008, 5490666, 5480888 Ext 3323 Website : http://www.elexmedia.co.id

Penerbit Gava Media
Kantor Pusat : Jl. Klitren Lor GK III / 15 Yogyakarta. Telp. (0274) 558502, 491047, 541324 HP.08122597214 Email : infogavamedia@yahoo.com , infogavamedia@telkom.net  , info@gavamediayk.zzn.com

Penerbit Andi Publishing
Kantor Pusat : Jl. Beo 38 – 40 Yogyakarta 55281. Telp. (0274) 561881 Faks. (0274) 588282 Email : andi_pub@indo.net.id    website : http://www.andipublisher.com  ;  pengiriman naskah softcopy buku bisa melalui  E-mail : penerbitan@andipublisher.com

Penerbit DataKom Lintas Buana
Kantor Pusat : Jl. Pemuda IV No. 20 Jakarta 13220. Telp/Faks. (021) 4759405 Email : datakom@telkom.net

Penerbit CV. Maxikom
Kantor Pusat : Jl. Residen H. Abdul Rozak No. 33 B5 – B6 Palembang 30114. Email : maxi@maxikom.co.id website : http://www.maxikom.co.id

Divisi Percetakan dan Penerbitan PD. Anindya
Kantor Pusat : Jl. Stasiun Lempuyangan 12 A, Yogyakarta 55186. Telp/Faks. (0274) 586556 Email : printing@anindya.com    website : http://www.anindya.com

Penerbit dan Percetakan Offset “INDAH”
Kantor Pusat : Jl. Lebak Arum III No. 16 Surabaya 60134. Telp (031) 3893306, 3893820, 3812626 Faks. (031) 3811280

Penerbit PT. Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia)
Kantor Pusat : Jl. Kebahagiaan No. 11 – 11a, Jakarta 11140 Telp. (021) 2601234, 2601555, 6341230 Faks. (021) 6340757 Email : bip_jkt@cbn.net.id

Penerbit PT. Gramedia
Kantor Pusat : Jl. Palmerah Selatan 22 Lantai IV Jakarta 10270

E-mail : fiksi@gramedia.com  ;  nonfiksi@gramedia.com

* * *
 
DAFTAR ALAMAT media cetak di indonesia


Bagi penulis yang tertarik untuk menulis berbagai artikel, rubrik dan tulisan dengan harapan dimuat di berbagai media cetak surat kabar di Indonesia, mungkin alamat-alamat surat kabar dan majalah berikut ini bisa cukup berarti dan mempermudah Anda – para penulis dalam mengirimkan karya-karya tulis Anda, seperti puisi, cerpen, artikel pengetahuan dan teknologi, sinopsis buku, resensi film, ulasan musik, gambar karikatur, cerita komik humor pendek maupun ulasan seni, serta  topik tulisan berbobot lainnya.

Serambi Indonesia

Jl. T. Nyak Arief 159

Lompriet, Banda Aceh

Telp. (0651) 22841

Propinsi Nangroe Aceh Darussalam

Analisa

Jl. Jend. A. Yani No. 35-43

Medan

Telp. (061) 4156655, 4511256  Faks. (061) 4514031

Propinsi Sumatera Utara

Berita Sore

Jl. Letjen Suprapto No. 1

Medan

Telp. (061) 4158787, 4150858   Faks.  (061) 4150383

redaksi@beritasore.com

Propinsi Sumatera Utara

Garuda

Jl. Jend. A. Yani V No. 11-13

Medan

Telp. (061) 4536639  Faks. (061) 4517431

Propinsi Sumatera Utara

Medan Bisnis

Jl. KH. Zainul Arifin No. 164-168

Medan

Telp. (061) 4521133  Faks. (061) 4524812

mdnbisnis@nusa.net.id

Propinsi Sumatera Utara

Medan Pos

Jl. Mayjen S. Miharjo No. 107

Medan

Telp. (061) 4511565  Faks. (061) 4513565

Propinsi Sumatera Utara

Mediator

Jl. Nibung II No. 12-14

Medan

Telp. (061) 4148393, 4519878  Faks. (061) 4526379

mediator@indosat.net.id

Propinsi Sumatera Utara

Mimbar Umum

Jl. Prof. HM. Yamin SH No. 352

Medan

Telp. (061) 4576262, 4576363, 4533462  Faks. (061) 4576262

Propinsi Sumatera Utara

Perjuangan

Jl. Abdullah Lubis No. 5

Medan

Telp. (061) 4562900  Faks. (061) 4572464

Propinsi Sumatera Utara

Portibi

Jl. A. Yani VII/42

Medan

Telp. (061) 4513341, 4525453  Faks. (061) 4518226

portibidnp@yahoo.com

Propinsi Sumatera Utara

Radar Medan

Jl. Amaliun No. 3

Medan

Telp. (061) 7368363, 7369385  Faks. (061) 7367825

Propinsi Sumatera Utara

Realitas

Jl. Kol. Sugiono No. 2

Medan

Telp. (061) 4524488  Faks. (061) 4556563

info@realitasonline.com

Propinsi Sumatera Utara

Sinar Indonesia Baru

Jl. Brigjen Katamso No. 66 AB

Medan

Telp. (061) 4512530, 4516530  Faks. (061) 4538150

redaksi@hariansib.com

Propinsi Sumatera Utara

Sumut Pos

Jl. Gurunpatimpus No. 1EE

Medan

Telp. (061) 4525514, 4519818  Faks. (061) 4524413

Propinsi Sumatera Utara

Waspada

Jl. Brigjen Katamso No. 1

Medan

Telp. (061) 4150858, 4531010  Faks. (061) 4531010, 4510025

waspada@indosat.net.id

Propinsi Sumatera Utara

Haluan

Jl. Damar No. 59 D-F

Padang

Telp. (0752) 23103, 31660  Faks. (0751) 33050

ptranah@indosat.net.id

Propinsi Sumatera Barat

Mimbar Minang

Jl. Perintis Kemerdekaan No. 77

Padang

Telp. (0752) 21535

Propinsi Sumatera Barat

Padang Ekspres

Jl. S. Parman 102A

Padang

Telp. (0751) 54511

Propinsi Sumatera Barat

Singgalang

Jl. Veteran No. 17

Padang

Telp. (0751) 25001, 38338, 36923  Faks. (0751) 33572

tanbaro@indosat.net.id

Propinsi Sumatera Barat

Media Riau

Jl. Kuantum Raya No. 135

Pekanbaru

Telp. (0761) 29909, 29100

Riau

Riau Mandiri

Gedung Riau Pers

Jl. Tuanku Tambusai No. 7

Pekanbaru

Telp. (0761) 62100  Faks. (0761) 63554, 65155

mnnet@indosat.net.id

Riau

Riau Pos

Jl. Raya Pekanbaru Bangkinan Km 10,5

Pekanbaru

Telp. (0761) 64631, 64632  Faks. (0761) 64638, 64640

Riau

Batam Pos

Jl. Raya Haji, Kompleks Orchid Poin Blok B/9

Batam

Telp. (0778) 421779

Lantang

Jl. Laksana Bintan, Kompleks Tanah Mas, Sei Panas

Batam

Telp. (0778) 334027

Sijori Mandiri

Kompleks Harboup View Industri Park Blok A/2

Batam

Telp. (0778) 427000

Sijori Pos

Jl. Raya Haji Kompleks Orchid Poin Blok B/9

Batam

Telp. (0778) 424543

Bengkulu Ekspress

Jl. Basuki Rahmat No. 5

Bengkulu

Telp. (0736) 20882

Rakyat Bengkulu

Jl. Pangeran Natadirja No. 69 Km 7

Bengkulu

Telp. (0736) 41360  Faks. (0736) 20882

Semarak

Jl. Basuki Rahmat No. 5

Bengkulu

Telp. (0736) 20882, 22060, 341694  Faks. (0736) 20882

Independent

Jl. Patimura No. 35 Km 8, Kenali Besar

Jambi

Telp. (0741) 65657, 63491  Faks. (0741) 65659

Jambi Ekspres

Jl. Kol. Abunjani No. 11 A Simpang Tiga Sipur

Jambi

Telp. (0741) 668844  Faks. (0741) 65753

Jambi Independent

Jl. Patimura No. 35 Km 8 Kenali Besar

Jambi

Telp. (0741) 65657, 63491  Faks. (0741) 65659

Linggau Pos

Jl. Yos Sudarso Lubuk Linggau

Telp. (0733) 323460

Propinsi Sumatera Selatan

Media Sumatera

Jl. Jend. Sudirman No. 3603

Palembang

Telp. (0711) 368423

Palembang Pos

Jl. Kol. H. Barlian No. 773

Palembang

Telp. (0711) 419300

Sriwijaya Pos

Jl. Kapten A. Rivai No. 88

Palembang

Telp. (0711) 310088

Suara Sriwijaya

Jl. Gersik Islada No. 124

Palembang

Telp (0711) 363784

Sumatera Ekspres

Gedung Graha Pena Palembang

Jl. Kol. H. Barlian No. 773

Palembang

Telp. (0711) 411768, 415263, 415264  Faks. (0711) 415266

sumeks@plg.mega.net.id

Transparan

Jl. Jend. Sudirman No. 2264

Palembang

Telp. (0711) 371776  Faks. (0711) 359462

Lampung Ekspres

Jl. Diponegoro No. 108 Teluk Betung

Bandar Lampung

Telp. (0721) 473372

Lampung Post

Jl. A. Yani No. 7

Bandar Lampung

Telp. (0721) 473372

Radar Lampung

Jl. Sultan Agung No. 18 Kedaton

Bandar Lampung

Telp. (0721) 782306  Faks. (0721) 789752

Sergap

Jl. Ikan Pari No. 72 Teluk Betung

Bandar Lampung

Telp. (0721) 485863

Berita Kota

Delta Building Blok A 44-45

Jl. Suryopranoto No. 1-9

Jakarta Pusat 10160

Telp. (021) 3803115  Faks. (021) 3808721

berikot@vision.net.id

Bisnis Indonesia

Wisma Bisnis Indonesia Lt 5 & 6

Jl. S. Parman Kav 12, Slipi

Jakarta Barat

Telp (021) 5304016  Faks. (021) 5305868-69

bisnis@bisnis.co.id

Business News

Jl. Abdul Muis No. 70

Jakarta Pusat

Telp. (021) 3848207  Faks. (021) 3454280

Forum Keadilan

Jl. Sultan Iskandar Muda No. 90 Griya Forum, Arteri Pondok Indah

Jakarta Selatan

Telp. (021) 7262010  Faks. (021) 7227762

Gamma

Gedung Twink Lt 5

Jl. Kapten P. Tendean No. 82

Jakarta Selatan

Telp. (021) 7900225  Faks. (021) 7900212, 7900205

gamma@gamma.co.id

Seputar Indonesia

Menara Kebon Sirih Lt. 22

Jl. Kebon Sirih Raya No. 17-19

Jakarta 10340

Telp. (021) 3926955  Faks. (021) 3927721

redaksi@seputar-indonesia.com

Garda

Jl. Tebet Timur Dalam II No. 44

Jakarta Selatan

Telp. (021) 8297973  Faks. (021) 8314426

garda@centrin.net.id

Gatra

Gedung Gatra

Jl. Kalibata Timur IV No. 15

Jakarta Selatan

Telp (021) 7973535  Faks. (021) 79196941, 79196942

redaksi@gatra.com

Guojiri Bao

Jl. Batu Tulis XIII No. 2BC

Jakarta Pusat

Telp. (021) 3501225  Faks. (021) 3591223

Idnews@cbn.net.id

Harian Indonesia

Toko Tiga Seberang No. 21

P.O. Box 4755

Jakarta Barat 11047

Telp. (021) 6495558  Faks. (021) 6291324

Harian Perdamaian (He Ping Ribao)

Jl. KH. Hasyim Ashari No. 33 B

Jakarta Pusat

Telp. (021) 63858611  Faks. (021) 63864182

ynshibao@cbn.net.id

Hidup Baru (Xin Xeng Ribao)

Jl. Gajah Mada No. 98-100, Pos Kota Building

Jakarta Barat 11140

Telp. (021) 6341940, 6333128  Faks. (021) 6340341, 6334701

Indonesia Shang Bao

Wisma Bisnis Indonesia Lt 10

Jl. S. Parman Kav. 12-13, Slipi

Jakarta Barat 11480

Telp. (021) 5325451  Faks. (021) 5325455

indshangbao@shangbao.co.id

Investor Indonesia

Jl. Padang No. 21, Manggarai

Jakarta Selatan 12970

Telp. (021) 8310339, 8311326  Faks. (021) 8311329, 83702249

Jakarta Today

Jl. Jend. Sudirman Kav. 28

Wisma GKBI Lt 17, Suite 1712

Jakarta Pusat

Telp. (021) 5741607  Faks. (021) 5741607

Kompas

Jl. Palmerah Selatan No. 26-28

Jakarta Pusat 10270

Telp. (021) 5347710, 5347720, 5347730, 5302200  Faks. (021) 5486085

kompas@kompas.com

Kontan

Jl. Kebayoran Lama 11A-B

Jakarta Selatan

Telp. (021) 5357636, 5328134  Faks. (021) 5357633

Koran Tempo

Kebayoran Center

Blok A11-A15, Mayestik

Jakarta Selatan 12440

Telp. (021) 7255625  Faks. (021) 7255645

koran@tempo.co.id

Lampu Merah

Jl. Raya Kebayoran Lama No. 17

Jakarta Selatan

Telp. (021) 5304205, 53699552  Faks. (021) 53699515

redaksi-lamer@yahoo.com

Media Indonesia

Kompleks Delta Kedoya

Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk

Jakarta Barat

Telp. (021) 5812088  Faks. (021) 5812105

redaksi@mediaindonesia.co.id

Modal

Jl. Pejaten Raya No. 78

Jakarta Selatan 12510

Telp. (021) 79190005, 9204350  Faks. (021) 79190005

redaksi@modalonline.com

Neraca

Jl. Cimandiri No. 24

Jakarta Pusat

Telp. (021) 3102174, 3107831, 3108176  Faks. (021) 3197229

Pantura

Kawasan Industri Pulogadung, Kav. 15

Jakarta Timur 13920

Telp. (021) 4602952, 4603989  Faks. (021) 4602951

pantura@indosat.net.id

Pelita

Gedung Teja Buana Lt.4

Jl. Menteng Raya No. 29

Jakarta Pusat

Telp. (021) 31900108, 31900507  Faks. (021) 3141365

Pantau

Jl. Utan Kayu No. 68H

Jakarta Timur

Telp. (021) 8573388  Faks. (021) 8567811

pantau@isai.or.id

Pos Kota

Jl. Gajah Mada No. 98-100

Jakarta Barat 11140

Telp. (021) 6341940, 6333128  Faks. (021) 6340341, 6340252

Prospektif

Gedung Teja Buana Lt. 4

Jl. Menteng Raya No. 29

Jakarta Pusat

Telp. (021) 3101427, 3142756  Faks. (021) 3101367, 3102310

prospek@indosat.net.id

Rakyat Merdeka

Jl. Raya Kebayoran Lama No. 17

Jakarta Selatan

Telp. (021) 53699512  Faks. (021) 5349217

Republika

Jl. Warung Buncit Raya No. 37

Jakarta Selatan

Telp. (021) 7803747  Faks. (021) 7983623

sekredrep@hotmail.com

Sinar Glodok

Jl. Pangeran Jayakarta Center  Blok D1/8

Jakarta Pusat

Telp. (021) 6288359, 6244876  Faks. (021) 6246853

Sinar Harapan

Jl. Fahrudin No. 6

Jakarta Pusat

Telp. (021) 3912360  Faks. (021) 3907840

Sinar Pagi

Jl. Jagorawi Raya No. 1, Stadion Sanggraha, Lebak Bulus

Jakarta Selatan 12440

Telp. (021) 7511667  Faks. (021) 7511670

Suara Karya

Jl. Bangka Raya No. 2, Kebayoran Baru

Jakarta Selatan

Telp. (021) 7192656  Faks. (021) 7193140

redaksi@suarakarya-online.com

Suara Pembaruan

Jl. Dewi Sartika No. 136D

Jakarta Timur 13630

Telp. (021) 8014077  Faks. (021) 8007262, 8016131

koransp@suarapembaruan.com

Tempo

Gedung Tempo

Jl. Proklamasi No. 72

Jakarta

Telp. (021) 3916160  Faks. (021) 3921947

red@tempo.co.id

Terbit

Jl. Pulogadung No. 15, Kawasan Industri

Jakarta Timur

Telp. (021) 4603973  Faks. (021) 4603970

terbit@indosat.net.id

The Jakarta Post

Jl. Palmerah Selatan No. 15

Jakarta

Telp. (021) 5300476, 5300478, 5306970  Faks. (021) 5306971, 5350050

jktpost2@cbn.net.id  ;  editorial@thejakartapost.com

Trust

Gedung Trust

Jl. Iskandar Muda No. 222

Jakarta 12240

Telp. (021) 7228981  Faks. (021) 7260288

Warta Kota

Jl. Hayam Wuruk No. 122

Jakarta Pusat

Telp. (021) 2600818  Faks. (021) 2600864

warkot@indonesia.com

Warta Ekonomi

Gedung Warta

Jl. Kramat IV No. 11

Jakarta Pusat

Galamedia

Jl. Pelajar Pejuang 45  No. 70

Bandung

Telp. (022) 7305597  Faks. (022) 7319972

Metro Bandung

Jl. Malabar No. 7

Bandung

Telp. (022) 7334977-80  Faks. (022) 7334982

metrobdg@rad.net.id

Pakuan

Kompleks Bogor Baru Blok A II/2

Bogor

Telp. (0251) 348454  Faks. (0251) 311013

Pikiran Rakyat

Jl. Soekarno Hatta No. 147

Bandung 40223

Telp. (022) 6037755  Faks. (022) 6031004, 6002751

redaksi@pikiran-rakyat.com

Radar Bogor

Jl. Merak No. 1

Bogor

Telp. (0251) 325705, 384212  Faks. (0251) 384210

radar@bogor.indo.net.id

Radar Cirebon

Kompleks Setia Budi Permai Kav. 11-13

Jl. Setia Budi

Cirebon

Telp. (0231) 244682, 244658, 244667  Faks. (0231) 248985

radarcbn@indosat.net.id

Fajar Banten

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 72

Serang

Telp. (0254) 216123, 216125  Faks. (0254) 205590

Harian Banten

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 104, Sumur Pacung

Serang

Telp. (0254) 214770, 214771  Faks. (0254) 209533

hrnbtn@indo.net.id

Radar Tangerang

Vila Bintaro Indah Blok I/18 Jombang

Tangerang

Telp/Faks. (021) 7455052

Bengawan Pos

Jl. Abdul Rahman No. 46

Solo

Jawa Tengah

Telp. (0271) 729214  Faks. (0271) 714175

Meteor

Jl. Gajah Raya 2H

Semarang

Jawa Tengah

Telp. (024) 6701147

Radar Banyumas

Jl.  Pemuda No. 29

Purwokerto

Jawa Tengah

Telp. (0281) 625962, 625963  Faks. (0281) 35659

Radar Kudus

Jl. Diponegoro No. 58A

Kudus

Jawa Tengah

Telp. (0291) 438393

Radar Magelang

Perum Griya Asri I Blok D-1

Magelang

Jawa Tengah

Telp. (0293) 312028

Radar Semarang

Jl. MT. Haryono No. 481

Semarang

Jawa Tengah

Telp. (024) 8316585  Faks. (024) 8453393

radarsemarang@jawapos.co.id

Radar Solo

Jl. Adisumarmo No. 138

Solo

Jawa Tengah

Telp. (0271) 782764, 782769  Faks. (0271) 780472

Radar Tegal

Jl. Perintis Kemerdekaan III No. 28

Tegal

Jawa Tengah

Telp. (0283) 323383, 350442

Solo Pos

Jl. Slamet Riyadi No. 238

Solo

Jawa Tengah

Telp. (0271) 724811  Faks. (0271) 724833, 733205

solopos@bumi.net.id

Suara Merdeka

Jl. Raya Kaligawe Km 5

Semarang

Jawa Tengah

Telp. (024) 6580900, 6581925  Faks. (024) 6580605

redaksi@suaramer.famili.com ; kukrit@suaramerdeka.com

Wawasan

Jl. Pandanaran II/10

Semarang

Jawa Tengah

Telp. (024) 8413528 Faks. (024) 8413001

wwsp10@indosat.net.id

Bernas

Jl. IKIP – PGRI, Sonosewu

Yogyakarta 55162

Telp. (0274) 377599  Faks. (0274) 382201

Kedaulatan Rakyat

Jl. Pangeran Mangkubumi No. 40-42

Yogyakarta 55232

Telp. (0274) 565685  Faks. (0274) 563125

redaksi@kr.co.id

Radar Jogja

Jl. Kaliurang Km 5, Catur Tunggal

Yogyakarta

Telp. (0274) 588795  Faks. (0274) 562597

Jawa Pos

Gedung Graha Pena

Jl. Ahmad Yani No. 88

Surabaya

Jawa Timur

Telp. (031) 8283333  Faks. (031) 8285555

editor@jawapos.co.id

Malang Post

Jl. Sriwijaya No. 9

Malang

Jawa Timur

Telp. (0341) 340081, 340082, 369501  Faks. (0341) 369503

sindrata@yahoo.com  ;  mpost03@yahoo.com

Memorandum

Jl. Pahlawan No. 118

Surabaya

Jawa Timur

Telp. (031) 3575771, 3528337-8  Faks. (031) 3522346

Radar Banyuwangi

Jl. Yos Sudarso No. 89C

Banyuwangi

Jawa Timur

Telp. (0333) 412224  Faks. (0333) 424183

Radar Bojonegoro

Jl. Panglima Polim No. 3

Bojonegoro

Jawa Timur

Telp. (0353) 881639

Radar Jember

Jl. A. Yani No. 99

Jember

Jawa Timur

Telp. (0331) 846894

Radar Kediri

Jl. Brawijaya No. 27D

Kediri

Jawa Timur

Telp. (0354) 687904  Faks. (0354) 681320

Radar Madiun

Jl. Durian No. 36

Madiun

Jawa Timur

Telp. (0351) 453966

Radar Madura

Jl. Cempaka No. 7

Bangkalan

Madura

Jawa Timur

Telp. (031) 3097385

Radar Malang

Jl. Arjuno No. 33

Malang

Jawa Timur

Telp. (0341) 350789, 363700

Radar Mojokerto

Jl. Bhayangkara No. 33-35

SABA Swalayan Lt.3

Mojokerto

Jawa Timur

Telp. (0321) 322444  Faks. (0321) 327559

Radar Tulungagung

Jl. MT. Haryono No. 114

Tulungagung

Jawa Timur

Telp. (0335) 335360  Faks. (0335) 335370

Surya

Jl. Margorejo Indah D.108

Surabaya

Jawa Timur

Telp. (031) 8419000  Faks. (031) 8414024

Bali Post

Jl. Kepundung No. 67A

Denpasar

Bali

Telp. (0361) 225764  Faks. (0361) 227418

Den Post

Jl. Kebo Iwa No. 63A

Denpasar

Bali

Telp. (0361) 416669  Faks. (0361) 416679

Fajar Bali

Jl. Raya Sesetan, Kompleks Ruko Bali Raya No. 14B

Denpasar

Bali

Telp. (0361) 728536  Faks. (0361) 728536

Nusa

Jl. Hayam Wuruk No. 110

Denpasar

Bali

Telp. (0361) 227410  Faks. (0361) 236696

nusain@indo.net.id

Radar Bali

Jl. Imam Bonjol Perum Cipta Selaras No. 1

Denpasar

Bali

Telp. (0361) 499011

Lombok Pos

Jl. Tenun No. 16

Mataram

Nusa Tenggara Barat

Telp. (0370) 634594  Faks. (0370) 635334

Kupang Ekspres

Jl. El Tari II/85

Kupang

Nusa Tenggara Timur

Telp. (0380) 83715

Kupang Pos

Jl. Kenari No. 1

Kupang

Nusa Tenggara Timur

Telp. (0380) 833820  Faks. (0380) 831801

poskpg@kupang.wasantara.net

Akcaya Pontianak Pos

Jl. Gajah Mada No. 2-4

Pontianak

Kalimantan Barat

Telp. (0561) 733070  Faks. (0561) 736607

Equator

Jl. Nusa Indah I Blok B No. 62

Pontianak

Kalimantan Barat

Telp. (0561) 768677  Faks. (0561) 768675

Pontianak Pos

Jl. Gajah Mada No. 2-4

Pontianak

Kalimantan Barat

Telp. (0561) 733070, 735071   Faks. (0561) 736607, 749637

Kaltim Post

Jl. Jend. Sudirman No. 82

Balikpapan

Kalimantan Timur

Telp. (0542) 35359, 32158  Faks. (0542) 35242, 419693

Mimbar Masyarakat

Jl. KH. Abdul Muthalib No. 151

Samarinda

Kalimantan Timur

Telp. (0541) 31102

Radar Tarakan

Jl. Yos Sudarso No. 18

Tarakan

Kalimantan Timur

Telp. (0511) 32101, 51258  Faks. (0511) 32104

Samarinda Pos

Jl. Pangeran Antasari 41

Samarinda

Kalimantan Timur

Telp. (0541) 41908

Suara Kaltim

Jl. Arief Rachman Hakim No. 24

Samarinda

Kalimantan Timur

Telp. (0541) 41157

Kalteng Pos

Jl. Cilik Riwut Km 2

Palangkaraya

Kalimantan Tengah

Telp. (0536) 24661  Faks. (0536) 24661

Banjarmasin Post

Gedung Gajah Mayusu

Jl. MT. Haryono No. 54

Banjarmasin

Kalimantan Selatan

Telp. (0511) 54370  Faks. (0511) 52366

bpost@indomedia.com

Barito Post

Jl. Simpang Telawang No. 11A

Banjarmasin

Kalimantan Selatan

Telp. (0511) 53896

Indonesia Merdeka

Jl. Mesjid Jami No. 39

Banjarmasin

Kalimantan Selatan

Telp. (0511) 64372, 252350, 362002  Faks. (0511) 64372

redakim@telkom.net

Kalimantan Pos

Jl. DI Panjaitan No. 67

Banjarmasin

Kalimantan Selatan

Telp. (0511) 63853, 53471

Metro Banjar

Gedung Palimasan Lt. III

Jl. MT. Haryono No. 54

Banjarmasin

Kalimantan Selatan

Telp. (0511) 54370  Faks. (0511) 66123, 53120

Radar Banjar

Jl. Brigjen Hasan Basri No. 72

Banjarmasin

Kalimantan Selatan

Telp. (0511) 53471, 67891

Radar Banjarmasin

Jl. A. Yani Km 26,9 , Landasan Ulin, Banjarbaru

Banjarmasin

Kalimantan Selatan

Telp. (0511) 706151  Faks. (0511) 706150

Berita Kota

Jl. Abd. DG Sirua No. 5C

Makassar

Sulawesi Selatan

Telp. (0411) 451313  Faks. (0411) 452280

Fajar

Jl. Racing Centre No. 101

Makassar

Sulawesi Selatan

Telp. (0411) 441224  Faks. (0411) 441225

Pedoman Rakyat

Jl. Arief Rate No. 31

Makassar

Sulawesi Selatan

Telp. (0411) 877793  Faks. (0411) 871041

pedoman_rakyat@yahoo.com

Banggai Pos

Jl. Jend. Sudirman No. 70

Luwuk

Sulawesi Tengah

Telp. (0461) 22932

Megah Juang

Jl. Sulawesi No. 1

Palu

Sulawesi Tengah

Telp. (0451) 453834

Mercusuar

Jl. Yos Sudarso No. 33A

Palu

Sulawesi Tengah

Telp. (0461) 54306

Palu Ekspres

Jl. Yos Sudarso No. 33

Palu

Sulawesi Tengah

Telp. (0451) 423479, 424054

Kendari Ekspres

Jl. Malik Raya No. 4

Kendari

Sulawesi Tenggara

Telp. (0401) 26515, 26513  Faks. (0401) 26513

Kendari Pos

Jl. Malik Raya No. 4

Kendari

Sulawesi Tenggara

Telp. (0401) 326513, 323974  Faks. (0401) 326512

Komentar

Jl. Sam Ratulangi No. 27

Manado

Sulawesi Utara

Telp. (0431) 851030, 851179

Manado Post

Jl. Babe Palar No. 54

Manado

Sulawesi Utara

Telp. (0431) 855558, 855559  Faks. (0431) 860398

Nyiur Post

Jl. 17 Agustus, Kompleks Diskom

Manado

Sulawesi Utara

Telp. (0431) 852923

nyiur_post@yahoo.com

Posko

Jl. Pomorrouw No. 29

Manado

Sulawesi Utara

Telp. (0431) 852004

Dulohupo

Jl. Agus Salim No. 73

Gorontalo

Telp. (0435) 21895

Gorontalo

Jl. Teuku Umar No. 18

Gorontalo

Telp. (0435) 830904

Gorontalo Post

Jl. Kumo Danupojo

Gorontalo

Telp. (0435) 25201

Ambon Ekspress

Jl. Baru No. 22

Ambon

Telp. (0911) 351875

Media Maluku

Gedung Endarlin

Jl. Jend Sudirman

Ambon

Telp. (0911) 47539

Pos Maluku

Jl. Pertokoan Batu Merah

Ambon

Telp. (0911) 56615

Suara Maluku

Jl. Kampung Mardika No. 139

Ambon

Telp. (0911) 51446

Cendrawasih Post

Jl. Cendrawasih No. 10, Kelapa II Entrop

Jayapura

Propinsi Papua

Telp. (0967) 532417  Faks. (0967) 532418

cepos_jpr@yahoo.com

Papua Post

Jl. Baru Kelapa Dua No. 99, Entrop

Jayapura

Propinsi Papua

Telp. (0967) 33097

Radar Sorong

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 65, Kampung Baru

Sorong

Propinsi Papua

Telp. (0951) 332566, 332567  Faks. (0951) 332565

Pono_Srg@yahoo.com

Radar Timika

Jl. Yos Sudarso No. 46

Timika

Propinsi Papua

Telp/Faks. (0901) 322528

Timika Pos

Jl. Cendrawasih No. 28

Timika

Propinsi Papua

Telp. (0961) 322131-33

***


JURUS MENEMBUS MEDIA CETAK
(Disampaikan pada Sarasehan Menulis Produktif : Kiat Menembus Penerbit, Koran dan Lomba-Lomba Kepenulisan, UKM Penulis (UKMP) Universitas Negeri Malang, 24 November 2006)

Oleh : Vita Priyambada (Pecinta buku dan anggota Forum Penulis Kota Malang).


Setiap orang bisa menulis. Untuk menjadi penulis yang baik, ketrampilan menulis harus terus menerus dilatih. Selanjutnya tetapkan tujuan, untuk apa menulis ? Untuk diri sendiri atau karya itu akan dipublikasikan agar dibaca banyak orang ? Supaya karya penulis bisa dipublikasikan, diperlukan jurus-jurus agar tulisan dimuat di media cetak. Apa saja ?

Faktor Teknis
1.  Gagasan. Gagasan bisa datang dari mana dan kapan saja karena sesungguhnya gagasan berserakan di mana-mana. Dari pengamatan, pengalaman, membaca, dsb. Untuk itu usahakan selalu membawa alat tulis ke mana saja. Bila memperoleh gagasan apalagi dalam kondisi ide “mengalir deras”, segera tulis ide-ide pokoknya. Hal ini untuk mencegah hilangnya gagasan. Dalam keadaan demikian kadang kecepatan tangan menulis tidak bisa mengimbangi kecepatan pikiran dengan seabreg gagasan yang lalu lalang.
2.  Kerangka karangan. Membuat kerangka karangan hanya untuk memudahkan penulis mengembangkan naskah. Setiap penulis mempunyai cara sendiri untuk membuat naskah, apakah membutuhkan kerangka karangan atau tidak. Tulis karangan yang disukai dan dikuasai saja karena akan lebih memudahkan penulis menuangkan gagasan secara utuh. Pengetahuan dasar penulis sering mempengaruhi mutu tulisannya.
3.  Penulis spesialis/generalis. Pada awalnya mungkin penulis pemula akan membuat tulisan yang bermacam-macam seperti opini, artikel, cerpen, puisi (penulis generalis). Tetapi semakin sering menulis, pikirannya akan semakin terasah dan mutu tulisannya akan meningkat. Lama kelamaan penulis akan menemukan ciri khas, karakter dan kekuatannya sendiri, apakah lebih kuat menulis artikel, cerpen, essai, dsb. Dengan menjadi penulis spesialis, kita akan lebih cepat diakui sebagai pakar di bidang tertentu.
4.  Pengiriman naskah. Ada baiknya pengiriman artikel pertama ke media dilakukan melalui pos sebagai salam perkenalan dengan menyertakan fotokopi identitas dan surat pengantar. Bila perlu, pengalaman menulis (jika sudah ada) dicantumkan untuk memperkuat pengakuan. Apabila sudah kenal redakturnya, pengiriman lewat surat elektronik (email) dapat dilakukan. Di zaman serba cepat sekarang ini, sesungguhnya tidak ada larangan mengirim artikel lewat e-mail, asalkan ada surat pengantar.

Faktor Non Teknis
1.  Karakter media. Masing-masing media mempunyai karakter. Ini berlaku untuk surat kabar harian, majalah dan tabloid. Penulis perlu memperhatikan, mengetahui dan memahami karakter tulisan di media menyangkut segmen pembaca, pilihan tema dan gaya bahasa. Caranya dengan mempelajari artikel-artikel yang sudah dimuat. Contoh : Tabloid Nova dan Nakita membidik para ibu rumah tangga dan keluarga. Majalah Femina membidik para lajang dan ibu rumah tangga menengah ke atas. Gaya bahasa resmi dipakai harian Kompas karena segmen pembacanya luas (nasional). Harian Kedaulatan Rakyat dan Jawa Pos yang merupakan koran daerah menyelaraskan gaya bahasa sesuai dengan kebudayaan setempat yang kadang menyelipkan bahasa daerah setempat.
2.  Kenali redakturnya. Bila memungkinkan, bicarakan dengan redaktur sebelum mengirim tulisan. Tanyakan tulisan macam apa yang layak dimuat dan tema apa yang diutamakan. Dari pembicaraan ini penulis dapat mengetahui selera redaktur terhadap naskah yang akan dimuat. Pergantian redaktur kadang mengubah selera tulisan yang dimuat.
3.  Kebijaksanaan redaksional. Penulis perlu mengetahui syarat-syarat mengirim naskah seperti panjang pendek tulisan, banyaknya karakter, ketentuan spasi, dsb.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan !
1.  Jangan menjiplak.
2.  Jangan mengirim tulisan yang sama ke banyak media.

Buku-buku yang disarankan untuk dibaca
Among Kurnia Ebo, Menulis Nggak Perlu Bakat, MU: 3 Books, Jakarta, 2005.
Andrias Harefa, Agar menulis Mengarang Bisa Gampang, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2002.
Bambang Trim, Saya Bermimpi Menulis Buku, Kolbu Publishing, Bandung, 2005.
Carmel Bird, Menulis dengan Emosi – Panduan Empatik Mengarang Fiksi, Kaifa, Bandung, 2001.
Caryn Mirriam-Goldberg, Daripada Bete Nuli Aja !, Kaifa, Bandung, 2003.
Edi Zaqeus, Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller, Gradien Book, Yogyakarta, 2005.
Hernowo, Mengikat Makna : Kiat-Kiat Ampuh untuk Melejitkan Kemauan Plus Kemampuan Membaca dan Menulis Buku, Kaifa, Bandung, 2001.
Jordan E. Ayan, Bengkel Kreativitas, Kaifa/Mizan, Bandung, 2002.
Josip Novakovich, Berguru kepada Sastrawan Dunia: Buku Wajib Menulis Fiksi, Kaifa, Bandung, 2003.
M. Arief Hakim, Kiat Menulis Artikel di Media dari Pemula Sampai Mahir, Nuansa Cendekia, Bandung, 2004.
Mark Levy, Menjadi Genius dengan Menulis, Kaifa/Mizan, Bandung.
Zaenuddin, H.M., Freelance Media – Cara Gampang Cari Uang, Milenia Populer, Jakarta, 2003.
dan lain-lain.

BACAAN ANJURAN LAINNYA
Majalah Matabaca, bulanan, Gramedia.
Suplemen Ruang Baca, koran Tempo hari Minggu terakhir setiap bulan.
Pustakaloka, Kompas hari Sabtu III dan IV.
Rubrik Pustaka dan Selisik, Republika setiap hari Minggu.

Mailing List komunitas penulis yang lain :
penulisbestseller@yahoogroups.com
penulislepas@yahoogroups.com

Konsultasi (yang berhubungan dengan kepenulisan, penerbitan, dan sejenisnya):
Edy Zaqeus edzaqeus@yahoo.com atau edzaqeus@pembelajar.com

Buka Hati dan Mata
Ungkapkan dengan Kata
Kabarkan lewat Tinta
Untuk Berkarya

“Buku adalah teman yang paling setia. Dia selalu hadir saat susah dan senang. Cintai dan sayangilah dia”.

***


TATA CARA DAN PROSEDUR MENDAFTARKAN HAK CIPTA
Untuk Karya Novel dan Karya Tulis Lainnya

Oleh : Ana Rinda Musthofia
(Berdasarkan pengalaman pribadi dalam mempatenkan karya-karya tulisnya)


Sebagai seorang penulis, Anda tentu ingin agar karya tulis Anda bisa diterbitkan oleh perusahaan penerbit dan buku karya tulis Anda beredar secara luas dan dibaca oleh banyak orang serta Anda bisa memperoleh perlindungan dalam hal hak cipta.  Untuk itulah Anda perlu tahu tentang bagaimana sih prosedur dan tata cara pengurusan hak cipta guna melindungi karya tulis Anda dari bahaya pembajakan.  Berikut ini tulisan dari salah seorang penulis anggota Forum Penulis Kota Malang yang ingin berbagi pengalamannya dengan Anda.

Tahapan pendaftaran hak cipta:
1. Pembayaran permohonan hak cipta atas karya sebesar Rp.75.000,- melalui transfer ke no rekening BNI 19718067 a/n DITJEN HAKI. Bukti tranfernya difoto copy
2. Legalisir foto copy ktp dua lembar
3. Bila anda menggunakan nama samaran dalam karya anda sertakan surat pernyataan bahwa anda menggunakan nama samaran dan cantumkan juga nama asli anda sesuai ktp
4. Bila anda mencantumkan foto dalam karya anda sertakan surat pernyataan bahwa anda
5. Kunjungi situs http://www.DGIP.GO.ID  klik hak cipta dan print out formulir pendaftaran lalu isi lengkap formulir (diketik)
6. Print out karya anda sebanyak dua kali ( jilid buku) dan simpan karya juga data diri anda dalam bentuk cd sebanyak dua buah cd
7. Kirimkan persyaratan dibawah ini kepada :

DITJEN HAKI (Untuk Direktur Hak Cipta)
Jl. Daan Mogot KM 24 Tanggerang 15119 Banten
Catatan : Hak cipta secara resmi baru bisa dikeluarkan setelah 9 bulan semenjak pendaftaran.

Persyaratan yang dikirimkan:
1. Foto copy transfer bukti pembayaran satu lembar
2. Legalisir foto copy ktp dua lembar
3. Surat pernyataan penggunaan nama samaran
4. Surat izin penggunaan foto (jika mencantumkan foto dalam karya anda)
5. Formulir pendaftaran rangkap dua
6. Dua lembar print out karya
7. Dua buah cd berisi file karya dan data diri anda

Tata cara penerbitan :
· Daftar karya anda ke hak cipta
· Kirimkan karya ke penerbit yang berisi:
· Print out satu lembar dan satu buah CD berisi :
1. Naskah
2. Biodata
3. Kata pengantar/special to (jika ada)

***


Tanya Jawab mengenai Hak Cipta*
*) Tulisan ini disadur dari situs http://www.dgip.go.id

Kekayaan Intelektual = Hak Cipta

Apakah Hak Cipta itu ?
Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut perundang-undangan yang berlaku.

Apakah yang dimaksud dengan pengumuman?
Pengumuman adalah pembacaan, penyiaran, pameran, penjualan, pengedaran, atau penyebaran suatu ciptaan dengan menggunakan alat apapun, termasuk media internet, atau melakukan dengan cara apapun sehingga suatu ciptaan dapat di baca, didengar atau dilihat orang lain.

Apakah yang dimaksud dengan perbanyakan?
Perbanyakan adalah penambahan jumlah suatu ciptaan baik secara keseluruhan maupun bagian yang sangat substansial dengan menggunakan bahan-bahan yang sama ataupun tidak sama, termasuk pengalihwujudan secara permanen atau temporer.

Apakah yang dimaksud dengan pencipta?
Yang dimaksud dengan pencipta adalah :
Seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya lahir suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan atau keahlian yang dituangkan dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.

Siapakah yang dianggap sebagai pencipta atau pemegang hak cipta terhadap suatu ciptaan?
1. Jika suatu ciptaan terdiri dari beberapa bagian tersendiri yang diciptakan dua orang atau lebih maka yang dianggap sebagai pencipta ialah orang yang memimpin serta mengawasi penyelesaian seluruh ciptaan itu, atau jika tidak ada orang itu, yang dianggap sebagai pencipta ialah orang yang menghimpunnya, dengan tidak mengurangi hak cipta masing-masing atas bagian ciptaannya.
2. Jika suatu ciptaan yang dirancang seseorang, diwujudkan dan dikerjakan oleh orang lain di bawah pimpinan dan pengawasan orang yang merancang, maka penciptanya adalah orang yang merancang ciptaan itu.
3. Jika suatu ciptaan dibuat dalam hubungan dinas dengan pihak lain dalam lingkungan pekerjaannya, pemegang hak cipta adalah pihak yang untuk dan dalam dinasnya ciptaan itu dikerjakan, kecuali ada perjanjian lain antara kedua pihak dengan tidak mengurangi hak pembuat sebagai penciptanya apabila penggunaan ciptaan itu diperluas keluar hubungan dinas.
Ketentuan tersebut berlaku pula bagi ciptaan yang dibuat pihak lain berdasarkan pesanan yang dilakukan dalam hubungan dinas.
4. Jika suatu ciptaan dibuat dalam hubungan kerja atau berdasarkan pesanan, maka pihak yang membuat karya cipta itu dianggap sebagai pencipta dan pemegang hak cipta, kecuali apabila diperjanjikan lain antara kedua pihak.
5. Jika suatu badan hukum mengumumkan bahwa ciptaan berasal daripadanya dengan tidak menyebut seseorang sebagai penciptanya, maka badan hukum tersebut dianggap sebagai penciptanya, kecuali jika dibuktikan sebaliknya.

Apakah yang dimaksud dengan pemegang hak cipta?
Pemegang hak cipta adalah pencipta sebagai pemilik hak cipta atau pihak yang menerima hak tersebut dari pencipta atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak tersebut di atas.

Apakah yang dimaksud dengan ciptaan?
Ciptaan adalah hasil setiap karya pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni atau sastra.
Apakah suatu ciptaan perlu didaftarkan untuk memperoleh perlindungan hak cipta?
Perlindungan suatu ciptaan timbul secara otomatis sejak ciptaan itu diwujudkan dalam bentuk yang nyata.Pendaftaran ciptaan tidak merupakan suatu kewajiban untuk mendapatkan hak cipta. Namun demikian, pencipta maupun pemegang hak cipta yang mendaftarkan ciptaannya akan mendapatkan surat pendaftaran ciptaan yang dapat dijadikan sebagai alat bukti awal di pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian hari terhadap ciptaan tersebut.

Apakah yang dimaksud dengan pelaku?
Pelaku adalah aktor, penyanyi, pemusik, penari atau mereka yang menampilkan, memperagakan, mempertunjukkan, menyanyikan, menyampaikan, mendeklamasikan atau memainkan suatu karya musik, drama, tari, sastra, foklor atau karya seni lainnya.

Apakah yang dimaksud dengan produser rekaman suara?
Produser rekaman suara adalah orang atau badan hukum yang pertama kali merekam dan memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan perekaman suara atau perekaman bunyi, baik perekaman dari suatu pertunjukan maupun perekaman suara atau perekaman bunyi lainnya.

Apakah yang dimaksud dengan lembaga penyiaran?
Lembaga penyiaran adalah organisasi penyelenggara siaran yang berbentuk badan hukum, yang melakukan penyiaran atas suatu karya siaran dengan menggunakan transmisi dengan atau tanpa kabel atau melalui sistem elektromagnetik.

Apakah lisensi itu?
Lisensi adalah izin yang diberikan oleh pemegang hak cipta atau pemegang hak terkait, kepada pihak lain untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak ciptaannya atau produk hak terkaitnya dengan persyaratan tertentu.

Apakah dewan hak cipta itu dan apa tugasnya?
Dewan hak cipta adalah dewan yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden berdasarkan usulan Menteri Kehakiman yang memberikan penyuluhan, bimbingan dan pembinaan tentang hak cipta. Dewan ini anggotanya terdiri atas wakil pemerintah, wakil organisasi profesi, dan anggota masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang hak cipta.

Sebutkan dasar perlindungan hak cipta!
Undang-undang Hak Cipta (UUHC) pertama kali diatur dalam Undang-undang No.6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta. Kemudian diubah dengan Undang-undang No.7 Tahun 1987. Pada tahun 1997 diubah lagi dengan Undang-undang No.12 Tahun 1997. Di tahun 2002, UUHC kembali mengalami perubahan dan diatur dalam Undang-undang No. 19 Tahun 2002.Beberapa peraturan pelaksana yang masih berlaku yaitu :
· Peraturan Pemerintah RI No.14 Tahun 1986 Jo Peraturan Pemerintah RI No.7 Tahun 1989 tentang Dewan Hak Cipta;
· Peraturan Pemerintah RI No.1 Tahun 1989 tentang Penerjemahan dan/atau Perbanyak Ciptaan untuk Kepentingan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Penelitian dan Pengembangan;
· Keputusan Presiden RI No.18 Tahun 1997 tentang Pengesahan Berne Convention For The Protection of Literary and Artistic Works;
· Keputusan Presiden RI No.19 Tahun 1997 tentang Pengesahan WIPO Copyrights Treaty;
· Keputusan Presiden RI No.17 Tahun 1988 tentang Pengesahan Persetujuan Mengenai Perlindungan Hukum Secara Timbal Balik Terhadap Hak Cipta atas Karya Rekaman Suara antara Negara Republik Indonesia dengan Masyarakat Eropa;
· Keputusan Presiden RI No.25 Tahun 1989 tentang Pengesahan Persetujuan Mengenai Perlindungan Hukum Secara Timbal Balik Terhadap Hak Cipta antara Republik Indonesia dengan Amerika Serikat;
· Keputusan Prcsiden RI No.38 Tahun 1993 tentang Pengesahan Persetujuan Mengenai Perlindungan Hukum Secara Timbal Balik Terhadap Hak Cipta antara Republik Indonesia dengan Australia;
· Keputusan Presiden RI No.56 Tahun 1994 Mengenai Perlindungan Hukum Secara Timbal Balik Terhadap Hak Cipta antara Republik Indonesia dengan Inggris;
· Peraturan Menteri Kehakiman RI No. M.01-HC.O3.01 Tahun 1987 tentang Pendaftaran Ciptaan;
· Keputusan Menteri Kehakiman RI No. M.04.PW.07.03 Tahun 1988 tentang Penyidikan Hak Cipta;
· Surat Edaran Menteri Kehakiman RI No. M.01.PW.07.03 Tahun 1990 tentang Kewenangan Menyidik Tindak Pidana Hak Cipta;
· Surat Edaran Menteri Kehakiman RI No. M.02.HC.03.01 Tahun 1991 tentang Kewajiban Melampirkan NPWP dalam Permohonan Pendaftaran Ciptaan dan Pencatatan Pemindahan Hak Cipta Terdaftar.

Apakah hak cipta itu dapat dialihkan?
Hak cipta dapat dialihkan baik seluruhnya maupun sebagian karena :
· pewarisan;
· hibah;
· wasiat;
· perjanjian tertulis; atau
· sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

Ciptaan apa saja yang dilindungi oleh UUHC?
Ciptaan yang dilindungi ialah ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang meliputi karya :
· buku, program komputer, pamflet, susunan perwajahan(lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain;
· ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu;
· alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
· ciptaan lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
· drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan dan pantomim;
· seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase dan seni terapan;
1. arsitektur;
2. peta;
3. seni batik;
4. fotografi;
5. sinematografi;
6. terjemahan, tafsiran, saduran, bunga rampai dan karya lainnya dari hasil pengalihwujudan.

Bagaimanakah hak cipta atas hasil kebudayaan rakyat atau atas ciptaan yang tidak diketahui penciptanya?
· Negara memegang hak cipta atas karya peninggalan prasejarah, sejarah dan benda budaya nasional lainnya;
· Negara memegang hak cipta atas folklor dan hasil kebudayaan rakyat yang menjadi milik bersama seperti cerita, hikayat, dongeng, legenda, babad, lagu, kerajinan tangan, koreografi, tarian, kaligrafi dan karya seni lainnya.

Bagaimana posisi Indonesia di bidang hak cipta di dunia internasional?
Indonesia saat ini telah meratifikasi konvensi international di bidang hak cipta, yaitu :
· Berne Convention tanggal 7 Mei 1997 dengan Keppres No.18 Tahun 1997 dan dinotifikasikan ke WIPO pada tanggal 5 Juni 1997, Berne Convention tersebut mulai berlaku efektif di Indonesia pada tanggal 5 September 1997;
· WIPO Copyrights Treaty (WCT) dengan Kepres No. 19 Tahun 1997.
Kini, pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan peratifikasian WIPO Performances and Phonogram Treaty (WPPT) 1996.

Hak Moral dan Hak Ekonomi
Apakah yang dimaksud dengan hak moral dan hak ekonomi atas suatu ciptaan?
Hak moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku yang tidak dapat dihilangkan atau dihapus dengan alasan apapun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan.
Hak ekonomi adalah hak hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan serta produk hak terkait.
Apakah yang dimaksud dengan hak terkait?
Hak terkait adalah hak eksklusif yang berkaitan dengan hak cipta yaitu hak eksklusif bagi pelaku untuk memperbanyak atau menyiarkan pertunjukkannya; bagi produser rekaman suara untuk memperbanyak atau menyewakan karya rekaman suara atau rekaman bunyinya; dan bagi lembaga penyiaran untuk membuat, memperbanyak atau menyiarkan karya siarannya.

Jangka Waktu Perlindungan
Berapa lama perlindungan atas suatu ciptaan?
Hak cipta atas ciptaan:
· buku, pamflet, dan semua hasil karya tulis lain;
· drama atau drama musikal, tari, koreografi;
· segala bentuk seni rupa, seperti seni lukis, seni patung dan seni pahat;
· seni batik;
· lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
· arsitektur;
· ceramah, kuliah pidato dan ciptaan sejenis lain;
· alat peraga;
· peta;
· terjemahan, tafsir, saduran dan bunga rampai;
berlaku selama hidup pencipta dan terus berlangsung hingga 50 (lima puluh) tahun setelah pencipta meninggal dunia. Jika dimiliki 2 (dua) orang atau lebih, hak cipta berlaku selama hidup pencipta yang meninggal dunia paling akhir dan berlangsung hingga 50 (lima puluh) tahun sesudahnya.

Hak cipta atas ciptaan:
· program komputer, sinematografi, fotografi, database, karya hasil pengalihwujudan berlaku selama 50(lima puluh) tahun sejak pertama kali diumumkan;
· Perwajahan karya tulis yang diterbitkan berlaku selama 50(lima puluh) tahun sejak pertama kali diterbitkan;
Jika hak cipta atas ciptaan tersebut di atas dimiliki atau dipegang oleh suatu badan hukum, hak cipta berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali diumumkan.

Hak cipta yang dimiliki/dipegang oleh Negara berdasarkan:
· Pasal 10 ayat (2) UUHC berlaku tanpa batas waktu;
· Pasal 11 ayat (1) dan ayat (3) UUHC berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali diterbitkan.

Pendaftaran Ciptaan
Ciptaan apakah yang tidak dapat didaftarkan?
· ciptaan di luar bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra;
· ciptaan yang tidak orsinil;
· ciptaan yang tidak diwujudkan dalam suatu bentuk yang nyata;
· ciptaan yang sudah merupakan milik umum;

Bagaimana syarat-syarat permohonan pendaftaran ciptaan?
(Bagan Prosedur Permohonan Pendaftaran Hak Cipta maupun Format isian Formulir Pendaftaran , bisa dilihat di halaman lampiran majalah digital Forum Penulis Kota Malang / FPKM E-zine Edisi Januari 2007 yang bisa didownload di halaman download majalah digital FPKM).
· Mengisi formulir pendaftaran ciptaan rangkap dua (formulir dapat diminta secara cuma-cuma pada kantor Ditjen HKI), lembar pertama dari formulir tersebut ditandatangani di atas meterai Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah);
· Surat permohonan pendaftaran ciptaan mencantumkan:
1. nama, kewarganegaraan dan alamat pencipta;
2. nama, kewarganegaraan dan alamat pemegang hak cipta; nama, kewarganegaraan dan alamat kuasa; jenis dan judul ciptaan;
3. tanggal dan tempat ciptaan diumumkan untuk pertama kali;
4. Uraian ciptaan rangkap 3;
· Surat permohonan pendaftaran ciptaan hanya dapat diajukan untuk satu ciptaan;
· Melampirkan bukti kewarganegaraan pencipta dan pemegang hak cipta berupa fotocopy KTP atau paspor;
· Apabila pemohon badan hukum, maka pada surat permohonannya harus dilampirkan turunan resmi akta pendirian badan hukum tersebut;
· Melampirkan surat kuasa, bilamana permohonan tersebut diajukan oleh seorang kuasa, beserta bukti kewarganegaraan kuasa tersebut;
· Apabila permohonan tidak bertempat tinggal di dalam wilayah RI, maka untuk keperluan permohonan pendaftaran ciptaan ia harus memiliki tempat tinggal dan menunjuk seorang kuasa di dalam wilayah RI;
· Apabila permohonan pendaftaran ciptaan diajukan atas nama lebih dari seorang dan atau suatu badan hukum, maka nama-nama pemohon harus ditulis semuanya, dengan menetapkan satu alamat pemohon;
1. Apabila ciptaan tersebut telah dipindahkan, agar melampirkan bukti pemindahan hak;
2. Melampirkan contoh ciptaan yang dimohonkan pendaftarannya atau penggantinya;
3. Membayar biaya permohonan pendaftaran ciptaan sebesar Rp. 75.000, khusus untuk permohonan pendaftaran ciptaan program komputer sebesar Rp. 150.000;
Dalam hal apa suatu pendaftaran ciptaan dinyatakan hapus?
Dalam Pasa1 44 UUHC disebutkan bahwa kekuatan hukum dari suatu pendaftaran ciptaan hapus karena:
· penghapusan atas permohonan orang, suatu badan hukum yang namanya tercatat sebagai pencipta atau pemegang hak cipta;
· lampau waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, 30, dan 31 dengan mengingat Pasal 32;
· dinyatakan batal oleh putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Pelanggaran Hak Cipta
Perbuatan apa yang dimaksud dengan pelanggaran hak cipta?
Suatu perbuatan dapat dikatakan sebagai suatu pelanggaran hak cipta apabila perbuatan tersebut melanggar hak eksklusif dari pencipta atau pemegang hak cipta.
Perbuatan apa yang tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta?
Tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta, hal-hal sebagai berikut:
· Pengumuman dan/atau perbanyakan Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan menurut sifatnya yang asli;
· Pengumuman dan/atau perbanyakan segala sesuatu yang diumumkan dan/atau diperbanyak oleh atau atas nama pemerintah, kecuali jika hak cipta itu dinyatakan dilindungi, baik dengan peraturan perundang-undangan maupun dengan pernyataan pada ciptaan itu sendiri atau ketika ciptaan itu diumumkan dan/atau diperbanyak; atau
· Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, lembaga penyiaran dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap.
· Dengan syarat bahwa sumbernya harus disebutkan atau dicantumkan :
1. Penggunaan ciptaan pihak lain untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik, atau tinjauan suatu masalah dengan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pencipta;
2. Pengambilan ciptaan pihak lain, baik seluruhnya maupun sebagian, guna keperluan:
· pembelaan di dalam atau di luar pengadilan;
· ceramah yang semata2 untuk tujuan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
· pertunjukan atau pementasan yang tidak dipungut bayaran dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pencipta.
3. Perbanyakan suatu ciptaan bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra dalam huruf braille guna keperluan para tunanetra, kecuali jika perbanyakan tersebut bersifat komersial;
4. Perbanyakan suatu ciptaan selain program komputer, secara terbatas dengan cara atau alat apapun atau proses yang serupa oleh perpustakaan umum, lembaga ilmu pengetahuan atau pendidikan dan pusat dokumentasi yang bersifat non komersial semata-mata untuk keperluan aktifitasnya;
5. Perubahan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan pelaksanaan teknis atas karya arsitektur, seperti ciptaan bangunan;
6. Pembuatan salinan cadangan suatu program komputer oleh pemilik program komputer yang dilakukan semata-mata untuk digunakan sendiri.
Apakah yang dapat pencipta atau pemegang hak cipta lakukan jika ada pihak yang melakukan pelanggaran ?
· Mengajukan permohonan Penetapan Sementara ke Pengadilan Niaga dengan menunjukkan bukti-bukti kuat sebagai pemegang hak dan bukti adanya pelanggaran Penetapan Sementara ditujukan untuk :
1. mencegah berlanjutnya pelanggaran hak cipta, khususnya mencegah masuknya barang yang diduga melanggar hak cipta atau hak terkait ke dalam jalur perdagangan, termasuk tindakan importasi;
2. menyimpan bukti yang berkaitan dengan pelanggaran hak cipta atau hak terkait tersebut guna menghindari terjadinya penghilangan barang bukti.
· Mengajukan gugatan ganti rugi ke pengadilan niaga atas pelanggaran hak ciptanya dan meminta penyitaan terhadap benda yang diumumkan atau hasil perbanyakannya.
Untuk mencegah kerugian yang lebih besar, hakim dapat memerintahkan pelanggar untuk menghentikan kegiatan pengumuman dan/atau perbanyakan ciptaan atau barang yang merupakan hasil pelanggaran hak cipta (putusan sela).
· Melaporkan pelanggaran tersebut kepada pihak penyidik POLRI dan/atau PPNS DJHKI.
Bagaimana pengaturan tentang ketentuan pidana dalam undang-undang hak cipta ?
Tindak pidana bidang hak cipta dikategorikan sebagai tindak kejahatan dan ancaman pidananya diatur dalam Pasal 72 yang bunyinya :
· Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp.1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah);
· Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidanan penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah);
· Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah);
· Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 17 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah);
· Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 19 atau Pasal 49 ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah);
· Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 24 atau Pasal 55 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah);
· Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 25 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah);
· Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 27 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah)
· Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 28 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00 (satu milyar lima ratus juta rupiah);
Siapa yang berwenang melakukan penyidikan tindak pidana di bidang hak cipta?
Selain penyidik pejabat Polisi Negara RI juga pejabat pegawai negeri tertentu di lingkungan departemen yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya meliputi pembinaan hak cipta (Departemen Kehakiman) diberi wewenang khusus sebagai penyidik, sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang hak cipta.

UU dan PP – Undang undang dan Peraturan yg berhubungan dengan Hak Kekayaan Intelektual

Undang Undang
· Paten
· Merek
· Hak Cipta
· Desain Industri
· Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
· Rahasia Dagang

Peraturan Pemerintah
· Bidang Paten
· Bidang Merek
· Bidang Hak Cipta
· Bidang Desain Industri
· Bidang Konsultan HKI

Keputusan Presiden
HKI / Umum
· Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 189 Tahun 1998 tentang Pencabutan Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1986 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden no. 26 Tahun 1995 (29 Oktober 1998).

Peraturan Menteri
Bidang Hak Cipta
· Peraturan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor M.01-HC.03.01 Tahun 1987 tanggal 26 Oktober 1987 tentang Pendaftaran Ciptaan.

Keputusan Menteri
HKI / Umum
· Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI Nomor M.11.PR.07.06 Tahun 2003 tentang Penunjukan Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan HAM RI untuk Menerima Permohonan Hak Kekayaan Intelektual (04 November 2003).

Keputusan Direktur Jenderal HKI
· Keputusan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Nomor H-17-PR.09.10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pendaftaran Konsultan Hak Kekayaan Intelektual (1 Maret 2005).
· Keputusan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Nomor H-01.PR.07.06 Tahun 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penerimaan Permohonan Hak Kekayaan Intelektual melalui Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (23 April 2004).

***


MENERBITKAN KUMPULAN MAKALAH, SKRIPSI, TESIS, DISERTASI Menjadi BUKU POPULER

(Disadur  dari artikel tips menulis Klub Menulis Aksara Tumapel – Malang)

“Apa yang kita tulis akan terukir abadi sepanjang masa.

Apa yang kita ucap akan sirna bersama pusaran waktu.”

Mengapa Karya Perlu Dibukukan?

·          Memperkaya khasanah keilmuan

·          Membagi ilmu pengetahuan kepada publik pembaca

·          Membangun tradisi menulis dalam mengantisipasi bahaya ‘anomali’ sebagai efek tradisi lisan

atau perjuangan melawan Lupa

·          Mudah mendapatkan pengakuan intelektual dalam segala konteks.

·          Kepuasan Intelektual & motivasi edukasi.

·          Mendapatkan keuntungan finansial dengan cara yang halal, wajar dan mendidik. (dst).

Karya Apa Saja Yang Bisa DiBukukan?

Banyak buku (Sastra maupun ilmiah) di toko2 yang awalnya adalah naskah yang diramu dari:

·          Kumpulan Makalah atau Artikel.

·          Skripsi/ Tesis/ Disertasi

·          Catatan Harian di buku Diary

·          Hasil Penelitian Ilmiah.

·          Dst.

Bagaimana Proses Dari Naskah Menjadi Kemasan Buku?

·          Bermitra dengan Penerbit yang berpengalaman dan transparan.

·          Naskah diedit mulai dari pilihan judul hingga penyajian isi

·          Desain Cover, LayOut naskah dan Pemeriksaan Aksara oleh editor

·          Permohonan kode ISBN dari Perpustakaan Nasional

·          Proses Produksi, dan siap beredar sesuai kehendak anda.

Umumnya ada tiga jenis kerjasama dengan Penerbit: 1) Produksi buku dibiayai total oleh Penerbit dengan kompensasi royalty bagi Penulisnya, 2) Biaya Produksi ditangani secara bersama-sama. Dan 3) semua anggaran Produksi ditanggung penulisnya dan penulis bebas menentukan segala distribusi buku. Penerbit sebatas pada ‘menyulap’ naskah anda hingga menjadi buku yang siap ‘saji’ dan memiliki ISBN.

Menerbitkan Karya Sendiri, Kenapa Tidak?

Menerbitkan sendiri karya tulis sudah menjadi trend para penulis akhir-akhir ini. Selain karena kita bisa melepaskan diri dari ikatan kontrak dengan penerbit yang sering tidak adil, juga kita bisa mendapatkan kewenangan penuh atas naskah kita dan memungkinkan bagi kita untuk mendapatkan keuntungan finansial yang lebih besar dari sekedar royalti.

Ketika DOSEN & GURU Berkarya; Trend Pendidik Masa Depan.


 Para Dosen atau Guru pasti memiliki banyak naskah tulisan yang menjadi materi pengajarannya. Alangkah lebih baiknya kalau materi pengajaran tersebut dibukukan dan menjadi reverensi pendidikan untuk bidang studi yang diajarkan. Baik berupa kumpulan makalah maupun sebuah materi khusus yang terkait bidang studi tertentu. Contoh sederhana Menciptakan Buku bagi seorang pendidik:

                Seorang Dosen memiliki sebuah naskah tesis seputar Sejarah Akuntansi Modern dan sering dia jadikan sebagai draft reverensi perkuliahan. Lalu naskah itu diterbitkan dalam kemasan buku dan memiliki ISBN. Katakanlah Dosen tersebut mengeluarkan anggaran produksi Rp 8. 000,- per buku untuk 500 eksamplar buku yang diproduksi.


Karena buku tersebut sesuai dengan materi kurikulum, maka karya tulis itu bisa didistribusikan di berbagai toko buku lewat agent resmi atau ditawarkan kepada para mahasiswa dengan harga yang di bawah standar harga toko buku. Antara rasio ongkos produksi, harga standar toko yang mahal dan jumlah aset (buku) memungkinkan bagi penulis untuk mendapatkan dua keuntungan: meringankan beban pembaca melalui pemberian harga di bawah standar dan mendapatkan keuntungan langsung yang bisa digunakan untuk mencetak lagi naskah anda yang lain…

Cara di atas berlaku bagi akademisi/ pendidik dan siapapun, dan temanya bebas: Sejarah, Politik, Medis, Hukum, Ekonomi, Pariwisata, Seksologi, Lingkungan, Budaya, Sastra dst…


“Menerbitkan langsung karya sendiri adalah langkah yang paling strategis dan menguntungkan yang jarang diungkap dalam industri penerbitan buku di Indonesia.”

***

TULIS DAN TERBITKANLAH KARYA ANDA


a.             Semua Orang Adalah Penulis.

Banyak sekali orang yang mengeluh tentang susahnya menuangkan isi pikiran ke dalam bentuk tulisan. Sementara, pada saat yang sama ia biasa menulis surat, mengisi buku diary, menyusun laporan, skripsi, tesis, disertasi dst. Menulis merupakan sesuatu yang mudah dilakukan apalagi diirngi dengan banyak membaca buku dan rutin mencatat apa saja yang ingin kita tulis. Berarti, menulis (mengarang) itu bukanlah monopoli mereka yang berbakat.

Semua orang yang pernah mengenyam dunia pendidikan pasti pernah menulis yang berarti kalau ia rajin mendokumentasikannya, ia memiliki naskah yang pada satu waktu bisa diterbitkan. Bisa berupa naskah sastra (puisi, cerpen, novel), artikel, diktat kuliah ataupun skripsi dan tesis hingga disertasi. Kalau begitu, kenapa kita tidak berupaya menerbitkan gagasan kita untuk dibaca orang lain? Atau bila perlu masuk dalam bursa toko buku nasional?

b.             Mudah Menerbitkan Karya Kita.

Katakanlah kita punya satu naskah (entah skripsi atau novel). Kita ingin menerbitkannya dan bila perlu harus masuk dalam bursa buku nasional. Bagaimana langkah-langkahnya?

Pertama, meng-edit naskah tersebut agar lebih populer dan ‘menjual’. Misalnya meringkas judulnya dengan lebih menarik dan mengolah isinya agar lebih menarik untuk dibaca umum. Kedua, bekerjasama dengan sebuah Penerbit yang pengalaman dalam dunia buku. Semisal sudah ada komitment dengan penerbit yang dimaksud, maka si penerbit akan me-LayOut naskah anda dalam bentuk isi buku, membuatkan desain cover dan menerbitkan nomor ISBN yang diajukan dari Perpustakaan Nasional di Jakarta.

Satu contoh print-out buku akan ditunjukkan pada anda dan jika anda puas pada hasilnya silahkan anda buat perjanjian dengan penerbit: apakah buku anda perlu dimasukkan dalam bursa buku? Jika ‘iya’, maka si penerbit akan menggandeng distributor dan dalam waktu dekat karya anda akan masuk di berbagai toko buku, serta bersiaplah buku tersebut dibedah di forum2 yang anda kehendaki.

c.             Bagaimana Bentuk Kerjasama dengan Penerbit?

Umumnya ada tiga jenis kerjasama:

Pertama, karya anda akan diterbitkan atas biaya Penerbit dan anda hanya akan mendapatkan beberapa eksamplar buku dan beberapa % royalty dari hasil penjualan. Keuntungan dari kerjasama jenis ini anda tidak perlu keluar biaya tetapi anda mudah dicurangi terutama pada royalty. Kedua, naskah anda akan diterbitkan dengan biaya ‘patungan’ antara anda dengan penerbit. Keuntungannya anda berhak mendapatkan jatah buku lebih banyak (sesuai perjanjian) tetapi tetap terikat pada orientasi komersial penerbit.
Ketiga, naskah diterbitkan dengan biaya anda sendiri, penerbit hanya menjadi mitra yang mewujutkan agar naskah tersebut menjadi buku yang siap dibaca. Kelemahannya, anda akan mengeluarkan biaya, tetapi anda berhak total atas semua buku yang tercetak. Anda bebas menentukan berapa jumlah yang masuk toko buku dan penerbit fleksibel dalam mendapatkan konpensasi dari anda.
Berdasarkan rasio anggaran produksi buku yang tergolong murah, kami sering mendapatkan mitra yang memilih model kerjasama yang terakhir itu. Dan dalam waktu yang singkat, si penulis biasanya mendapatkan modalnya kembali oleh saldo penjualan buku.

“Apa yang kita tulis hari ini akan menjadi ukiran sejarah sepanjang masa. Siapa yang tidak menulis, akan sirna dalam perputaran sejarah manusia”

Aksara Tumapel (RATU) adalah sebuah Lembaga Penerbitan yang berbadan hukum Yayasan (Akte Nmr: 144/27-12-05) dan telah memiliki keanggotaan ISBN dari Perpustakaan Nasional RI dengan nmr: 979-25-2200-X. lembaga ini telah banyak menerbitkan buku Sastra dan Ilmiah yang telah beredar dalam pasar buku.

Bebas konsultasi seputar penerbitan buku dan dunia per-bukuan:
email:  ratuaksara@plasa.com
Hp: 081.5555.6177/ 081.392.158.867.

AKSARATUMAPEL

Profesional & Transparant

Aksara Tumapel telah menerbitkan beberapa buku antara lain:

Wasiat Mpu Tantular; Kumpulan Artikel Budaya, karya: Drs. Peni Suparto, MAP, Walikota Malang (Sept’05). DiLauncing di Studio Mahameru TV lantai III Kantor Perpustakaan Umum kota Malang bulan Sept 2005.

Menyambut Tantangan Globalisasi; Sebuah Biografi & Gagasan Walikota Malang, karya: Liga Alam M (Ratu/ Jan’06). Dilauncing di STIE Malangkucecwara tanggal 10 Feb 2006.

Di Balik Ramalan Joyoboyo; Kumpulan Artikel Budaya, karya: Drs. Peni Suparto, MAP, Walikota Malang (Ratu, Juni ’06).

Tumbal Perawan Jenggala; Novel Sejarah karya: Liga Alam M (Ratu, Ags’06). Masuk di berbagai toko buku.

Buih-Buih Ombak; Novel Karya: Liga Alam M (Ratu Nop’05)

Segenggam Pasir; Sahabatku Di Meulaboh (kumpulan Cerpen pelajar kota Malang hasil lomba). Ratu, Juni 06.

Pelangi Di Taman Oval; Novel Remaja Karya: Liga Alam M (dalam proses percetakan)

Garuda Sang Bima. Novel Sejarah edisi revisi. Karya: Liga Alam M (dalam proses percetakan).

Aksara Tumapel juga sedang menerbitkan sebuah Majalah etnik RATU yang beredar setiap bulan di Malang Raya. Selain menerbitkan buku, RATU juga pernah mengadakan lomba cipta karya sastra (kategori Cerpen) tingkat pelajar se-kota Malang bekerja sama dengan Perpustakaan Umum kota Malang pada bulan Agustus 2005.  Juga sebagai konseptor dan narasumber dalam Pelatihan Menulis Gratis tingkat Pelajar di Aula SMAN 1 Kota Tarakan Kaltim pada tanggal 15 April 2006.  Untuk mensukseskan programnya, RATU bermitra dengan berbagai lembaga penerbitan Profesional yaitu: Grha Guru Jogjakarta.

(Disadur  dari artikel tips menulis Klub Menulis Aksara Tumapel  (RATU) – Malang)

***


TIPS
TIPS MENERBITKAN BUKU DARI PENERBIT ANDI


Persyaratan Penerbitan Naskah
Hubungan Antara Penulis dan Penerbit
Penulis dengan Penerbit memiliki kedudukan setara; secara umum Penulis memandang Penerbit bertindak sebagai intermediary karya-karya yang akan disampaikan kepada masyarakat, sedangkan Penerbit memandang Penulis sebagai aset penting perusahaan yang menyebabkan proses penerbitan tetap berlangsung.
Kepentingan apa di balik dorongan untuk menulis? Menulis dapat meningkatkan kredit point (bagi pengajar), meningkatkan kredibilitas, dan pemenuhan finansial. Hal tersebut yang memotivasi penulis untuk menghasilkan suatu karya yang berkualitas.

Apa kelebihan Penerbit ANDI dibanding penerbit lain?
• Buku ANDI telah memiliki Brand Name tersendiri di hati masyarakat.
• Memiliki jaringan distribusi yang luas.
• Memiliki mesin cetak sendiri sehingga hasil, kecepatan, dan kualitas dapat diatur dengan baik.
• Memiliki sistem royalti yang jelas, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan sinergi kerja sama antara Penulis dengan Penerbit akan diperoleh hasil berupa penerimaan masyarakat terhadap buku terbitan ANDI.

Bentuk Royalti Penerbit ANDI
Penerbit ANDI memberikan royalti sebagai berikut:
Besar royalti standar adalah 10%, dengan perhitungan: 10% x harga jual x oplah (potong pajak)
Mengingat Penerbit ANDI memiliki bentuk kerja sama yang beragam pada saluran distribusi pemasaran, maka perhitungan royalti adalah berdasarkan buku yang benar-benar telah terbayar lunas, dengan demikian buku yang sifatnya konsinyasi atau kredit belum dianggap sebagai buku laku. Dalam hal ini Penerbit ANDI akan selalu menjaga kejujuran dan kepercayaan bagi semua relasinya, ini semua karena nama baik sangat penting bagi Penerbit ANDI.

Bentuk Kerja Sama Penerbitan
Bentuk kerja sama penerbitan yang ditawarkan Penerbit ANDI mencakup:
Kerja sama Penerbit dengan Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan Penulis secara individu untuk menerbitkan sebuah buku.
Kerja Sama Penerbit dengan Kelompok Penulis; yaitu kerja sama antara Penerbit dengan beberapa Penulis sekaligus untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam kerja sama ini, Penulis wajib menunjuk satu orang dengan pemberian surat kuasa, untuk bertanggung jawab terhadap segala urusan administratif maupun non administratif yang berkaitan dengan penerbitan.
Kerja sama Penerbit dengan Lembaga; yaitu kerja sama antar Penerbit dengan sekelompok Penulis yang telah dikoordinasi oleh Lembaga/Institusi untuk menerbitkan sebuah buku. Dalam hal ini Penerbit hanya berhubungan dengan Lembaga/Institusi yang telah diberi kepercayaan oleh Penulis.

Kerja sama Umum
Kerja sama cetak. Penerbit hanya membantu dalam jasa percetakannya, seperti buku jurnal ilmiah dan sebagainya.
Kerja sama cetak dan penerbitan, Penerbit bekerja sama dengan Perorangan/Lembaga untuk menerbitkan sebuah buku dengan tanggungan biaya penerbitan bersama.

Prosedur Penerbitan Buku
Materi yang Harus Dikirim
Penulis harus mengirimkan ke Penerbit naskah final, bukan outline ataupun draft, yang disertai:
. Kata Pengantar
• Daftar Isi
• Daftar Gambar
• Daftar Tabel
• Daftar Lampiran
• Isi
• Daftar Pustaka
• Indeks
• Abstrak (sinopsis)
. Penjelasan perihal: pasar sasaran yang dituju, prospek pasar, manfaat buku ybs.
. Profil penulis, memberi keterangan singkat tentang penulis.

Penilaian Naskah
Penerbit menilai naskah dari berbagai aspek:

Aspek Ideologis
Apakah topik bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, apakah topiknya akan meresahkan kondisi masyarakat seperti: politik, hankam, sara, sopan santun, harga diri, dll.

Aspek Keilmuan :
•    Apakah topik yang dibahas merupakan topik baru bagi masyarakat, dan apakah masyarakat sudah siap menerima topik tersebut?
•    Apakah naskah tersebut gagasan asli atau jiplakan?
•    Terkait dengan akurasi data maka diperlukan sumber daftar pustaka yang lengkap.

Aspek Penyajian:
•    Apakah sistematika kerangka pemikiran baik sehingga alur logika pemaparan mudah dipahami?
•    Bahasa yang digunakan apakah komunikatif sesuai dengan jenis naskah dan sasaran pembaca?
•    Apakah cara penulisannya sudah benar, yaitu menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baku?
•    Kelengkapan naskah secara fisik seperti kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, batang tubuh, daftar gambar, tabel, lampiran, index, daftar pustaka, sinposis, apakah sudah lengkap?
•    Pengetikan menggunakan media dan alat apa, apakah tulis tangan, diketik manual, ketik komputer menggunakan software tertentu?
•    Mutu gambar, tabel dan objek lain yang dipasang (capture) apakah layak atau masih harus diperbaiki lagi?
•    Apakah urusan perizinan penggunaan gambar tertentu, izin terjemahan, izin pengutipan dll. sudah diselesaikan?

Aspek Pemasaran:
•    Apakah tema naskah mempunyai pangsa pasar jelas dan luas sehingga buku akan dapat dan mudah diterima pasar?
•    Apakah naskah memiliki selling point atau potensi jual tertentu, seperti judul, keindahan, bahasa, kasus aktual, dsb?
•    Apakah ada buku sejenis yang beredar dan telah diterbitkan? Apa kelebihan naskah tersebut dibandingkan dengan buku lain?

Aspek Reputasi Penulis:
•    Apakah penulis adalah tokoh, praktisi, dosen yang sangat diakui kepakarannya oleh masyarakat luas?
•    Apakah buku-buku yang pernah diterbitkan mempunyai catatan keilmuan dan pemasaran yang baik?

Keputusan Menerima/Menolak Naskah

Untuk Apa dan Mengapa Penerbit Harus Menilai Naskah? Penerbit adalah suatu badan usaha yang bercita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk tujuan tersebut Penerbit mengusahakan, menyediakan, dan menyebarluaskan bagi khalayak umum, pengetahuan dan pengalaman hasil karya ilmiah para Penulis dalam bentuk sajian yang terpadu, rapi, indah, dan komunikatif, baik isi maupun kemasan fisik, melalui tata cara yang sesuai, dan bertanggung jawab atas segala risiko yang ditimbulkan oleh kegiatannya. Berdasarkan pengertian mengenai penerbitan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerbit tidak bermaksud untuk menghakimi hasil karya Penulis, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menghargai karya tersebut karena Penulis adalah “rekan sejawat” bagi Penerbit.
Penilaian naskah bukan untuk menjatuhkan vonis naskah baik atau buruk, layak terbit atau tidak. Langkah tersebut digunakan sebagai sarana untuk memperlancar proses penerbitan secara optimal.
Proses penilaian ini adalah proses standar penerbitan sehingga perlu ada komunikasi yang baik antara Penerbit dan Penulis. Dengan demikian tidak ada salah-pengertian bahwa Penerbit menganggap remeh Penulis atau Penulis merasa naskahnya sudah yang terbaik.

Keputusan Naskah
Setelah Penulis menyerahkan naskah, Penerbit memberikan keputusan melalui surat resmi kepada Penulis, apakah buku diterbitkan atau tidak. Untuk naskah yang diterima, Penerbit akan mengirim surat pemberitahuan resmi. Penulis wajib melengkapi kelengkapan naskah – softcopy. Untuk naskah yang ditolak, naskah akan dikembalikan kepada Penulis bersama dengan surat pemberitahuan penolakan penerbitan.

——————————————————————————–

Pengiriman Softcopy: Disket atau CD
Softcopy naskah dikirim dapat dengan cara: Lewat pos/paket ditujukan ke:
Penerbit ANDI
Jl. Beo 38-40 Yogyakarta 55281
Telp (0274) 561881; Fax (0274) 588282

Datang langsung ke kantor Penerbit ANDI dan menemui bagian penerbitan ANDI.
Atau lewat email (Maksimal 1 Mb per kiriman):
penerbitan@andipublisher.com

——————————————————————————–
Format Naskah
Format Naskah Siap Cetak
Format pengaturan naskah dapat menggunakan Template yang disediakan oleh Penerbit Andi. Format ini merupakan Template standar yang dapat disesuaikan dengan naskah yang sedang ditulis. Anda dapat meminta Template tersebut melalui e-mail, atau datang langsung ke Penerbit ANDI.

Format naskah standar siap cetak, adalah sebagai berikut:
Jenis huruf untuk teks isi: Bookman Old Style, New Century School Book atau Times New Roman 10/11 point.
Judul bab (Heading 1): font sama dengan teks isi, ukurannya diatur sedemikian rupa agar tampak menonjol dan serasi dengan ukuran 20 pt.
Judul sub-bab (Heading 2): font sama dengan teks, 18 point, capital, bold.
Judul sub-sub-bab (Heading 3): font sama dengan teks, 10 point, capital underline
Header dan Footer: menggunakan font yang berbeda, dapat divariasikan dalam style huruf bold atau italic.
Footnote : Font sama, 8 point; dapat menggunakan font lain yang serasi.
Alignment : Justified
Spacing : Before – 0, After – 0,6
Line Spacing : Single
Gambar-gambar tangkapan (capture) layar sebaiknya menggunakan format jpg. Gambar sebaiknya dikirimkan dalam file tersendiri yang di kumpulkan dalam sebuah folder gambar dan dilakukan link terhadap naskah.

Catatan: Segala bentuk aturan layout di dalam template adalah layout standar di Penerbit Andi, Anda dapat memodifikasi perwajahan buku Anda dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi dengan Penerbit.

Contoh Penomoran Halaman:
Halaman judul : i
Halaman Copyright : ii
Halaman Persembahan : iii
Kata Pengantar : v
Daftar Isi : vii
Halaman Isi
Pendahuluan (Bab I) : 1
Bab II : 3, 5, 7, 9, dst. (selalu halaman ganjil).

Ukuran Buku dan Area Cetak
Setelah Anda menentukan sistematika penulisan buku Anda, hal penting berikutnya adalah format buku yang akan Anda tulis. Format buku terdiri dari beberapa ukuran yaitu ukuran besar, standar, kecil, atau buku saku serta format spesial. Penentuan format ini akan berpengaruh terhadap ketebalan buku dan kedalaman materi yang Anda inginkan.

Format buku di Penerbit Andi:
Format Besar : 20 cm x 28 cm, 21,5 cm x 15,5 cm
Format Standar : 16 cm x 23 cm, 11,5 cm x 17,5 cm
Format Kecil : 14 cm x 21 cm, 10 cm x 16 cm
Buku Saku : 10 cm x 18 cm, 13,5 cm x 7,5 cm
Format Khusus

Banyak Penulis tidak memperhatikan format ini sehingga saat dilakukan pengaturan layout dan setting, beberapa bagian buku menjadi tidak sesuai dengan maksud Penulis. Ketidaksesuaian tersebut contohnya: proporsi gambar yang tidak benar, pemotongan kata yang tidak tepat (terutama pada listing program pada buku pemrograman), dan ketebalan buku yang tidak proporsional.

Catatan: Prosedur penerbitan ini sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan, situasi dan kondisi, untuk itu diharapkan Penulis dapat mengikuti informasi terbaru di Penerbit Andi. Template penulisan naskah bisa di download pada section “download” pada situs http://www.andipublisher.com .
(Disalin dari situs Penerbit Andi di internet http://www.andipublisher.com)

***


TIPS MENULIS

11 CARA JADI PENULIS
Oleh : Adi Abas


Bagi kamu para teenager entah cowok apa cewek, daripada nganggur gak jelas, mendingan ikuti aja cara-cara jitu yang otomatis  bikin kamu bisa hepi jadi penulis. Apalagi bagi kamu yang emang udah punya bakat alam jadi penulis. Tunggu apa lagi coba? Check this out !
1.    The first,  tekadkan diri kalo kamu bangga jadi penulis. It’s a must !
2.    Cara kedua dengan ngelamun. Karena kebanyakan ide nongol saat kita lagi ngelamun.Tapi jangan suka keterusan, ya? Ato kalo gak dengerin curhatan temen aja. Kan bisa tuh dibikin cerita. Listen to the music ato mo lebih gampangnya lagi dari kisah diri  kamu sendiri. Tentunya, cerita itu kudu seru dong !
3.    Sebelum nulis, pilih jalur penulisan yang kamu kuasai : cerpen, cerbung, ato novel. Di dalam novel kamu juga mesti pilih jalur, lho. For example : teenlit, chiclit, metropop, preteen, roman, horor, dll.
4.    Cari tempat dan alat yang nyaman buat  menulis cerita. Bagi kamu yang gak punya komputer cukup di buku tulis aja.Tapi ntar kalo ngirimin ke penerbit harus di ketik komputer, lho. Kan sekarang banyak rental pengetikan. Tempat yang asik untuk yang gak punya komputer adalah : meja belajar dan tempat tidur. Trus bagi kamu yang punya komputer, tinggal tik ketik aja lagi. Keluarin deh semua uneg-uneg kamu.
5.    Usahakan kegiatan tulis menulis bagi kamu yang masih skul di saat week end ato long holiday aja, biar gak ganggu konsentrasi belajar, maksudnya. Tapi kalo kamu bisa bagi waktu …….why not kalo tiap hari ?
6.    Banyak orang bingung mo nulis kata pembuka cerita gimana. Padahal caranya banyak banget. Nih contohnya :
–    Pada suatu hari ……..
–    Di malam yang gelap ……..
–    Di atas bukit nan jauh, Teletubbies, eh Just kidding = P
Ato langsung  dibikin seperti ini :
•    “Serius lo ?”
Kan kesan yang ditangkap para pembaca adalah mereka disuruh menyelidiki apa maksud terselubung dari kalimat tanya itu. Biar penasaran gitu….  Ato kamu mo bikin contoh yang lain ? That’s good idea.
7.    Kalo kamu bikin cerpen, itu mah cepet banget selsenya. Tapi kalo kamu bikin novel, uhm …….dijaga aja mood-nya. Biar gak drop. Caranya, cukup nikmati aja pekerjaan kamu and jangan jadiin beban. Karena kalau kamu maksa-maksain diri, hasilnya malah bad banget !
8.    Kalo Novel, sering kali kita bosen bikin lanjutan ceritanya. Tau sendirilah, novelkan tebelnya amit-amit. Therefore cara nyegerin kepala biar otak gak blank adalah refreshing ke manaaaaa gitu ato cari referensi dengan beli novel karya anak bangsa. Kan kita mesti cinta produk dalam negeri.
9.    Bagi cerpen, cerita yang udah kamu buat sebarin ke temen-temen satu skul trus suruh baca dan kasih comment. Kalo tanggapan mereka bagus, coba kirim aja ke majalah-majalah  remaja ato ke tabloid kesayangan kamu.
10.    Bagi novel, usahakan saat kamu rekomendasiin itu novel ke temen-temen kamu ceritanya belum kelar. Biar mereka penasaran. Setelah banyak temen yang udah baca dan nyuruh kamu ngelanjutin ceritanya, lanjutin tu cerita, tapi setelah selse, jangan kasih liat mereka. Melainkan langsung kirimkan ke penerbit. Kalo ceritanya bagus dan memenuhi kriteria, pasti deh novel kamu diterbitin. Setelah terbit suruh temen-temen kamu beli novel itu. So, novel kamu bakalan laku dong karena mereka udah penasaran banget menantikan ending ceritanya hehehe… Uhm, yummy banget.
11.    Setelah semua selse kamu lakuin. Udah deh, tinggal tunggu gimana reaksi masyarakat tentang novel/cerpen kamu. Bisa aja ada produser baca, trus dibikin film/sinetron kayak pengalamannya Dyan Nuranindya—Dealova, Maria Ardelia—Me vs High Heels, Rachmania Arunita—Eiffel I’m In Love, Esti Kinasih—Fairish, Ken Terate—My Friends, My Dreams, Aditya Mulya—Jomblo, Alberthine Endah—Detik Terakhir/Jangan Beri Aku Narkoba, dan Moammar Emka—Jakarta Undercover. Hmm….. makin tebel deh kantong kita. Kan enak bisa menuhin kebutuhan sendiri. Apa sih yang gak mungkin selama kita mau berusaha. Tapi inget tetep berdoa pada Tuhan YME, bantu orang tua dan bantu orang yang gak mampu.
Nah, caranya gampang banget, kan? Kalo bingung mo kirim karya kamu ke mana, nih, kuberi beberapa perusahaan penerbit buku populer yang bisa bikin mimpimu jadi nyata:
A. Gramedia Pustaka Utama
B. Gagas media
C. Kata Kita
D. Terrant Books
E. Grasindo

Udah jangan berkhayal mulu. Bikin mimpimu jadi nyata!!!!

***


TIPS MENULIS ARTIKEL
Oleh : E. Martina Sriwulaningsih


Menulis sebuah artikel adalah menyatakan ide/ pemikiran yang ada dalam otak kita. Agar tulisan yang telah kita buat dapat dimengerti orang lain dan bisa bermanfaat maka kita harus memperhatikan dua kunci penting dalam membuat artikel, yaitu: (1)Presentasi Akal Pikiran dan (2)Ekspresi Bahasa yang Benar dan Komunikatif.
1.    Presentasi Akal Pikiran
Ide / gagasan yang dituangkan dalam artikel merupakan hasil proses:
•    Perenungan
•    Pengamatan
•    Penelitian
•    Penyelidikan
•    Pengumpulan data
Semua proses di atas dilakukan dengan serius dan mendalam untuk menghasilkan buah pemikiran yang obyektif dan bermutu.
Perlu dihindari emosi yang berlebihan untuk menjamin standar ‘ilmiah’, demokratis dan tidak memvonis.
Tulisan yang terlalu sarat emosi, akan cenderung anarkis, provokativ dan akhirnya menutup kemungkinan adanya dialog dan sharing pemikiran.
Sumber gagasan dan fakta:
•    Pemikiran orisinil penulis
•    Referensi yang ada
•    Inspirasi (sumber alternatif) setelah menyimak dan mempelajari sumber yang ada.
2.    Ekspresi Bahasa uang Benar dan Komunikatif
Untuk bisa diterima pembaca, struktur bahasa yang sudah tepat (sesuai konteks, EYD) perlu dilengkapi dengan pemahaman penulis terhadap latar belakang pembaca:
•    Segmentasi pemikiran
•    Kultural
Jika range pembaca sangat beragam maka diperlukan standarbahasa umum yang bisa dimengerti pembaca : bahasa jurnalistik (berisi, efisien dan komunikatif).
Karakteristik Bahasa Populer Jurnalistik
a)    Bahasa yang Terbatasi
Dibatasi ruang dan waktu. Dibutuhkan komunikasi yag cepat, kata dibuat seringkasa mungkin (ekonomis, hemat) dengan kemampuan mengkomunikasikan ide secara jelas dan efisien.
Kemampuan menjahit dan menghubungkan antara beberapa item tersebut dengan logika yang tepat dan bahasa yang akrab dan tidak angkuh menjadi penting dilakukan.
b)    Bahasa yang Hemat tapi jelas
Penghematan bisa dilakukan dengan:
•    Penggunaan 5w+1h
•    Kelengkapan pemahaman penulis terhadap masalah
•    Faktual dan konkret
•    Analisa yang dinamis
•    Ungkapan populer, aktual, jenaka (kalau perlu)
c)    Pembakuan dan konsistensi ilmiah
Penulisan kata dalam sebuah tulisan hendaknya tetap sama meskipun salah.
Hal ini dibenarkan apabila setiap redaksi memiliki panduan pembakuan bahasa menurut ‘ijtihad’nya sendiri-sendiri.

AKU INGIN MENULIS !
Oleh : E. Martina Sriwulaningsih


Menulis bukan sekedar menebar karya sebagai pembuktian adanya kemampuan yang kita miliki. Akan tetapi sadarkah kita, bahwa dengan menulis ternyata dapat kita tangkap sebagai proses pengembangan pribadi. Tulisan-tulisan yang telah kita karyakan tak hanya memberikan kepuasan saat dimuat di sebuah koran, majalah ataupun tabloid yang dibaca publik. Jika kita mau menilik kembali dan mencermati secara keseluruhan apa yang telah kita tulis, kita juga akan dapat melihat bagaimana diri kita berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
Tak hanya tulisan propagandis, politis atau semacam essay saja yang dapat menguak pribadi secara tak sadar, bahkan coretan pena berupa puisi dan cerpen pun dapat membawa kita memahami diri kita sendiri. Apa yang kita tuliskan mencerminkan bagaimana kita berpikir dan menyikapi suatu keadaan. Segala pengalaman yang pernah kita alami akan terabadikan dalam tulisan kita.  Melalui tulisan kita dapat melihat dan memahami perilaku manusia yang tidak tampak, yaitu berpikir. Perlu disadari bahwa yang menjadi sumber dari segala perilaku dan tindakan kita adalah proses berpikir itu sendiri. Dengan demikian kita dapat mengetahui sejauh mana perkembangan pola  anil kita dan apa yang perlu kita tingkatkan untuk menuju suatu pribadi yang utuh.
Tulisan merupakan potret ingatan, pengalaman dan pengetahuan yang telah kita miliki. Seperti yang sempat dikutip dari buku Pengalaman Menulis Buku Nonfiksi, “Aku menulis buku agar gambaran pribadiku tak Cuma luluh lantak binasa ditelan Sungai Sang Kala Tergurit di atas ingatan sahabat – handai – tolan” (Widarso, 2005). Melihat apa yang terjadi dalam diri kita, memahaminya, menjelajah apa kelemahan dan kelebihan diri kita, hingga kita menyadari diri kita apa adanya dan menggugah semangat kita untuk senantiasa menjadi lebih baik lagi.
Paling tidak, kita bisa  menulis untuk orang lain dan untuk diri kita sendiri. Segala kritik dan komentar berarti penilaian orang lain terhadap diri kita. Tak perlu kita takut akan cemoohan dan cercaan orang lain, itulah cambuk bagi kita untuk memperbaiki apa yang telah kita buat dan kita lakukan. Semakin kita berusaha memperbaiki tulisan yang telah kita buat, ide-ide yang kita miliki juga akan semakin mengalami pengembangan.
Menulis menjadi sesuatu yang sangat mengesankan dari pribadi-pribadi yang telah menorehkan tintanya di atas lembar putih yang mereka pilih. Ide-ide yang mengalir dengan bebas dan indahnya, sangat mengasyikkan! Ide-ide yang kemudian terangkum dalam kalimat-kalimat yang telah disusun sedemikian rupa agar tersampaikan kepada sesama untuk berbagi dan saling mengisi dalam perjalanan hidup.
Betapa berartinya hidup saat kita  ani berbagi tentang apapun yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan. Keutuhan yang kita rasakan dalam diri kita sendiri dengan segala keberanian dan kejujuran yang kita miliki. Menulislah selama kau masih  ani menggerakkan penamu dia atas lembaran putih yang siap menemanimu berpetualang dengan idemu. Tak perlu takut katakan pendapat lewat tulisan asal tahu batas!

* * *


CARA JITU MENULIS CERPEN
Oleh :  Liga Alam M


Kenapa Kita Menulis?

Pertanyaan ini merupakan kunci motivasi seorang penulis. Untuk apakah kita menulis? Mari kita simak jawabannya melalui sebuah kisah nyata di bawah ini:
Usianya masih sangat muda, 13 tahun. Kala itu bulan Juni 1942, pertama kalinya ia menulis dalam buku diarinya. Beberapa bulan kemudian, bersama orangtuanya, ia bersembunyi di sebuah loteng gelap karena sedang diburu oleh rasisme Nazi yang sedang ganas-ganasnya. Seringkali ia mendengar suara deru pesawat tempur dan rentetan senjata api yang mengawang di atas Secret Annex itu.
Untuk mengisi hari-hari panjangnya di tempat persembunyian tersebut dan untuk mengatasi rasa takutnya, ia mencurahkan segala perasaannya dalam sebuah buku diari, catatan harian, yang dikemudian hari mengatarkannya menjadi seorang ‘pengisah sejati’ yang terkenal di seluruh dunia. Gadis itu bernama Anne Frank.
Aku berharap, demikian ia mengawali tulisannya pada diarinya yang diberinya nama Kitty, aku bisa  mencurahkan isi hatiku padamu dengan cara yang belum pernah aku lakukan pada siapapun sebelumnya, aku harap kamu dapat memberi rasa nyaman dan juga semangat untukku.
Berbulan-bulan ia tidak melihat matahari dan tidak mengetahui dunia luar. Namun ia terus saja menulis, “…aku suka menulis, banyak hal yang terlampau menIk dan luar biasa dalam hatiku, akan aku tumpahkan lewat tulisan. Kertas memiliki kesabaran yang lebih ketimbang manusia.”
Pada bulan April 1944 ia curhat pada diarinya bahwa ia rindu ingin sekolah lagi, Andai perang tidak juga berakhir bulan September, aku tidak akan kembali ke sekolah… Memang Anne Frank tidak pernah lagi melanjutkan sekolahnya hingga akhir hayatnya.
Karena pada tanggal 4 agustus pagi, delapan orang yang bersembunyi di Secret Annex, termasuk Anne Frank, disergap oleh intelejen bayaran Nazi lalu digiring ke Penjara, lalu ke kamp pembuangan sampai akhirnya dicampakkan ke sebuah kamp mengerikan di dekat Hannover (Jerman) tahun 1945. Bersama dengan impian remaja dan cita-citanya, akhirnya Anne Frank meninggal dunia karena terlalu lelah, sakit dan lapar. Mayatnya dibuang ke sebuah pemakaman umum Bergen-Belsen. Ia mati dalam usia belasan tahun tanpa sempat tahu bahwa beberapa waktu kemudian, setelah perang usai, diari-nya ditemukan oleh petugas berceceran di lantai Secret Annex yang akhirnya menjadi sebuah dokumen sejarah yang dipublikasikan di seluruh dunia.
Nah, dari kisah di atas kita dapat memetik pelajaran penting bahwa menulis adalah sebuah cara untuk mendokumentasikan segala pikiran, pengalaman dan imajinasi kita ke dalam bentuk tulisan. Untuk melengkapi jawaban ini, saya masih ingin mengutip penggalan-penggalan bagus dari diari Anne, Saat aku menulis, aku dapat meluruhkan seluruh deritaku. Ketakutanku lenyap, gairah hidupku bangkit kembali! ….. aku berharap, semoga bisa, oh, aku sangat berharap, hanya dengan menulis aku dapat merekam segalanya, seluruh pikiran, ide dan fantasiku. Pada awalnya, si Anne tidak berpikir kalau buku diarinya akan dipublikasikan secara luas. Ia menulis untuk dibaca sendiri dan berdasarkan motivasi seperti yang diuraikannya di atas.
Sebetulnya, dipelajari atau tidak, menulis itu tetap mengiringi hidup kita sehari-hari karena memang sudah menjadi kebutuhan. Baik untuk kepentingan resmi seperti mengerjakan tugas sekolah/kuliah/kantor, maupun untuk keperluan yang lebih bersifat privasi seperti menulis surat cinta, sms atau menulis curahan hati di buku diari.
Sesuai dengan jenis tulisannya, aktifitas menulis memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Menulis laporan penelitian tentu tidak sama dengan menulis novel. Demikian juga dengan menulis artikel yang berbeda dengan menulis cerpen. Oleh karena itu menulis amat penting untuk dipelajari dan dipraktekkan.
“Kalau berbulan-bulan anda pelajari teori ‘berenang’  tanpa pernah menyentuh air, maka percayalah anda tidak akan pernah bisa berenang. Sebaliknya kalau anda dilempar ke dalam kolam renang dua atau tiga kali, besar kemungkinan anda akan otomatis menguasai teknik keseimbangan tubuh yang merupakan kunci utama ilmu renang. Demikian juga dengan ilmu mengarang. Anda harus akrab dengan buku dan alat tulis yang memang dikhususkan untuk mengarang”.
Kegiatan menulis sangat berguna, terutama dalam mendokumentasikan sesuatu, entah kisah hidup kita, kisah ‘special’ yang kita anggap perlu dikenang selamanya hingga peristiwa sejarah. Tradisi lisan mudah hilang dalam ingatan, sebaliknya tulisan akan selalu abadi sepanjang masa (begitu kata orang).
Berikut ini beberapa tips yang akan memudahkan anda dalam menulis, terutama menulis cerita pendek.

Menulis Harus Ada Minat.
Langkah pertama untuk menjadi seorang penulis adalah: ada keinginan yang kuat untuk menjadi seorang penulis. Ada gairah yang menggebu-gebu untuk menulis.  Gairah ini akan mengantarkan kita pada semangat ‘saya pasti bisa’. Tanpa itu, hanya akan melahirkan seorang penulis iseng yang se-ala kadarnya saja.

Rajinlah Membaca.
Seringkali kita membaca buku hanya pada saat menjelang ujian (sekedar untuk kepentingan merebut nilai tinggi). Membaca, hanya sekedar menghafal. Membaca yang dimaksud di sini adalah benar-benar untuk mengerti, memahami dan menikmati isi buku. Jika anda ingin menjadi seorang kolomnis maka banyaklah membaca opini di media massa. Jika anda ingin menjadi seorang novelis atau cerpenis maka banyaklah membaca novel dan cerpen yang memungkinkan anda  ani mencerna, menikmati dan meniru isinya. Agar bisa menulis, usahakanlah banyak membaca. Hanya perlu dicatat, mulailah dengan membaca sesuatu yang mudah dimengerti dan sesuaikan dengan jenis tulisan apa yang ingin anda tekuni.

Misalnya anda ingin menjadi seorang cerpenis remaja. Maka banyaklah membaca cerpen-cerpen remaja di majalah remaja maupun di dalam buku kumpulan cerpen. Perhatikan bagaimana cara penulisannya dari awal hingga akhir dan bagaimana penulisnya mengelola konflik remaja dalam bentuk cerita menarik. Karya orang lain penting untuk dijadikan referensi bagi seorang pemula.

Mulailah Dengan menulis Cerpen Singkat.
Banyak orang yang mengeluh, bahwa ia sudah banyak membaca novel dan cerpen tetapi tidak juga bisa menulis sebuah cerpenpun. Ada juga yang mengatakan apabila ia paling pandai bercerita lisan kepada temannya namun amat sulit menuangkan ke dalam bentuk tulisan.
Mulailah dengan menulis cerpen yang singkat dan semanpu ada menulisnya. Sebaiknya tidak usah dulu mengacu pada standar penulisan cerpen di majalah atau ketentuan dalan lomba. Semakin sering mencoba menulis cerpen, dengan gaya seperti apapun, kita akan semakin terbiasa dan menguasai teknik menulis cerpen. Apalagi diringi dengan membaca dan meminta bimbingan khusus dari seseorang yang sudah mahir menulis.

Latihan dengan metode “plagiat”
Cara ini adalah dengan Menulis Ulang Karya Orang Lain. Ingat, ini hanya untuk latihan sebaiknya tidak dipraktekkan untuk keperluan yang lain.
Pertama-tama kita pilih dulu tulisan orang lain yang kita anggap menarik. Misalnya sebuah cerpen yang berjudul Aku Lemah Karena Cinta. Kemudian kita menulis ulang karya itu dengan ketentuan sebagai berikut: anda bebas mengedit dan ‘memodifikasi’ naskah itu sesuai dengan kehendak anda, silahkan ganti juga nama tokohnya dan ubahlah judulnya, misalnya menjadi Jangan Berikan Aku Cinta. Atau kalau anda bisa, balikkanlah cerita itu sehingga judulnya menjadi Ku Tegar Karena Cinta.
Cerita asli yang seharusnya sedih cobalah diputarbalikkan sehingga menjadi cerita gembira (happy ending). Banyak orang yang latihan dengan cara ini dan lama kelamaan berhasil menulis cerpen secara mandiri.
Metode ini akan membuat kita menguasai anatomi (bagian-bagian) cerita, cara menempatkan penanda, cara memulai, cara menggunakan kalimat sambung, variasi kata dan juga bagaimana sih cara ‘mengganggu’ pembaca dengan kejutan-kejutan. Saya sendiri, pertama kali menulis sebuah artikel di sebuah media massa dengan metode ini. Waktu itu temanya sudah diatur oleh media yang bersangkutan yaitu tentang konsep ideal tentang gerakan mahasiswa. Saya menemukan sebuah artikel bagus dan langsung saya modifikasi. Judul artikel itu saya ubah, kemudian paragrafnya saya ubah dengan bahasa saya sendiri dengan tema yang masih seperti aslinya dan, artikel itu dimuat oleh media massa setelah menyisihkan banyak saingan mahasiswa. Waktu itu saya memang tidak tahu bahwa metode seperti ini tidak bagus untuk praktek langsung untuk di media. Tetapi sebenarnya cara ini boleh saja asalkan hasil ‘modifikasinya’ tidak mirip-mirip banget.

Menulis Kilat Dengan Metode Merekam.
Banyak penulis (termasuk saya) awalnya merupakan seorang yang sangat merasa kesulitan menulis artikel apalagi yang temanya sudah di atur-atur. Pernah suatu kali ada kompetisi menulis artikel di media massa yang melibatkan ribuan mahasiswa. Artikel itu hanya akan memuat dua artikel setiap hari dengan tema yang sebelumnya sudah ditentukan, waktu itu temanya pendidikan. Dua kali saya kirim  artikel itu tidak dimuat alias di tolak. Segera saya temukan kelemahan saya, ternyata saya tidak memiliki argument yang lebih baik untuk mendukung naskah artikel tersebut.
Kemudian saya mencari akal, saya menemui seorang senior yang paling jago dalam hal diskusi dan saya mengajaknya berbincang-bincang tentang pendidikan. Harus saya akui ia amat menarik bicaranya dan kosakatanya luas. Sejam kemudian saya membaca ulang catatan kecil hasil diskusi sambil mengingat perkataannya yang masih terekam dalam ingatan saya. Sebentar kemudian jadilah dua artikel. Kemudian saya kirim dua-duanya, satu pake nama teman. Dua-duanya dimuat. Dari itulah saya menemukan satu metode bagus untuk belajar menulis.

“Bertahun-tahun saya belajar menulis tapi nggak bisa-bisa. Emang gimana sih caranya menulis itu?” tanya seseorang pada saya sesaat setelah mengisi sebuah diskusi tentang menulis. Saya jelaskan banyak hal dan dia terlihat tidak percaya dan berkata bahwa menulis hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berbakat saja. Di ujung kalimatnya ia menyindir bahwa saya tak jauh beda dengan gurunya di kelas yang hanya bisa teori dan teori.
“Kamu serius ingin menjadi penulis?” tantang saya dengan sedikit kalap.
“Iya,” sambutnya ketus sekali, “tapi, sekarang kayaknya udah putus asa.”
“Boleh tau apa yang ingin kamu tulis?”
“Cerpen. Saya punya satu kisah yang menurut saya paling menarik. Saya ingin membagi cerita ini pada orang lain.”
Dari cara ngomongmu, kamu punya bakat besar menjadi penulis, bego!, “Tentang apa?”
“Kisah cinta.” Jawabnya. Dasar AbG!
Saya ajak dia ke sudut, “Boleh saya mendengar sedikit ceritamu?” Jangan tanya kenapa!

Dia lalu bercerita dengan singkat tentang kisahnya dan memang seru. Setelah itu saya memberitahukannya bahwa saya merekam semua ceritanya dengan ponsel dan saya meminta waktu sebentar untuk menuliskannya ke dalam kertas.

Setelah itu saya edit, ditambah dan dikurangi serta didramatisir sehingga jadilah sebuah cerpen yang menarik. Metode ini bisa dijadikan sebagai salah satu cara untuk menulis cerpen. Jangan dulu berpikir bahwa cerpen kita tidak bagus atau tidak menarik. Semua kisah masing-masing memiliki keunikan dan daya tarik yang berbeda. Jadi, kalau ada orang yang mengeluh susahnya menulis padahal ia bisa mengarang cerita, maka latihlah dengan metode ini. Nanti kalau sudah terbiasa, anda cukup mendengarkan temanmu bercerita dan anda akan segera bisa menyulapnya menjadi cerpen atau artikel. Kalau masih belum puas hasilnya, diskusikan dengan orang yang udah lebih dulu pandai mengarang. Yang pasti jangan berhenti mencoba, kan sayang kalo kisah indahmu tidak pernah ditulis sama sekali.

Teori Dalam Pelajaran Bahasa Tetap Penting.
Bagaimanapun juga pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dan kampus tetap penting untuk membantu kita menjadi penulis. Dalam menulis biasakanlah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama untuk penulisan artikel. Waktu menjadi juri lomba cerpen pelajar, banyak sekali saya temui naskah cerpen yang salah menempatkan tanda (titik, koma, tanda petik dst). Ada juga cerpen yang menggunakan bahasa singkatan yang tidak dimengerti. Minatilah pelajaran bahasa sehingga anda benar-benar menguasainya.

Segera Catat Inspirasi Yang terlintas.
Seringkali ide dan inspirasi itu datang pada waktu yang tidak terduga dan kalau kita tidak mencatatnya bisa jadi kita akan lupa dan hal itu belum tentu akan datang lagi. Saya menyarankan biasakan membawa buku kecil ke manapun anda pergi. Atau bisa juga ide yang datang tiba-tiba itu dicatat melalui ponsel dan direkap ulang di dalam buku pada saat anda sempat.

Pastikan pada saat yang tepat anda akan menulis ide itu ke dalam bentuk tulisan yang utuh. Usahakan juga, kalau anda mendengar sesuatu (kosa kata menarik, tema, judul, kalimat indah, kata mutiara dll) dari orang lain, segera catat sebab itu akan membantu perbendaharaan kata anda di dalam menulis. Saya sendiri mendapatkan banyak manfaat dari cara seperti itu. Usahakanlah punya satu buku khusus untuk mencatat hal-hal singkat yang mengingatkan anda pada tema tulisaan (kamus pribadi), misalnya ide tulisan yang hendak dijadikan cerpen, inspirasi yang kemarin malam muncul sebelum tidur, daftar novel yang ingin ditulis, daftar nama tokoh dalam cerpen yang menarik, cuplikan deskripsi dalam sebuah novel yang ingin anda baca berulang-ulang saking bagusnya, dan seterusnya.
Pelajari Karakter Teman Di Sekitarmu
Ada banyak karakter manusia yang diulas dalam satu cerita. Kita tahu bahwa manusia memiliki karakter yang berbeda. Hal ini memberi kita pelajaran penting dalam menulis. Menulis cerpen akan lebih mudah (terutama dalam mendiskripsikan tokoh dan membuat adegan dialog) jika kita menjadikan orang yang kita kenal sebagai referensi. Misalnya begini, dalam cerpen kita ada tokoh antagonis yang cerewet, pemuja penampiran dan suka  anill. Carilah diantara teman di pergaulanmu yang  iker iki sikap demikian dan perhatikan bagaimana gaya bicarannya, pilihan kalimatnya dan intonasinya. Contoh lain, dalam cerpen ada tokoh baik, penyabar dan jujur. Perhatikan di sekeliling adakah temanmu yang memiliki sifat demikian? Jika ada perhatikan cara bicaranya, sikapnya, kesukaannya.

Sehingga ketika ingin menggambarkan kepada pembaca bagaimana sih sosok tokoh baik itu, maka anda akan dimudahkan oleh teman yang baik tadi sebagai referensi. Hal ini akan membantu untuk mendiskripsikan karakter orang. Sebab, dalam sebuah cerita, pasti akan mengulas sifat. Ada yang baik, jahat, nakal, penyabar, curang, gagah, centil, penggoda, penggombal, pembohong dan seterusnya. Karakter seperti itu ada di sekeliling kita. Tinggal comot saja mereka sebagai tokoh dalam cerita.

Buatlah Kerangka Cerita
Dalam pelajaran bahasa sering kita dianjurkan untuk membuat kerangka karangan. Hanya saja metodenya cukup formal dan sulit dijadikan acuan dalam mengarang. Menurut saya, bikinlah kerangka cerita itu sesuai dengan kebiasaan dan gaya anda sendiri misalnya, ingin menulis sebuah cerpen tentang persahabatan dengan seseorang. Anda harus mencatat dulu apa aja sih yang ingin anda ceritakan? Kisah persahabatan itu dengan siapa? Sisi menarik apa dalam kisah itu? Apa saja kesan anda terhadap dia? Kenyataan persahabatan apa yang terjadi dengannya? Bagaimana akhir dari kisah itu dan apa harapan anda dalam persahabatan dengannya.
Contoh kerangka sederhana untuk membuat cerpen, katakanlah temanya ‘berpisah’ dengan seorang sahabat:
Kisah persahabatan dengan si A
Awalnya bertemu dalam sebuah acara
Pernah bertengkar hebat karena beda pendapat
Dia sebenarnya sahabat yang penuh pengertian
Dia jadi teman special.
Akhirnya berpisah untuk selamanya karena satu sebab.
Kemungkinan judulnya: Selamat Jalan Sahabatku atau Rinduku Tak Pernah Berakhir atau sepucuk surat untuk sahabat atau Entah Kapan Engkau Kembali dan seterusnya. Biasakan membuat beberapa alternatif judul untuk cerpenmu. Semakin menarik judulnya, semakin memancing orang untuk membaca ceritamu. Judul ibarat wajah, kalo cakep orang mudah jatuh hati.
Dari kerangka sederhana dan acak di atas tinggal anda susun dalam bentuk cerita. Untuk tahap permulaan, tuliskan saja cerita tersebut berdasarkan ingatan yang ada dalam pikiran dan mengacu pada kerangka karangan. Nanti setelah selesai baru di edit lagi agar lebih menarik.

Latihan Menulis Dialog
Cerita pendek seringkali dibuka dengan narasi atau deskripsi tempat atau orang. Dalam latihan menulis kita harus membiasakan diri diselingi dengan dialog antar tokoh. Kalimat dialog itu juga harus disesuaikan dengan karakter usia dan topik pembicaraan si tokoh. Kalo tokohnya seorang guru fisika yang sedang ngajar nggak mungkin pake bahasa gaul ala sinetron yang serba abu-abu, kalau tokohnya seorang galak kemungkinan bahasanya ketus dan kasar. Selain itu perhatikan juga variasi keterangan dialog, misalnya:
“Aku sayang sama kamu.” Bisik cowok itu yang membuat jantung Diva seakan berhenti berdetak.
Anda bisa merubahnya menjadi:
“Aku,” Cowok itu berbisik pelan di dekat telinga Diva, “sayang sama kamu.”
Bisa juga diubah menjadi:
Cowok itu merangkul Diva dan berbisik pelan di antara gemerisik flamboyan yang diterpa angin malam, “Aku sayang sama kamu.”
Itu adalah contoh variasi dialog. Masih ada lagi jenis keterangan dialog yang perlu diperhatikan yang harus disesuaikan dengan adegan, misalnya:
“Jangan tinggalkan aku.” Pinta Ratu lirih. Atau bisa juga dengan: Ratu memohon pada cowok itu agar tidak meninggalkannya sendirian.
“Jangan coba-coba dekati aku lagi!” hardik Diva dengan muka merah padam. Atau bisa juga dengan: Dengan muka yang merah padam Diva menghardik cowok itu agar tidak berusaha lagi mendekatinya.
“Aku berharap kita akan selalu bersama selamanya.” Ucap perempuan itu. Atau juga bisa, “Aku berharap kita akan selalu bersama, selamanya.” Desis perempuan itu memecah keheningan malam.
Ada juga variasi seperti ini: “Kalau saja aku mau jujur, “ kata lelaki itu pada kekasihnya tanpa ada kesan bercanda, “sebenarnya aku tidak pernah mencintaimu,” sejenak ia terdiam, “sehebat saat ini” Kita harus bisa mengganggu pembaca dengan berbagai variasi yang seolah-olah aneh padahal pesan kita pada pembaca biasa-biasa saja.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan:
?    Pandai Mendramatisir cerita.
?    Banyak menguasai kosa kata.
?    Memasukkan unsur-unsur baru yang lain dari yang lain.
?    Jangan terikat oleh ketentuan bahwa panjang cerpen harus sekian halaman (ada cerpen yang Cuma 3 halaman dan ada yang sampai 25 halaman).
?    Bimbingan Langsung Pada Penulis
Hal ini yang paling cepat membuat anda mahir menulis. Anda bisa menulis dulu satu naskah cerpen kemudian anda konsultasikan dengan penulis yang anda kenal, dan mintalah agar naskahmu di edit dan dikemas dengan lebih baik. Dengan begitu kamu bisa langsung mengetahui kelebihan serta kelemahan tulisannya. Saya sendiri sering membantu memperbaiki naskah cerpen para pemula dan akhirnya mereka berhasil menembus media massa dan memenangkan berbagai lomba cerpen. Untuk kebutuhan pelajaran menulis, pembaca (khusus pemula) bisa mengirimkan naskahnya (cerpen singkat) ke e-mail penulis dan penulis akan berusaha mengirimkannnya kembali sesuai permintaan pemilik cerpen.
Demikian sedikit tips dalam menulis cerpen. Yang pasti jangan berhenti untuk belajar dan mencoba. Kalau di negeri ini ada ribuan penulis sukses yang benar-benar mulai dari nol, kenapa kita tidak segera menyusul mereka?

TIPS MENGIRIM NASKAH TULISAN
Oleh :  Sitta Karina*
*) Disalin dari situs pribadi Sitta Karina di internet yaitu di http://www.sittakarina.com


Sitta Karina, seorang penulis buku best seller, membagikan beberapa tips menulis dalam situsnya yaitu http://www.sittakarina.com.  Berikut beberapa tips yang sengaja disalin dari situs tersebut untuk menambah wawasan kalian sebagai penulis.
Kalian tentu ingin mengirim naskah tulisan kalian ke penerbit, namun tidak yakin apa saja yang sebaiknya disertakan agar naskah kalian memberi kesan pertama yang OK.  Agar naskah kalian memberi “first impression” yang bagus di mata Penerbit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan !  Simak beberapa tips yang perlu kalian garis-bawahi berikut ini !

Dalam mengirim naskah, biasanya kalian menggunakan amplop coklat besar kan ? Nah, apa saja isi “amplop coklat” kalian ini:
1.    Surat pengantar . Simpel, sopan, namun lugas. Kemukakan maksud dan tujuan kalian dengan mengirim naskah ke penerbit tersebut dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar , seperti yang diajarkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah perihal tata-cara mengirim surat formal. (Jangan memakai kata atau sapaan Dear Pak A, Regards, Thanks, dan lain-lain).
2.    Cover page. Apa itu cover page ? Kalian bisa melihat contoh cover page di http://www.sittakarina.com.  Kebanyakan penulis di Indonesia tidak membuat ini, padahal ini adalah standar internasional dan sangat membantu si editor atau proofreader yang memeriksa naskah kalian.
3.    Sinopsis . Sertakan synopsis cerita kalian; singkat, padat, jelas, dan menarik. Cukup ½ halaman kertas saja.
4.    Naskah cerita .  Jilid biasa (lakban hitam) yang rapi dan ikuti ketentuan penulisan sesuai yg diminta penerbit (huruf, ukurannya, spasi, dll).
5.    Proposal . Isinya adalah: garis besar cerita kalian tentang apa (maks. 5 kalimat), apa selling-point dari cerita kalian ini (buat dalam bentuk poin), serta kemukakan alasan kuat kalian “kenapa penerbit harus menerbitkan naskah kalian” (cukup 1 alasan). Gaya bahasa boleh kasual, tapi harus tetap sopan ya.   Contoh untuk penulisan selling-point sbb:
•    Cerita saya dilatarbelakangi sejarah kerajaan Bali kuno yang digabung dengan kehidupan modern remaja masa kini. Unik, dan belum pernah ada sebelumnya di pasaran.
•    Cerita saya juga bernuansa pop-culture dengan sentuhan sastra yang kini sedang digandrungi orang banyak.
•    Dst.
6.    Biodata singkat. Biasanya berisi: nama lengkap, alamat lengkap (+ kodepos), tempat/tanggal lahir, no. KTP/kartu pelajar, no. telpon rumah dan HP, Sekolah, minat/hobi, serta yang paling penting untuk dicantumkan—dan kalau ada—adalah prestasi yang pernah kalian raih sehubungan dengan tulis-menulis (misalnya: cerpen kalian pernah dimuat di majalah A, kalian pernah menang lomba bikin puisi atau novel di se-Jakarta Selatan, atau kalian pernah masuk 20 besar di lomba membuat fiksi remaja, dll).
7.    Amplop kosong dan perangko balasan secukupnya . Apabila naskah kalian tidak diterima oleh penerbit (biasanya penerbit akan mengabari kalian paling lama dalam 3 bulan; apabila tidak, kalian dapat menelpon langsung untuk menanyakan), maka naskah tersebut tidak akan masuk tong sampah dan kembali lagi kalian… siap untuk dikirim ke penerbit lain yang—siapa tahu—akan menerimanya!
Dalam mem-print out naskah cerita kalian, jangan pernah gunakan tinta printer tipis atau yang sudah mau habis. Hal seperti itu malah akan membuat editor BT dan akhirnya malas baca naskah kalian.   Beri judul cerita kalian, maksimal sampai dengan 3 judul.
Tulis-menulis juga merupakan bisnis, jadi perlakukan secara professional, OK!

Mengais Rejeki dari Dunia Penulisan*
*) Berbagai ulasan, diskusi dan uraian ini disalin dari situs http://www.penulislepas.com


Oleh: jonru – 02 Oct 2006, 05:06 pm
“Bisakah mengandalkan hidup dari menulis?” Pertanyaan seperti ini kerapkali diajukan kepada orang-orang yang berprofesi sebagai penulis. Umumnya, si penanya adalah orang yang ingin terjun ke dunia penulisan, tapi masih ragu dengan potensi materi yang akan ia peroleh. Dan, menjawab pertanyaan seperti ini ternyata tidak mudah. Sebab faktanya, banyak orang yang kaya dari menulis, namun banyak pula yang sebaliknya.
Maria Adelia (17 tahun) adalah contoh sosok penulis yang sukses dari segi materi. Siapa sangka, novel “Aku VS Sepatu Hak Tinggi” yang dikirimnya secara iseng-iseng ke Penerbit Gramedia, menjadi laku keras di pasaran. “Enggak nyangka, cetakan pertamanya laku hingga 10 ribu kopi,” ujarnya, sebagaimana dikutip harian Kompas, 16 Juli 2005.
Kini, novelnya ini sudah diangkat ke layar kaca, bahkan dijadikan sinetron berseri. Tentu, royalti pun membanjiri dompet Maria Adelia. Dalam sebulan, ia mendapat penghasilan kotor sekitar Rp 5 juta!
Kisah sukses lainnya dialami oleh Yanti Puspitasari (34 tahun). Dengan menjadi penulis skenario sejumlah sinetron (antara lain Kehormatan, Bidadari, dan Perkawinan Sedarah), ia dan suaminya dapat menikmati kehidupan yang layak. Namun karena mereka bekerja di rumah, banyak tetangga yang mengira mereka pengangguran dan dituduh memelihara tuyul. Pasalnya, mereka jarang ke luar rumah, tetapi punya mobil dan materi lain yang secara kasatmata bisa dilihat sebagai kekayaan, termasuk dua rumah di Nirwana Estat, Cibinong, Bogor (Kompas, 27 November 2005).

* * *

Dari kedua cerita di atas, apakah dapat dipastikan bahwa menjadi penulis merupakan pilihan yang amat menjanjikan dari segi materi? Ternyata tidak juga. Sebagai bahan perbandingan, coba simak penuturan Fira Basuki lewat blog pribadinya. Pengarang novel laris “Jendela Jendela” ini mengeluhkan, betapa sulitnya mengandalkan penghasilan dari menulis, khususnya di Indonesia. Di Amerika, menurutnya, profesi penulis mendapat penghargaan yang sama – dari segi finansial – seperti para aktor film. Penulis skenario pun dibayar amat mahal. Selain itu, dunia penulisan pun sudah menjadi industri. Ini ditandai dengan adanya agen penulis, maraknya ghost writer(*), dan sebagainya.
Berdasarkan info dari sejumlah pengamat, memang dunia penulisan di Indonesia tidak terlalu menjanjikan dari segi materi. “Kalau di Singapura, penulis bisa jadi jutawan,” ujar sastrawan Yanusa Nugroho dalam sebuah kesempatan, tahun 2005 lalu.
Sebagai gambaran, berikut disajikan contoh kasus tentang seorang penulis yang menerbitkan dua buku yang penjualannya biasa-biasa saja.

1. Buku A
Harga jual: Rp 35.000
Royalti: 10 % dari total penjualan
Masa pembayaran royalti: 6 bulan sekali, yakni Januari dan Juli.
Selama periode Januari – Juni 2005, jumlah eksemplar buku A yang terjual adalah 600 kopi. Maka, royalti yang diterima si penulis adalah:
[ ( Rp 35.000 X 600 kopi ) x royalti 10% ] – pajak 15 persen
= Rp 1.785.000

2. Buku B
Harga jual: Rp 45.000
Royalti: 10 % dari total penjualan
Masa pembayaran royalti: 6 bulan sekali, yakni Januari dan Juli.
Selama periode Januari – Juni 2005, jumlah eksemplar buku A yang terjual adalah 1.000 kopi. Maka, royalti yang diterima si penulis adalah:
[ ( Rp 45.000 X 1.000 kopi ) x royalti 10% ] – pajak 15 persen
= Rp 3.825.000

Jadi, penghasilan si penulis selama 6 bulan dari kedua bukunya adalah Rp 5.610.000.
Dengan kata lain, penghasilan rata-ratanya perbulan adalah Rp 935.000.

Jika si penulis tinggal di Jakarta, sudah menikah dan punya dua anak, cukupkah penghasilan sebesar itu untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya?

Perlu dicatat pula, contoh di atas kebetulan menggunakan angka-angka yang cukup tinggi. Coba Anda hitung sendiri, jika buku si penulis hanya terjual 300 kopi selama 6 bulan, dan harga jualnya Rp 20.000 atau Rp 18.000 per eksemplar.

* * *


Dari gambaran di atas, kita kini memiliki gambaran, bahwa profesi penulis – secara umum – sebenarnya belum terlalu prospektif dari segi finansial. Ini adalah kondisi di Indonesia, bukan di negara-negara lain.
Memang, ada sebagian penulis yang bisa hidup berkecukupan dari menulis. Namun biasanya, orang yang bernasib seperti ini adalah:
1.    Penulis yang buku-bukunya laris manis di pasaran, mungkin terjual hingga ribuan bahkan jutaan eksemplar. Bahkan pula, buku-bukunya diangkat menjadi film atau sinetron (ini sudah dialami oleh Hilman Hariwijaya).
2.    Penulis skenario sinetron yang laris, karya-karyanya sering dipakai sebagai bahan cerita. Tapi sekadar info, menjadi penulis skenario sinetron kejar tayang bisa menimbulkan rasa stress tersendiri. Bagaimana tidak! Si penulis terus diburu deadline, sehingga harus sering lembur dan nyaris tak ada waktu untuk istirahat.
3.    Penulis yang berwirausaha dari hobi mereka. Biasanya, potensi materi dari bidang ini cukup menjanjikan. Ada begitu banyak jenis pekerjaan yang bisa digarap; Mulai dari menjadi editor dan penerjemah freelance, mengerjakan company profile, hingga menggarap media internal bagi perusahaan besar.
4.    Penulis yang telah menerbitkan puluhan buku. Mungkin hasil penjualan buku-bukunya biasa-biasa saja, sehingga royalti per buku hanya sedikit. Tapi karena ia telah menerbitkan banyak buku, total royalti yang ia peroleh per bulan bisa sangat besar.
Jika anda adalah penulis yang tidak memenuhi keempat kriteria di atas, jangan berkecil hati dulu. Tapi sebaiknya, jadikanlah menulis sebagai pekerjaan sampingan saja. Tentunya, Anda harus punya pekerjaan yang bisa diandalkan dari segi materi, misalnya menjadi karyawan pada perusahaan tertentu, atau membuka usaha di bidang lain.
Lagipula, materi atau finansial seharusnya bukanlah tujuan utama bagi seorang penulis. Ada tujuan-tujuan lain yang jauh lebih mulia. Misalnya, si penulis dapat menularkan ide, gagasan, dan prinsip hidup yang dianutnya kepada para pembaca. Jika yang “ditularkan” adalah nilai-nilai kebaikan, tentu si penulis merupakan manusia yang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas.
Tentunya, setiap penulis akan senang jika ide-ide yang ia tuangkan lewat goresan penanya, diikuti dan diterapkan oleh para pembaca. Jika ini terjadi, kepuasan yang didapatkan tentu tak ternilai harganya.
Sebagai penutup, coba simak penuturan Yanusa Nugroho. Sastrawan yang satu ini punya prinsip hidup yang unik. “Saya punya dua tangan, yang kanan dan yang kiri. Tangan kanan saya gunakan untuk menulis karya sastra. Di sini, saya bebas berekspresi, tidak bisa diintervensi oleh siapa dan apapun. Dan saya tidak berorientasi uang. Sedangkan tangan kiri saya gunakan untuk mencari uang dari bidang penulisan.”
Yanusa pun menambahkan, ia pernah menjadi ghost writer untuk naskah pidato mantan Presiden BJ Habibie dan menulis naskah iklan produk-produk Netsle. Hasilnya sangat lebih dari lumayan.

(Jonru/berbagai sumber)

Keterangan:
(*) Ghost writer adalah orang yang menulis naskah atas nama orang lain, misalnya seorang pejabat atau public figur. Si pejabat (dan sebagainya) biasanya tidak sempat menulis. Karena itu, ia menyewa orang lain (biasanya adalah orang yang sudah ia kenal dekat dan tahu persis karakter tulisan dan pola pikirnya) untuk menulis atas nama dia.

10 Respon mengenai Artikel “Mengais Rejeki dari Dunia Penulisan”
1.    Sudarmaji Hg Ed :
Kaya Sebagai Penulis Buku?
Tidak bisa dipungkiri pertanyaan itu memancing debat berkepanjangan.
Semua orang memiliki pengalaman, argumentasi dan sisi kebenarannya sendiri-sendiri.
Alih-alih memperpanjang debat yang selalu mendaratkan kita ke pantai pluralitas, akan lebih baik bila kita melihat sisi yang lebih mendasar bagaimana mempersiapkan diri  menjadi seorang penulis sebagai karir. Bukan menulis buku karena sedang ada mood, atau pelepas kesibukan rutin. Saya yakin kita bisa kaya dari menulis buku, asal tahu rahasianya. Saya berharap gagasan sharing berikut ini bisa menambah kekayaan nuansa kita dalam tema yang amat mulia ini. Tampaknya tulisan ini akan lebih pas bagi mereka yang akan menapaki karir sebagai penulis buku. Masa depan akan lebih cerah bila sejak dini kita sudah memiliki strategi bagaimana memaksimalkan diri sebagai penulis buku (yang kaya).
So, bagaimana bisa hidup layak (baca: kaya) sebagai seorang penulis?
Saya melihat setidak-tidak ada lima poin yang bisa kita renungkan. Here we go…
1. Menemukan kekuatan/usp:
Setiap (calon) penulis pasti memiliki kekuatannya sendiri. Pendidikan, pengalaman, latihan, karir menjadi batu loncatan untuk menemukan kekuatan pribadi sebagai seorang penulis. Dari poin pertama, muncullah tuntutan mengembangkan usp.
Keberanian dan keberhasilan menampilkan genre dan tema buku yang tidak akan bisa dimasuki oleh penulis lain jelas merupakan keunggulan kompetitif tersendiri. Masalahnya bagaimana kita menemukan usp ini?
2. Mencari link optimal
3. Pandai memilih pasar yang lapar
4. Menciptakan metode penulisan instan
5. Memosisikan diri sebagai penulis generalis
Sebagai calon penulis, saya menyarankan untuk merambah dunia kepenulisan dengan memfokuskan diri sebagai penulis generalis, tidak tergesa-gesa menerjunkan diri sebagai penulis spesialis. Tahap ini bisa berfungsi untuk menajamkan indera kepenulisan, merengkuh pengalaman dan pengetahuan sebanyak-banyaknya, mendeteksi kelemahan, menghimpun preferensiu dan mengembangkan kebebasan memilih ladang berkreasi.
Jika pertanyaan apakah penulis bisa kaya muncul, saya yakin, dengan menerapkan kelima poin di atas, kekayaan (kalau memang ini tujuan kita) tidak akan sulit diraih. Selamat menemukan usp Anda dan saya tunggu buku Anda;-)
Menulis atau habis/publish or perish…
Sudarmaji
Malang

2.    shofyankhasani  :
Dunia penulisan mungkin juga sama dengan dunia yang lain, apabila ditekuni tentu akan memberikan hasil yang pasti akan memuaskan . sehebat apapun kita ,dengan bidang yang kita hadapi ,apabila tidak ditekuni tentu hanya akan menjadikan sebuah profesi yang menjemukan . jadi setuju sekali dengan mas jonru . Bukankah Allah akan mengabulkan do’a hanya bagi orang-orang yang tekun..??

3.    Irenia Vitrya Alyssa  (http://ezha-echa.tk ) :
Sebenarnya menulis itu adalah hobby dari seseorang.. menulis itu bisa menggambarkan suasana hati seseorang, menulis cerita juga bisa menghasilkan sesuatu. akan tetapi lebih baik jangan terlalu berharap dari hasi menulis. lebih baik dijadikan sekedar hobby saja.

4.    Katrin suni  :
Ide yang terus berputar di kepala,sayang sekali bila tidak dituangkan
diatas kertas. Bentuk ekspresi diri yang jujur,idealisme,talenta,sekedar hobi atau apapun yang menghasilkan sebuah karya tulis berhak mendapatkan apresiasi. Seorang script writer ataupun penulis skenario drama akan merasa puas dan bangga bila karyanya dipentaskan. Seorang penulis artikel akan senang apabila tulisannya menjadi acuan bagi orang lain. Alhamdulillah, Sekarang ini ada bentuk lain apresiasi untuk para penulis,yaitu honorarium..
Mungkin kita merasa untuk para pemula atau untuk penulis tertentu nilainya tidak sebesar negara lain,terlalu sedikit untuk mengapresiasi sebuah karya.Mengapa tidak kita ciptakan sendiri?  Lewat situs ini,atau melalui mas Jonru,kalau tidak kita awali,siapa lagi ?

5.    Yulyanto ( http://www.yulyanto.multiply.com )  :
Menulis adalah sebuah pekerjaan profesional, artinya jika ditekuni secara “total”, pasti bisa dijadikan sebagai sandaran hidup. Sudah banyak contoh Penulis yang berhasil, seperti Pramoedya Ananta Toer. Dia hidup dan bahkan bisa kaya hanya dari tulisannya saja dan tidak ada mata pencaharian lainnya.
Nama Andrea Hirata dan Habiburahman dan juga Pak Saderi adalah motivasi bagi para penulis yang ingin menyandarkan pendapatannya dari buku, pendapatan penulis-penulis tersebut berkisar antara satu sampai tiga milyard rupiah. Luar biasa besarnya kan?
Selain itu ada Fira Basuki (pengarang brownies yang sudah di angkat dalam layar lebar) yang setiap bukunya sangat laris karena selalu “best-seller” ataukah itu Jenar Mahesa Ayu ataukah Dee – Dee Lestari yang bukunya pernah sekali cetak sampai 50.000 – 90.000 eksemplar.
Nama-nama besar para penulis tersebut bisa dijadikan patokan bagi para penulis pemula yang ingin terjun dalam dunia tulis-menulis. Pekerjaan apapun bentuknya, jika dilaksanakan secara sungguh-sungguh (jangan lupa ber-doa dan ber-ikhtiar), Insya Allah akan membawah berkah bagi pekerjanya……..
6.    Ketut  :
Dulu saya juga sempat bertanya seperti itu, apakah bisa mengandalkan finasial dari menulis ? Ketika pertamakali saya menekuni dunia jurnalis, saya masih tetap mengajar di sebuah PT sasta di Denpasar. Tapi karena banyak kesempatan yang saya dapatkan dari dunia kewartawanan, saya tidak bisa membagi waktu lagi mengambil dua kerjaan. Hasilnya, saya memutuskan untuk mengundurkan diri di kampus. Saya sempat berpikir dan ragu, apakah dari penghasilan sebagai wartawan cukup untuk hidup. Tapi karena saya menyukai dunia tulis menulis, saya pastikan tidak menyesal. Memang honor yang saya terima tidak seberapa, tapi saya merasa menjadi lebih bergairah dan mendapat wawasan luas setelah menjadi wartawan. Jadi saya tidak menyesal menekuni dunai jurnalis.

7.    Angdaga :
Saya sangat setuju dengan pendapat saudara Shofyankhasani yang mengatakan bahwasanya suatu bidang pekerjaan, apabila ditekuni akan menghasilkan suatu keuntungan berupa materi, walaupun awalnya kita melakukannya bukan untuk itu.  Sepanjang pengamatan dan pengalaman saya, orang yang mendedikasikan dirinya pada  suatu bidang tertentu, hidupnya berkecukupan. Selain contoh-contoh penulis sukses yang rekan-rekan sebutkan, ada banyak contoh lain dalam bidang yang berbeda, yang bisa kita jadikan sebagai panutan. Misalnya pengalaman teman saya yang berprofesi sebagai tukang jahit pakaian.
Secara singkat saya akan menceritakan kesuksesan teman saya ini.Awalnya teman
saya mendirikan usahanya dengan ala kadarnya, namun kini dirinya mampu
mempekerjakan empat orang karyawan untuk membantunya. Selain itu dia sudah mampu membeli mobil dan menyewa tempat tinggal yang layak untuk dirinya sekaligus
untuk menjalankan usahanya. Ketika saya menanyakan apa rahasia kesuksesannya,
dia menjawab bahwa dirinya selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggannya.  Walupun memberikan yang terbaik itu harus mengorbankan keuntungannya. Contohnya pernah ia mendapati pelanggannya kecewa karena hasil jahitannya tidak sesuai dengan keinginan si pelanggan (teman saya pada saat itu tidak mengikuti trend atau mode pakaian pada saat itu), padahal si pelanggan telah membayar ongkos jahitannya.  Karena merasa bersalah, teman saya akhirnya bersedia mengganti hasil jahitannya tanpa si pelanggan harus membayar ongkos penggantinya termasuk kain yang dipesan pelanggannya.
Pengalaman inilah yang mengajarkan teman saya ini bahwa dirinya harus selalu mengikuti trend pakaian saat ini, agar hasil jahitannya tidak monoton. Bahkan teman saya pernah membuat pakaian dengan mode hasil kreatifitasnya sendiri, dan ternyata disukai oleh pelanggannya.
Ketekunannya untuk selalu kreatif dalam menjalankan usahanya inilah yang akhirnya
membuat teman saya hidup berkecukupan.
Begitu juga halnya dengan pekerjaan menulis, saya yakin apabila kita menekuninya
dengan sungguh-sungguh dan disertai dengan kreatifitas, maka akan mendatangkan
keuntungan berupa materi.
Sebagai masukan, saya pernah membaca sebuah buku mengenai tips dan trik menjadi penulis yang sukses (maaf, saya lupa nama penulisnya, penulisnya berasal dari negara Amerika serikat), penulis menemukan fakta bahwasanya manusia sangat menyukai hal-hal yang praktis (instan atau cepat) dan tidak menyukai sesuatu yang bertele-tele. Oleh sebab itu diciptakanlah teknologi-teknologi untuk mempermudah pekerjaan manusia.
Sama halnya dengan membaca buku. Hasil surveynya mengatakan bahwasanya pembaca cenderung lebih menyukai buku yang tipis walupun bersambung daripada membaca buku yang tebal tapi langsung tamat. Itu sebabnya kita sering menemukan buku berjudul sama tapi edisi-nya berbeda (ada edisi ke satu dan ada edisi ke dua, atau ada edisi pemula dan ada edisi lanjutan).
Demikianlah pendapat saya ini, apabila ada kata-kata yang saya yang salah saya mohon maaf dan kepada Allh SWT saya mohon ampun.
8.    Qahar  ( http://qah4r.blogspot.com )    :
Sebelum kaya, bisa menulis buku kemudian diterbitkan saja sudah senang rasanya. Mungkin, untuk seorang mahasiswa seperti saya, menulis menjadi suatu impian yang idealis. Membagi ide dan pengetahuan dengan pembaca. Membuka dan terbuka untuk menerima kritikan tentang ide-ide kita sendiri.
Akan tetapi tidak dapat dipungkiri, bahwasanya reward berupa uang-pun sering diharapkan. Biasanya saya semakin rajin nulis, untuk di kirim ke koran meskipun jarang dimuat, kalo dah hampir akhir bulan. Saat-saat keuangan mulai menipis.
Menjadi penulis memang suatu tantangan, terlebih memberikan tulisan yang dibutuhkan oleh kondisi saat ini. Tidak hanya tantangan dalam ide tapi juga dalam diri sendiri yang kadang2 ga bisa fokus. Sementara, cukup banyak penulis yang serius namun tidak cukup mendapatkan ruang hingga dapat dibaca oleh masyarakat. Akan tetapi menurut saya, penulis tetaplah penulis. Ia kaya karena tiap susunan kata yang dituliskannya, karena sejarah akan mengenang namanya. Karena dimasa depan, sadar ataupun tidak, zaman dibentuk diatas pilar-pilar ide-nya.
9.    Delzacca  (  http://delryo.blogspot.com ) :
Sekarang dunia menulis bagi saya masih sebatas media menumpahkan ide-ide yang terus bermunculan manakala ada kejadian, berita atau apapun yang ‘mengganggu’ pikiran saya. Karena itu, ada orang yang sudi membaca dan mengomentarinya saja suatu kebahagiaan bagi saya. Yang berarti tulisan saya dihargai.
Tapi jika tulisan saya suatu hari nanti ada yang ‘menghargai’ dalam arti materi, tentunya saya akan lebih serius menjalaninya tidak hanya sebatas menumpahkan ide. Karena saya yakin sesuatu yang dilakukan dengan serius pasti akan mendapatkan penghargaan yang lebih.
10.    bsetiawan55   (  http://360.yahoo.com/bsetiawan55 ):
Menurut saya jalan keluar dari persoalan ini adalah meningkatkan jumlah copy yang terjual. Dalam perhitungan di atas, diasumsikan hanya 500 dan 1000 copy saja.
Kalau sumber persoalannya di dalam diri kita, artinya kita harus meningkatkan kualitas tulisan kita. Atau, kita harus lebih mendekati apa yang diinginkan oleh pembaca. Dengan demikian bisa diharapkan lebih banyak lagi orang yang membeli buku tulisan kita.
Bisa juga persoalannya ada di luar kendali kita. Misalnya, sudah cukup menyebarkah toko buku kita? Mal dan plaza memang dibangun di mana-mana. Tapi apakah selalu ada toko buku disana? Belum tentu. Jadi bagaimana masyarakat mau beli buku, kalau tidak ada toko buku dalam jangkauan mereka.
Saya pernah berkunjung ke kota Pekalongan yang katanya banyak menghasilkan orang pinter. Tapi saya punya kesan disana tidak banyak tersedia toko buku yang serius. Seorang penjaga satu toko buku menjelaskan bahwa ada toko buku lain di jalan Anu. Lalu saya bilang bahwa saya perlu peta kota Pekalongan supaya saya bisa mencapai toko buku lain itu. Dan ternyata peta kota pun tidak ada.
Itu mengenai pasar di dalam negeri. Sebenarnya kita juga bisa menggarap pasar luar negeri. Sebagaimana diketahui di negara Malaysia, Brunei dan Singapura terdapat populasi penduduk Melayu berpenghasilan besar, dalam jumlah yang cukup banyak. Tetapi tentu bahasa yang dipakai untuk menulis harus lebih cenderung ke bahasa daerah di Sumatera, bukan cenderung ke bahasa daerah di P. Jawa. Bahasa daerah di P. Sumatera lebih mirip dengan bahasa Melayu yang dipakai di ketiga negara tetangga itu.

***


Simply Being a Writer!
Tips Menulis oleh Sitta Karina (disalin dari situs http://www.sittakarina.com)


Bab 1. Writing in Creative Way

Semua orang bisa menjadi penulis!
Coba lihat di Toko Buku Gramedia belakangan ini, terutama genre bacaan yang paling booming, teenlit
dan chicklit, apakah dari seluruh pengarang tersebut memiliki latar belakang pendidikan hanya dari
fakultas sastra? Tidak, kan. Bahkan sebagian besar dari para pengarang berbakat ini masih duduk di
bangku SMA, namun mereka justru dapat membuat sebentuk cerita yang real, fresh, dan terasa akrab
di kehidupan kita sehari-hari.
Apa yang membuat kita ingin menulis? Dan… mungkin nggak sih kita bisa menjadi penulis?
Well, those are common questions I heard many times—even from myself. But, don’t worry you’ll do
just fine. Tapi perlu kamu ketahui, bahwa menulis tidak hanya menyangkut BAKAT, tetapi juga
keinginan kuat, waktu yang diluangkan, serta ide-ide. Tetapi, sebelumnya kita akan melihat ke
belakang, apa yang membuat seseorang menjadi penulis kreatif :
• Saya ngin mempelajari lebih banyak lagi mengenai diri saya sendiri
• Saya ingin mempelajari lebih banyak lagi mengenai dunia
• Saya ingin mengobati luka lama
• Saya memiliki cerita yang sudah lama banget ingin saya share
• Saya memiliki informasi untuk di-share
• Saya ingin menghibur orang banyak dengan ‘the power of my pen’
• Saya ingin menciptakan dunia sebagai tempat yang lebih baik
• Saya ingin mencapai mimpi-mimpiku

“My goal as a writer isn’t to change the world. I’m content to brighten someone’s weekend.”
—Debbie Macomber

Kalau kamu menjawab at least 1 dari 8 pernyataan di atas, berarti kamu memang ingin menjadi
seorang creative-writer ?.

The problem is: how to start writing? How to create a story? And what is creative writing?
Dimulai dari belakang, menulis kreatif (creative writing) adalah suatu penulisan dengan menggunakan
bahasa yang imajinatif dan ‘berani’. Dalam hal ini, ‘berani’ adalah berani menggunakan bahasa yang
mendobrak norma baku. Contoh perbedaan antara tulisan kreatif dan yang bukan :
Creative writing sendiri terbagi menjadi 2 golongan besar, yaitu : fiksi dan non-fiksi.
Non-fiksi merupakan tipe penulisan mengenai orang serta kejadian yang sesungguhnya. Yang masuk
dalam kategori ini a.l. : essay, biografi, otobiografi, artikel, dan memoirs (cerita seseorang tentang
kehidupannya sendiri).

“I was a financial journalist and I did love to write. I used to read novels avidly on the train—and
one day I just decided to try and write one. As soon as I started, I knew I’d found the thing I
wanted to do.”
—Sophie Kinsella, author of Confessions of a Shopacholic

Fiksi adalah penulisan yang menceritakan tentang kejadian-kejadian yang ‘direkayasa’, lengkap
dengan karakternya. Kadangkala, fiksi dapat berupa kejadian imajinatif yang serupa dengan kejadian
nyata hari-hari, sehingga tidak 100% direkayasa. Fiksi sendiri terbagi menjadi 4 kategori utama :
• Cerpen
• Novel
• Skenario film dan TV
• Drama
Lebih lanjut lagi, kita akan membahas secara khusus mengenai cerpen dan novel.

“I want it to be the kind of book that will stick with them a bit, the way books I liked when I was
that age stuck with me”
—Ann Brashares, author of Sisterhood of The Traveling Pants

Bab 2. Novel & Cerpen

ovel dan cerpen merupakan 2 kategori yang akrab banget di telinga maupun ‘mata’ kita, apalagi
sekarang banyak sekali buku-buku teenlit—baik dalam maupun luar negeri—yang membuat kita
semakin betah berlama-lama di depan buku… ?
“Hampir tujuh tahun, saya ada di bidang kedokteran dan itu jadi selling point bahwa setiap
penulis punya style berbeda.”
—Nova Riyanti Yusuf, penulis Mahadewa Mahadewi
Novel
a. Adalah karya panjang dari sebuah fiksi
b. Elemen-elemennya (plot, karakterisasi, tema & setting) dibangun secara mendetail
c. Terdiri dari 1 plot utama dan beberapa sub-plot pendukung
d. Karya fiksi yang lebih pendek dari novel namun lebih panjang dari cerpen disebut novella

“It’s completely overwhelming, seeing the name of my book in print somewhere official. What a
dream came true!” — Lauren Weisberger, author of The Devil Wears Prada

Cerpen
a. Adalah karya singkat dari sebuah fiksi
b. Juga memiliki elemen plot, konflik, karakter, setting & dialog, namun biasanya hanya fokus
pada 1-2 karakter dan 1 kejadian
c. Cerpen cenderung ‘memperlihatkan’ karakter si tokoh pada 1 momen penting daripada
membangunnya melalui beberapa kejadian
d. Dengan membaca cerpen, pembaca dapat menarik kesimpulan & kesan secara menyeluruh,
walau hanya berdasarkan 1 momen/kejadian penting tersebut

Memilih Genre
Genre adalah kategori dari suatu penulisan. Secara umum—dan global—ada 5 genre utama dalam
industri penulisan novel, baik itu untuk anak-anak, remaja, maupun dewasa. So, in this case, teenlit
also has those big 5 categories. 5 genre utama ini a.l. :
1) Romance — inilah genre yang paling banyak dibuat ceritanya! Sebuah buku dikatakan bergenre
romance hanya apabila bertemakan romance—nggak sekedar cewek & cowok jatuh
cinta, tetapi ide dasar & plot keseluruhan cerita harus mengenai romance… serta tentunya
harus terjadi ‘chemistry’ antara the hero dan the heroine.
2) Fantasy — genre yang menceritakan kejadian-kejadian yang tidak mungkin terjadi di dunia
nyata. Biasanya terdiri dari karakter, kejadian, serta setting yang imajinatif.
3) Science-Fiction — merupakan sub-genre dari fantasy, karena menyertakan isu science dan
teknologi. Biasanya sci-fi ber-setting di masa depan, planet yang jauh, maupun melibatkan
alien.
4) Mystery— genre ini memaparkan tema misteri—biasanya tentang pembunuhan. Ceritanya
bernuansa menegangkan, dan seringkali membutuhkan ‘otak’ untuk ikut mengurai serpihaserpihan
kejadian yang berlangsung.
5) Horor— pada dasarnya genre ini mirip sekali dengan misteri. Tetapi horor memiliki intensitas
ketegangan yang lebih mencekam karena melibatkan ghostly stuff.

Bagi penulis, pemilihan genre berguna untuk mengkomunikasikan apa yang ada di otaknya, ide
dasarnya. Let’s say… kamu ingin menceritakan sesuatu tentang cewek SMA yang menemukan rumah
tua yang katanya berhantu, dimana ia ingin menyelidiki kebenaran rumors tsb. In this case, you won’t
classify this as a romance, right? ?
Dan tidak tabu kok, kalau kalian ingin ‘mencampur-aduk’ genre satu dengan genre lain, misalnya:
membuat cerita horor yang berlatarkan romance, maupun cerita romance yang ber-setting-kan
science-fiction. Apapun itu, sebuah cerita akan menjadi enak untuk dinikmati apabila memiliki
backbone (struktur dasar) yang jelas, serta plot/alur mengalir.
How to make a great backbone?
OK, firstly it came down by getting and constructing the raw ideas…

Bab 3. Start from Scratch

Kalau kamu ingin menulis, berarti kamu harus mempunyai sesuatu untuk ditulis, kan?
Well, itulah yang dinamakan ide.

Unleash your inner creativity
Ide merupakan hasil olahan kreatif dari otak kita, atas sesuatu yang kita temukan, kita rasa, kita
gabungkan satu per satu, atau bahkan.. sesuatu yang benar-benar kita ciptakan sendiri. Apabila kita
tahu akan menulis apa, berarti kita sudah dapatkan ide tersebut. Tetapi kalau kita stuck melihat blank
paper di depan kita tsb, berarti ide tersebut masih harus kita temukan…… how?

“Much of what is in The Princess Diaries books is taken directly from my own diaries that I kept
when I was in high school…” — Meg Cabot

Berikut adalah beberapa cara ‘meng-ada-kan’ ide-ide tersebut:
1) Jadilah pendengar dan pemerhati
Kejadian yang menimpa kita maupun yang terjadi di sekitar kita—di sekolah, di rumah, di
ekskul, di mall, bisa jadi sumber inspirasi cerita kita, kalau kita mau benar-benar ‘membuka
mata dan telinga’. Contohnya, Ann Brashares penulis Sisterhood of The Traveling Pants
(Celana Persaudaraan) mendapat ide untuk teenlit tsb saat ia sedang mendengarkan
temannya curhat tentang saling berbagi celana panjang selama liburan, dimana celana tsb
akhirnya hilang di Kalimantan! As simple as that ?
“I find that reading is, for me, the best way to keep up with current and cutting-edge
technology…” — Michael Crichton, author of Jurassic Park
2) Write what ‘haunts’ you a lot
Pernah kan kamu merasa penasaran ½ mati, kepikiran melulu akan sesuatu? I did. Yaitu
mengenai: kenapa sih cowok selalu ‘berbeda pendapat’ ama cewek, kenapa sesuatu yang
Simply Being a Writer! by Sitta Karina 8
menurut cewek romantis, tapi menurut cowok tidak? Dari situlah, saya mencoba menilik lebih
jauh tentang karakter oposisi cewek-cowok hingga lahirlah “Diaz & Sisy”.
3) Elaborate things!
OK, ini adalah cara terakhir untuk memunculkan ide kalau 2 cara di atas belum berhasil. Coba
deh ‘mengkhayal & mencampur-adukan’ beberapa hal menjadi 1 kalimat utama. Misalnya, di
Starbucks, ex-kamu tiba-tiba nongol bersama cewek barunya… tetapi (di otakmu) ada cowok
lain yang datang bersamaan, yang ternyata temen kompleks kamu jaman SD, yang dulu jelek
banget, dan sekarang dia extremely gorgeous!
Intinya, lihat lalu khayalkan!

“Idenya pas bikin novel adalah pas dicurhatin oleh temen-teman…” — Fira Basuki, penulis trilogi Jendela-Jendela, Pintu, dan Atap
Journaling

What is a journal?
Kebanyakan orang mengira jurnal hanyalah buku tempat kita menulis apa saja yang harus kita
lakukan tiap hari. OK, big mistake. Dan jurnal sama sekali berbeda dengan yg namanya diary.
Pikirkan jurnal sebagai…
Sebuah kotak deposit besar yang menampung sesuatu berharga: your thoughts

A sketchbook untuk gambar, karikatur, lukisan, maupun sekedar corat-coret
Tempat yg aman untukmu menyelesaikan masalah & mencurahkan pengakuanmu yang
terbesar

Foto album, lengkap dengan comment-nya

Kumpulan quotes yg (bisa) lucu, inspirational, maupun penuh penegasan
Jurnal merupakan buku ide, kumpulan pemikiran, emosi, serta refleksi diri kita.

“Carry a note-book as you never know when inspiration will strike!” — Cathy Hopkins, author of Mates, Dates series
On this blank piece of paper…

Berdasarkan pengalaman, apalagi sebagai pemula, hal tersulit (setelah mendapatkan ide) adalah
menuangkannya di atas kertas putih, atau mungkin di layar komputermu.

Here’s the step-by-steps you could try ?:
Simply Being a Writer! by Sitta Karina 9
1. You are now a writer. Artinya kamu menjadi ‘orang lain’. Jadi jangan malu-malu, dan tulis
apapun itu yang bergumul di pikiranmu.
2. Buat OUTLINE cerita (cerita ini tentang apa? Alurnya dari awal-akhir—secara ‘kasar’ dan
singkat).
3. Selalu berpedoman pada prinsip: opening – persoalan inti – klimaks – antiklimaks – closing
4. Buat chapter pertama yang eye-catching! Pilih kata-kata yang tepat, persuasif, komunikatif,
dan membuat pembaca ingin membalik ke halaman berikutnya.
5. Untuk membantu karakterisasi tokoh, ingatlah tokoh cerita favoritmu dan jadikan dia ‘nyata’
dalam ceritamu—of course, sesuai versimu sendiri ?
6. Kembangkan outline (no.1) menjadi plot dan sub-plot per chapter-nya. Lalu kembangkan subplot
itu menjadi cerita nyata. Remember, chapter per chapter.

“Write what you like to read most; it is what you’ll write best.” —Susan Kyle aka Diana Palmer

Bab 4. Elements of Writing Novel

Ada 7 elemen utama yang penting banget dalam menulis sebuah cerita—terutama novel.
Tema
What is my story about?
What is the purpose of my story?
2 hal di atas adalah pertanyaan wajib yg harus kamu jawab sebelum mulai membuat cerita, barulah
setelah itu akan terbentuk TEMA cerita.
Tema adalah struktur dasar (backbone) cerita yang mendasar dan amat penting. Dengan tema, desain
keseluruhan ceritamu akan tepat, kata-kata akan mengalir, dan karaterisasi tokoh dapat terbentuk
lebih baik.
“Theme, theme, and theme. That’s the very first thing pop up in my mind when I’m ready to
create new story.” — Nicholas Sparks, author of A Walk to Remember and The Notebook

Plot
Plot adalah sesuatu yang terjadi atau dilakukan oleh si tokoh/karakter. Buatlah plot dalam point-point
penting, lalu pecah lagi dalam sub-plot (apabila perlu). Jangan lupa sertakan KONFLIK.
Konflik terjadi karena aksi-reaksi dari para karakter tsb. Dalam konflik ini, karakter akan ‘fight for a
goal’, ‘learn in the process’, serta ‘grow’.
Itulah hidup—dan begitu juga dengan cerita yg kalian buat… ?

“Having only imagination is not enough. You have to go through the core of the story and feel
every single breath of it.” — Stephen King

Setting
Merupakan latar belakang tempat, waktu, serta keadaan dari cerita tsb. Setting memiliki peran dalam
mempengaruhi mood/atmosphere cerita, serta membuat cerita kita lebih realistis.
“If you’re going to have a complicated story you must work to a map. Otherwise you can never
make a map of it afterwards.” — J.R.R. Tolkien, author of The Lord of The Rings and The Hobbit

Point of View
Point of View/sudut pandang adalah posisi yang digunakan penulis dalam menceritakan ceritanya. PoV
terdiri dari 3 macam:
1) Sudut pandang orang pertama
Menggunakan kata ‘aku,saya,-ku’. Pemilihan terhadap PoV ini dikarenakan penulis:
a. membuat cerita lebih ‘personal’
b. Menyelami pemikiran 1 karakter saja
c. membuat seolah-olah penulis langsung berbicara dengan pembaca
2) Sudut pandang orang ketiga—terbatas
Menggunakan kata ‘dia,mereka,-nya’. Pemilihan terhadap PoV ini dikarenakan penulis:
a. menyediakan lebih banyak info tentang para karakter & kejadian-kejadian
b. memperlihatkan kejadian melalui mata dari 1 karakter
c. Encourage pembaca untuk mencari tahu tentang si karakter
Pada PoV ini, penulis tahu karakter seseorang seolah-olah atas apa yang dilakukan & dikatakan
karakter lainnya, sehingga pembaca dapat menilai keseluruhan cerita dengan lebih obyektif.
3) Sudut pandang orang ketiga—tak terbatas
Menggunakan kata ‘dia,mereka,-nya’. Pemilihan terhadap PoV ini dikarenakan penulis:
a. menciptakan full view tentang semua karakter & kejadian
b. memperlihatkan apa yang semua karakter rasakan dan pikirkan
c. menciptakan sudut yang luas terhadap keseluruhan cerita

Perbedaannya dgn no.2 adalah: si penulis di sini menjadi orang yang ‘tahu segalanya’.
Pembaca berkesempatan menilai cerita dari segala aspek, dan dapat lebih obyektif lagi
daripada PoV orang ke-3 terbatas.

Karakterisasi
Dalam cerita ada yg namanya tokoh utama (main character) dan tokoh pengganggu (obstacle
character).
• Tokoh utama : tokoh yang memiliki belief sesuai dengan filosofi/goal dari cerita. Ia juga tokoh
yang mendapat simpati & paling dicintai pembaca. Biasanya tokoh utama adalah si protagonis
(the good guy).
• Tokoh pengganggu : tokoh yang memiliki belief bertolak belakang dengan filosofi/goal cerita,
sehingga terjadi konflik dengan si tokoh utama. Ia disebut juga si antagonis (the bad guy).

“Every good book begins with good characters.” — Jasmine Creswell

Penulis dapat menciptakan karakter yang tak terlupakan melalui karakterisasi, yaitu beberapa cara lain
untuk mengatakan/memperlihatkan kepada si pembaca mengenai karakter dalam cerita, a.l. :
1.Sifat karakter. Contoh: ketus, ramah, suka bercanda
2.Aksi dari karakter.
3.Latar belakang karakter. Contoh: masa kecil, pengalaman masa lalu
4.Reaksi dari satu karakter terhadap sifat karakter lain
5.Dialog para karakter
6.Perasaan, pemikiran, serta keinginan si karakter
7.Komentar dari karakter lain tentang orang tsb
8.Perasaan, pemikiran, dan aksi dari karakter lain
9.Komentar langsung dari penulis mengenai sifat asli & kepribadian karakter tsb

Here’s some tips to bring characters to life:
o Cari nama yang (menurut kamu) sreg dan unusual!
o Beri si karakter sebuah history atau latar belakang (ia nggak tiba-tiba muncul, kan?
Keberadaannya di dalam cerita pasti memiliki suatu alasan)
o Beri dia sense of style tertentu (sesuai dengan setting & backbone ceritamu)
o Think about his/her taste. (what she like/dislike? Favorite things?)

“Don’t blab your story out to everyone. Only show it to those who will give constructive criticism.” — Sitta Karina, author of Lukisan Hujan

Description
Deskripsi merupakan penciptaan dari mental images yang membuat pembaca ‘melihat’ dan mengalami
suatu perasaan & kejadian seperti dirinya yang menjadi tokoh dalam cerita tsb.
Deskripsi yang ‘tepat’ menciptakan mood yang akan menggelitik emosi pembaca.
Coba bandingkan 2 bagian kalimat di bawah:

A
Hari ini langit cerah.
Alika dan Dimaz memutuskan untuk menghabiskan waktu di taman karena mereka memiliki waktu luang,
dimana pada minggu sebelumnya keduanya sibuk, hingga mereka hampir lupa akan tempat ini.
B
Di hari ini untung saja matahari membagi sinarnya yang tidak terlalu terik, serta semilir angin sejuk juga ikut
menambah cerah suasana yang sempat dingin menyelimuti Alika dan Dimaz.
Cerah dan damai. Bahkan lembutnya wangi bunga mawar pink itu ikut menggelitik hidung Dimaz.
Benar-benar kini waktu yang tepat untuk sekedar leha-leha di taman, setelah seminggu penuh keduanya
disibukkan dengan segala rutinitas yang membuat kian sesak bernapas. Kesibukan yang membuat keduanya
hampir tidak dapat menikmati keindahan tempat rahasia berdua ini lagi.
See the difference, right?
Dalam memaparkan deskripsi, penting sekali bagi penulis untuk memberikan detail.
Detail yang tepat, dimasukkan pada saat yang tepat, memberi kesempatan pembaca untuk menyelami
pemikiran inner karakter; ke dalam rasa takut, penasaran, stres, senang, benci.. yang kadang tidak
dapat dijelaskan hanya dengan kata-kata ‘ia senang’, ‘mereka nampak sedih’, dsb.
Deskripsi tidak dibuat begitu saja, mengalir saja. Deksripsi harus dipikirkan baik-baik, karena dari awal
cerita berjalan sampai cerita itu selesai, deskripsi menciptakan impression, sudut pandang, inti sari
cerita bagi si pembaca.
Seorang pembaca dapat menikmati cerita tsb—tergantung ketepatan dan relevansi deskripsi yang
dipaparkan penulis.
“saya senang banget kalau ternyata “buah keisengan” saya waktu SMP bisa terbit dan dibaca
teman-teman…” — Dyan Nuranindya, penulis Dealova
Quotes & Dialogue
Dialog bukan sekedar percakapan, karena dialoglah yang membuat cerita terus berjalan.
Ada 4 tujuan utama dari suatu dialog:
• Memaparkan informasi tentang latar belakang karakter atau backstory
• Menambah tensi/ketegangan dari suatu kejadian/adegan
• Membuat cerita terus bergulir (flowing)
• Memperlihatkan motivasi, emosi, perkembangan, dan perspektif dari si karakter
Hindari pengulangan informasi dalam suatu dialog, maupun percakapan basa-basi yang tidak memberi
info apapun. Contoh:
“Hai, Ga. Apa kabar?”
“Baik, Ko. Elo gimana?”
“Baik juga. Baru pulang lo? Tadi pergi ke mana?”
“Ke Blowfish. Elo dari mana?”
“Dari rumah temen. Ada acara apa di Blowfish?”
“Friendship Night SMA gue.”
“Oh. Ketemu Adis dong…”

Itu hanya sepenggal percakapan antara Aga dan Yuko. Bukan dialog.
Sebaiknya dialog yang terjadi antara Aga dan Yuko diubah menjadi seperti ini:
“Hey, Ga,” Yuko menyapa cowok di seberangnya, setengah terkejut, sampai suaranya turun seoktaf
lebih rendah,”apa kabar?”
“Baik, Ko,” respon Aga, sama kagetnya. “Elo sendiri… gimana?”
Mereka saling bertanya dari mana gerangan masing-masing selarut ini. Dan Yuko adalah orang yang
pertama kali terdiam ketika mendengar tempat tujuan sang sobat barusan. “Friendship Night SMA gue.”
Adis, batin Yuko, terasa miris di hatinya.
“Ada Adis di sana?” tanya Yuko, menjaga agar suaranya tidak bergetar.
“Yeah, ada.”
Yuko ingin berteriak marah. Kalah.
Setelah lama mereka bertiga mencoba mendinginkan kepala masing-masing, ternyata pada akhirnya
Adis memilih Aga. Bukan dirinya…

Jangan lupa untuk selalu menggabungkan dialog, dengan deskripsi, serta detail yang tepat, OK? ?
“Saya hanya menulis apa yang saya rasa. Kebetulan saya perempuan, saya menulis tentang
perempuan.” — Djenar Maesa Ayu, penulis Mereka Bilang, Saya Monyet
QUOTE (ucapan) seseorang yg langsung harus selalu menggunakan tanda petik (‘ dan “).
Berikut ini adalah pedoman penggunaan tanda petik tunggal (‘) dan ganda (“) yang baku pada direct
quotation:
o Shina berkata,”Tenang saja. Besok masih ada waktu.”
o “Jangan bergerak,” bisiknya dengan bengis, “atau kukubur benda ini selamanya.”
o Siapa yang bertanya “apakah besok libur?”
o Reno menjelaskan,”Tadi Bianca berkata,’Bajunya dibuang saja.’ ”
o Inez berseru dengan ceria,”Semalam aku dan Niki nonton ‘Alexander The Great’ di PIM.
Sumpah, Collin Farrell ganteng berat!”


Bab 5. Other Important Stuff

Riset
Sesimpel, sependek apapun cerita yang kamu buat, awali dengan sebuah riset, karena riset
mendukung kekuatan backbone cerita kita.
Apabila kita membuat cerita berlatar belakang modern life, urban and ‘wild’ people… sangat mungkin,
kita bertanya kanan-kiri, ataupun langsung mengunjungi on the spot, untuk melihat seperti apa
nightlife yang menjadi latar belakang para karakter ‘wild’ kita itu.

Judul Cerita
Never say “what’s a title good for, anyway?”
Selain karena cover buku, sinopsis cerita, seorang calon pembaca tertarik pada suatu buku karena
judulnya.
Judul cerita/buku memberikan ‘warna’ terhadap keseluruhan karya tersebut, serta menimbulkan
penilaian umum oleh pembaca terhadap: seperti apa setting cerita tsb, sense of style, serta kepada
jenis pembaca seperti apa buku ditujukan (segmentasi pembaca).
Contoh: coba bandingkan antara judul ‘Biola Tak Berdawai’ karya Seno Gumira Ajidarma dengan
‘Fairish’ karya Esti Kinasih.
“I would write for an hour each morning, then start to work—60 to 80 hours per week, as a State
Representative. My goal was simply to finish the first manuscript. It was only a hobby, a very
secret one.” — John Grisham, author of A Time to Kill and The Painted House

Timeline
Jangan paksakan semua hal kecil menyangkut cerita dalam memori kita. Percaya deh, kamu pasti
gampang lupa. Setiap kita menyelesaikan satu draft atau chapter dari cerita, luangkan waktu untuk
membuat timeline pada notes/komputer secara kronologis, agar akurasi dan relevansi cerita tetap
terjaga. Contoh:
CHAPTER 5
Dec 2004
Week 1, Sunday: Adry menjemput Lilla di bandara lalu menitipkan di rumah Inez
Simply Being a Writer! by Sitta Karina 16
Week 3, Monday: Lilla pergi dengan Chris ke festival film. Ini pertama kalinya Lilla naksir Chris
Week 4, Friday (night): Lilla dan Adry kembali ke Jerman

Fun with editing
Sebelum menyerahkan karya kita pada penerbit manapun, SELF-EDITING adalah hal yang amat
penting, dan harus dilakukan berkali-kali dengan sabar dan teliti. You might be surprised how many
mistakes you have made so far ?
Dengan meng-edit cerita kita yang telah selesai, maka kita melakukan:
Perbaikan terhadap huruf/kata/ejaan yang salah
Perbaikan terhadap tanda baca yang kurang tepat
REVISI terhadap kejanggalan-kejanggalan dalam pemaparan deskripsi, dialog, karakterisasi,
sampai pada plot yang melenceng dari tema cerita

Writer’s Block
Setiap penulis—terkenal maupun tidak—pasti pernah mengalami kebuntuan dalam menulis atau
writer’s block. Hal ini manusiawi sekali, dan kalau dipaksakan malah akan menghasilkan karya yang
nggak bagus.
“I do have to be in the mood to write. No point sitting down every day and just writing. If I’m
bored my readers will be bored, so I always wait for inspiration to strike.”
—Jane Green, author of Jemima J and Mr. Maybe

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi writer’s block:

a. Do your favorite things
Kamu suka hang out di coffee shop? Suka dance? Suka berdandan gothic lalu teteriakan di
depan cermin? ? Well, apapun itu—dan senorak apapun—lakukan sesuatu yang membuatmu
hati kamu senang, and let the feeling knock your imagination.

b. Listening inspiring music
Saya baru menemukan belakangan ini, bahwa dengerin instrumental piano—terutama dari CDCD
OST drama/kartun Jepang adalah sesuatu yang amat inspirational, serta dapat membentuk
mood tertentu untuk membuat cerita! Coba cari apa musik favoritmu, dan jadikan itu BGM
(background music) tiap kamu menulis.

c. Going to unusual places
Bosen dengan rutinitas nonton di bioskop? Coba sekali-sekali dateng ke acara diskusi film
independent temanmu di kampusnya, dan lihatlah bagaimana suasana—serta orang-orang—
baru menimbulkan ‘spark of idea’ di otakmu.

d. Messing up in your sketch/notebook
Corat-coret… gambar-gambar… atau sekedar bikin sepenggal kalimat yang benar-benar ‘suara
hati’. Jangan sungkan. Toh orang lain nggak perlu lihat, kan?

e. Create new and different story
Ini yg paling seru. Saat kamu stuck dengan satu cerita yg sudah terasa monoton, biasanya
otak kamu (tanpa disadari) menghasilkan ide lain yang bisa kamu jadikan cerita baru. Go write
them down, girls. Siapa tau cerita ini bisa menjadi the next big thing kan?

Writing as theraphy
Pernah dengar cerita, bahwa dulu di Virginia, USA, ada seorang cewek high-school yang tidak jadi
bunuh diri, setelah ia menulis surat selamat tinggal karena dirinya akan bunuh diri?
Menulis bisa menjadi terapi untuk diri dan hati kita yang terluka. Karena kadang kita sulit untuk
menceritakan kepada orang di sekitar kita, maka dengan menulis kita dapat mengekspresikan
perasaan kita yang paling private sekalipun, mengubah rasa takut dan tertekan tersebut menjadi
determinasi dan keberanian, sampai akhirnya menjadi sekumpulan ide dan pemikiran yang… who
knows, bisa menjadi best-selling book ?
Dengan menulis, kita dapat menjadi lebih bijak dalam menilai masalah, karena perasaan kita terus
diolah sampai akhirnya mencoba untuk ‘terbuka’ dan ‘menerima’.

Bab 6. Some Useful Tips
a. Read, read, read
Kalau kamu melahap segala macam buku, kamu pasti tahu jenis cerita apa yang paling ingin
kamu tulis… dan seperti apa writing style kamu.
b. Don’t take rejection personally and never give up
Sebelum menjadi novel seperti ini, Lukisan Hujan pernah 4 kali ditolak! Mungkin penulis lain
ada yang kurang, ada juga yang lebih sering. Apapun itu, teruslah berkarya dan mengirim!
c. Write all the time
Kalau kamu memang suka—dan ingin—menjadi penulis, maka writing secara alami akan
menjadi bagian dari daily life kamu.
d. Always bring your ‘lil journal
Kamu lagi di eskalator dan melihat ekspresi dua orang di depan kamu lagi saling ngambek dan
kamu amazed dengan ekspresi wajah mereka. Although it sounds crazy, go write it down.
NOW. ?
e. Create a sympathetic character that readers will like
Pikirkan tentang apa yang sangat ingin ia capai di dunia ini—lebih dari apapun, serta apa saja
rintangannya.
f. Use 5 senses when writing a SCENE
How does it look, how it sounds, how it tastes, how it smells… and finally, how it feels?




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.