Wahdan’s Weblog


tempe

300px-mahabharata2.jpgSungguh berbahgia bagi engkau yang masih merasakan kenikmatan memakan tempe. Tempe makanan sederhana nan gurih serta kaya akan protein merupakan sumber gizi mayoritas penghuni nusantara ini. Lebih-lebih bagi kaum “rakyat Jelata’ yang jelas-jelas tidak mungkin untuk mengkonsumsi daging dan sumber protein sejenisnya yang lain, bukan karena larangan dokter, tetapi karena ketidak mampuan daya beli terhadap sumber protein yang relatif mahal tersebut.

Beberapa hari ini marak demonstrasi terjadi si mana-mana, terutama di ibukota negeri ini yang dilakukan oleh para pengusaha kecil dan pengrajin usaha tempe dan tahu. Para penusaha dan pengrajin tempe dan tahu berdemonstrasi bukan untuk menuntut kenaikan harga atas hasil karya mereka yaitu tempe dan tah, melainkan menuntut pemerintah untuk menstabilkan bahkan menurunan harga bahan baku untuk pembuatan tempe dan tahu yakni kedelai. Seandainya bahan baku untuk membuat tempe dan tahu bukanlah kacang kedelai yang hargaya sedang meroket, ku pikir para pengusaha kecil dan pengrajin itu tidak akan susah payah turun ke jalan untuk menuntut stabilitas harga kedelai. Tapi apa boleh buat, memang nasib tempe tergantung ada atau tidaknya kedelai, dan ada dan tidaknya kedelai tergantung produksi dan harga jedelai itu sendiri.

kalau harga kedelai tidak segera distabilkan mak, produksi tempe di negeri ini akan turun drastis karena para produsen tempe akan banyak yang tidak prosduksi lagi akibat melonjaknya bahan baku untuk membuat tempe. Berhentinya produksi tempe bukan karena para engrajin tidak mau membeli bahan baku yaitu kedelai, tetapi para produsen ini akan kesulitan menjual hasil karyanya itu, karena secara otomastis, kalau harga bahan baku untuk membuat tempe naik jelas harga jual tempe pun akan naik, dan kalau harga tepe naik, maka daya beli pasar akan turun. Akibat daya beli pasar turun maka akan berakibat kebangkrutan bagi produsen temp.

Di sisi lain, bagi para rakyat jelata, yang tidak cukup kocek untuk membeli sumber protein utama bagi mereka yaitu tempe, maka tidak ada alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan gizi/protein bagi mereka, karena tempe merupakan harapan utama bagi pemenuhan asupan gizi bagi rakyat jelata. Kalau asupan protein utama ini tidak dapat dipenuh, maka rakyat jelata tidak tahu lagi nasibnya akan menjadi apa, masih mending menjadi bangsa tempe (karena kemampuan beli untuk memenuhi gizi hanya tempe) daripada sama sekali jadi bangsa yang tak bergizi.. kan maluuu..getu loh.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: